After The Breakup

After The Breakup
BAB 81 Nasib Jadi-



...Happy Reading!!...


..._...


..._...


..._...


Dev berjalan kearah ranjang dengan pakaian yang sudah lengkap. Kaos berwarna hitam polos dengan celana jens panjang dengan warna senada.


Duduk di tepi ranjang mengamati wajah damai wanita yang masih terbungkus selimut dengan nyenyak. Mengusap lembut rambut panjang wanitanya "Bangun udah siang"ucapnya lembut.


Aza sama sekali tak mengindahkan panggilan suaminya hanya merubah posisinya lebih nyaman lagi.


"Makan dulu! terus kita pulang"bisik Dev tepat di telinga Aza saat perempuan itu tidak menghiraukan sama sekali.


"Ishhh masih ngantuk"gumam Aza.


Dev menarik kedua sudut bibirnya gemas "Udah jam sepuluh! makan dulu"


Aza terpaksa mengerjapkan matanya karena tidurnya terganggu,pandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang ada di atasnya.


"Bangun dulu!"titah Dev sambil mengusap lembut rambut Aza.


Aza mengucek matanya "Udah rapi?"tanyanya saat melihat penampilan Dev. Mendudukkan dirinya di heardboard ranjang dengan selimut yang ia pinggang. Ia sadar kalau dirinya masih telanjang tanpa busana sama sekali.


Dev mendekat mengecup rambut Aza berkali-kali membuat sang empu mendengus di kala kesadarannya belum terkumpul sempurna.


"Mandi gih! kita makan habis itu pulang kerumah Bunda"terangnya.


Aza menurunkan kakinya dari kasur mencoba berjalan walau di bagian sensitifnya terasa perih akibat pergulatan malam tadi.


Dev langsung mengangkat tubuh Aza menggendongnya ala Bridal Style membuat Aza menarik selimutnya kuat-kuat agar menutupi tubuhnya.


"Kenapa di tutupi,hm?aku udah lihat semuanya"goda Dev sambil mendudukkan Aza di closed. Berjalan kearah bath up mengisi air untuk Aza mandi.


"Kucing kalau di kasih ikan ngak nolak! namanya cari aman dulu"ucap Aza sambil mengamati gerak-gerik Dev.


Dev mendekat dan jongkok di depan Aza.


"Apa?"tanya Aza sambil menaikkan alisnya.


"Morning kiss"kata Dev sambil mendekatkan wajahnya kearah Aza.


Dev mengangguk dan berdiri mengacak rambut Aza gemas "Nanti panggil kalau udah selsai"Aza hanya mengangguk mengamati punggung Dev yang menjauh.


Ia berjalan kearah bath up setelah meletakkan selimutnya di sana,membersihkan diri dengan berendam. Mereflesingkan pikirannya.


...**...


Aza keluar dengan menggunakan handuk kimono melihat Dev yang sedang bermain ponsel di sofa dengan makanan yang sudah siap di depannya.


Dev menoleh kearah Aza "Kenapa ngak bilang kalau udah selesai"


Aza menoleh sambil memilih bajunya "Udah ngak-papa juga"pandanganny kembali fokus pada rok di bawah lutut berwarna hitam di padukan dengan warna oranye dengan baju kemeja berwarna coklat di padukan dengan tank top berwarna hitam sebagai dalaman kemeja.


Berjalan kearah kamar mandi mengganti pakaiannya tanpa menghiraukan tatapan Dev.


Dev kembali melanjutkan jarinya dengan ponsel sembari menunggu Aza berganti pakaian.


Tak butuh waktu lama Aza sudah kembali dengan baju yang ia pilih tadi. Dev menepuk sofa sampingnya menyuruh Aza duduk di sampingnya. Aza mendekat dan duduk di sampingnya.


"Udah baikan itunya?"tanya Dev sambil menyandarkan kepala Aza di bahunya.


Aza reflek memukul perut sixpeck Dev "Gamblang banget tanyanya"


Dev terkekeh memainkan rambit Aza yang tergerai dengan tangannya "Kenapa harus malu,hm?"


Aza mengangkat kepalanya dari bahu Dev mengambil makanan yang ada di depannya "Laper"ucapnya sebagai pengalihan pembicaraan karena malu akan perkataan Dev.


Dev mengecup pipi Aza berkali-kali dengan sesekali menggigit.


Aza yang sedang makan pun terganggu atas kelakuan Dev "Ihhh Ay geli tahu!"


"Salah sendiri gemessin"Aza memgerutkan dahinya sambil mencibik kesal dengan jawaban Dev.


"Nasib jadi or-ang gemessin"


_


_


_


_