After The Breakup

After The Breakup
BAB 90 Cantik




Aza menyibak korden agar sinar matahari menerangi kamar. Mengganggu tidur pria tampan yang masih nyaman di bawah bungkusan selimut berwarna abu-abu.


Aza mendekat kearah ranjang menatap laki-laki yang sudah menjadi suaminya lima hari yang lalu. Polos tampak tenang dengan alam mimpinya,sama sekali tak terusik oleh sinar matahari yang sudah menerobos masuk kamar.


"Ay bangun udah pagi"bisiknya tepat ke telinga pria yang sekarang hanya shirtless(bertelanjang dada).


"Eunghh"mata Dev mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang menerangi kamarnya. Menarik kedua sudut di bibirnya tak kala melihat kecantikan istrinya di pagi hari saat dirinya membuka mata.


"Morning kiss"ucap Dev dengan suara yang masih khas bangun tidur.


Cup


Aza tersenyum menatap Dev yang terlihat sangat menggemaskan.


"Mandi gih !"


Dev mendudukkan dirinya menatap istrinya yang sudah siap dengan blazer berwarna putih yang melekat cantik di tubuh kecil Aza.


Rambut yang sudah di kuncir kuda kebawah,poni yang panjangnya se-telinga di biarkan saja menutupi sisi-sisi pipi mulusnya.


"Kenapa?"tanya Aza heran,saat di tatap seperti itu.


Dev mendekat menyenderkan kepalanya di pundak Aza,masih lemas nyawanya belum terkumpul sepenuhnya "Kenapa cantik banget sih,hm?"


Aza mengelus rambut Dev "Kita kerja hari ini"


"Cepet banget perasaan,padahal baru kemarin lho aku ijab qabul"


"Udah ihh ! sana mandi"kata Aza sambil menjauhkan Dev dari pundaknya,menelungkup kedua pipi Dev gemas!


"Gemes banget jadi pengen gigit"kekehnya.


Dev mengelus telapak tangan Aza lembut "Morning,sayang"


"Morning"


Dev beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Aza membersihkan tempat tidur yang berantakan,setelah selesai ia menyiapkan baju kerja Dev.


Aza berjalan ke meja rias,matanya meneliti kearah kalung-kalung miliknya. Tangannya memilih-milih kalung yang akan ia pakai. Aza adalah tipe wanita yang sangat menyukai perhiasan yang bernama kalung. Ada beberapa kalung yang ia beli dari berbagai bentuk,mungkin jika di hitung-hitung ada sekitar 15 kalung.


Tangannya berhenti kearah kalung yang berwarna silver dengan hiasan bulan sabit,pemberian waktu lamaran Dev datang kerumahnya.



Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka,Aza menoleh menatap suaminya yang sedang mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil. Tampak terlihat sangat menggoda perut sixpeck yang selalu ia raba tiap malamnya saat melakukan pergulatan ranjang.


Dev mengikuti arah telunjuk tangan Aza,berjalan kearah ranjang memakai pakaian di sana sembarangan.


Aza melotot melihat Dev di pantulan kaca dimana dengan santainya dia berganti pakaian di sana "Yaa! kenapa ngak di walk in closet aja sih?"gerutu Aza membuang mukanya agar tak menatap Dev di pantulan cermin.


Dev tersenyum smirk memakai kemeja putih,celana sudah terpasang sempurna. Mendekat kearah Aza yang sedang berdiri di depan kaca "Kenapa? bukankah tiap malam kamu melihat dan merasakannya,hm?"bisiknya.


Aza meremang mendengar bisikan Dev "Udah sana pakai pakaianmu"


Dev tersenyum mengambil alih kalung yang ada di tangan Aza memakaikannya ke leher putih istrinya. Membalikkan badan Aza untuk menghadapnya "Cantik"


Aza berdecak kesal melihat Dev yang belum selesai sama sekali,tangannya dengan cekatan mengancingkan kemeja Dev "Ck! kita kerja Ay! lama banget"


Aza berjalan kearah ranjang mengambil dasi berwarna navy sesuai dengan jas yang ia ambil "Sini"titahnya.


Dev memeluk pinggang Aza posesiv,membiarkan istrinya memakaikan dasi di lehernya "Kenapa tambah hari tambah cantik sih?"kesalnya.


plak


Tabokan di lengan ia rasakan,mengusap lengannya mendramatis "Sakit tahu"


"Memangnya kamu mau aku kayak gembel? kan ngak lucu istri pewaris tunggal YP Compony kayak gembel"


Dev tertawa "Biarin cantiknya di depan aku aja"


"Terserah"


...***...


Mereka melangkahkan kakinya keluar rumah untuk berangkat ke kantor. Setelah sarapan tadi,Aza langsung menyuruh Dev untuk cepat berangkat karena laki-laki itu sangat-sangat lambat. Padahal sebenarnya itu alasan Dev agar berlama-lama dengan Aza,bayangkan saja pengantin baru harus berpisah seharian untuk bekerja. Mengenaskan sangat mengenaskan.


Aza terus komat-kamit menatap kesal suaminya "Buruan ih lama banget!"gerutunya berkacak pinggang menunggu Dev mengeluarkan mobilnya dari garasi.


Aza segera masuk kedalam mobil Dev,memakai sabuk pengamannya menatap Dev karena laki-laki itu tidak langsung menjalankan mobilnya "Kenapa lagi?"


Dev langsung menjalankan mobilnya menatap Aza yang sudah seperti singa betina! marah-marah mulu,serem guys.


Aza menghela napasnya,memgeluarkan ponselnya memainkannya membuka akun instragam pribadinya. Tangannya terus menscrol ke layar.


"Ay kalau semisal aku jadi model gimana?"


_


_


_


_