After The Breakup

After The Breakup
BAB 33 Kerumah Pranata



Setelah menghabiskan es crim jumbo itu mereka berjalan keluar toko. Dev menggegam tangan Aza dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membawa belanjaan tadi.


Memasuki mobil dan melajukan mobilnya sesaat. Keheningan yang tercipta di mobil karena Aza hanya memandang keluar jendela,pikirannya masih teringat akan perkataan mama tirinya itu. Aza adalah tipikal orang yang tidak mudah melupakan apapun yang terjadi apalagi yang sampai membuat pikirannya berkecamuk.


Dev menoleh kearah Aza sekilas "Kenapa?"Tanya menyadarkan Aza dari lamunannya.


Aza tercentak kaget dengan suara Dev,dia melirik Dev yang sedang fokus menyetir,menghela napasnya dan menyandarkan dirinya di sandaran kursi menatap lurus kedepan "Kemarin aku berantem sama Mama Tari"lirihnya.


Dev menoleh melihat raut wajah Aza,melirik sekilas mata Aza yang sudah berkaca-kaca. Memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan melepas seatbealtnya menarik Aza kedalam pelukannya "Menangislah jika ingin menangis Sing!"


Aza membenamkan wajahnya di dada Dev,matanya sudah memerah tapi enggan mengeluarkan suara tangisnya,seolah-olah tangisan itu tercekat di dalam kerongkongan.


Dev mengusap punggung Aza lembut menopangkan dagunya di puncak kepala Aza,dia bisa merasakan tubuh Aza yang bergetar tapi tak lama suara isakan tangis terdengar. Dia hanya bisa menghela napasnya mendengar tangisan Aza "Aku tidak menyukai kau menangis,sayang!"


Aza mengeratkan pelukannya "A-ku cu-ma anak haram yang lahir dari seorang perempuan perusak hubungan orang De-v"Aza dengan terbata-bata di dalam pelukan Dev.


Dev melepaskan pelukannya dan menatap wajah Aza yang sembab kemerahan,memegangi kedua pipi Aza menghapus air matanya.


"Jangan bilang begitu!semua anak adalah anugrah yang diberikan Allah,walau itu dengan caranya masing-masing"terang Dev


Aza menatap lekat manik mata Dev,menghela napasnya mendengar perkataan Dev "Aku tidak tahu harus bersyukur atau tidak Dev"


"Bersyukurlah selalu saat kau merasa bahagia atau dalam kesedihan,sayang!"ucap Dev sambil memeluk Aza.


Aza menerima pelukan Dev menenangkan dirinya setelah mendengar perkataan Dev. Setelah beberapa menit Aza melepaskan pelukannya dari dada Dev,menghapus air matanya dan tersenyum kearah Dev.


Dev merapikan rambut Aza yang berantakan dan membalas senyuman Aza "Sudah baikkan?"Tanyanya


Aza mengangguk tersenyum "Makasih yah,setelah mendengar perkataan kamu aku lebih baik. Cari toilet bentar yah,mau cuci muka"ucap Aza


Dev mengangguk dan mengecup kening dan bibir Aza,memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya.


**


Setelah ungkapan Aza tadi akhirnya mereka sampai di kediama Pranata. Mobil Dev memasuki perkarangaj rumahnya,turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Aza


"Makasih"Dev hanya mengacak rambut Aza gemas


"Kalau bisa aku akan melakukan sesuatu untuk tente Tari"imbuhnya


Aza melototkan matanya mendengar perkataan Dev "Jangan macem-macem,dia istrinya Wahyu Hardinata lho,mamanya kak Adit!"


"Hmm,kalau kelewat batas aku bisa apa?"Aza langsung memukul lengan Dev mendengar perkataan itu hingga suara seseorang membuat mereka menoleh.


"Aza,sayang!"Seru Diana merentangkan tangannya dengan senyum mengembang.


Aza langsung membalas senyuman Diana,dia berjalan kearah Diana dan membalas rentangan tangan Diana.


"Ahhh kamu apa kabar,sayang?Bunda kangen tahu sama kamu kenapa ngak pernah kesini hah?"Tanya Diana sambil mengelus lembut rambut Aza


Aza tersenyum menampilkan deretan giginya sambil melepaskan tangannya "Aza juga kangen sama Tante! Aza baik! gimana kabar Tante?"


Diana mengelus rambut Aza dan tersenyum "Tante baik,sayang. Ihh Tante kangen tahu sama kamu"ucapnya lagi sambil memegangi kedua bahu Aza


Dev mendekat kearah mereka sambil membawa belanjaan tadi,dia tersenyum senang di dalam hati bahkan setelah beberapa tahun berpisah hubungan mereka tak renggang sama sekali,aku akan dijadikan anak tiri kalau begini batinnya sambil tersenyum.


"Hem,Dev ngak disapa Bun?"ucapnya dengan wajah sendu.


Aza dan Diana menoleh "Ngak! kamu kan tiap hari ketemu Bunda"cibir Diana kepada putranya


"Ya...ya..ya Bunda sudah ketemu sama putri Bunda"kesal Dev sambil melangkah memasuki rumah meninggalkan mereka yang sedang tertawa.


Hubungan Aza dengan kedua orang tua Dev memang dekat,dulu Aza sering diajak kesini sesudah pulang sekolah. Bahkan Diana selalu menyebut Aza sebagai putrinya begitupun Surya sangat menyayangi Aza. Mendengar perpisahan keduanya membuat mereka bersedih kehilangan seorang gadis yang pantas untuk anaknya tapi mereka memilih tidak mencampuri hubungan keduanya karena mereka tahu jodoh tidak akan kemana itulah yang selalu mereka ingatkan untuk anaknya.


Saat mendengar hubungan Aza dan Dev membaik keduanya tampak bahagia mendengar itu.


_


_


_


_