After The Breakup

After The Breakup
BAB 8 Setelah Sekian Lama



"Apa semua ini sudah direncanakan?"Tanya Adit dengan tegas membuat semua orang menoleh kesumber suara


Aza langsung mendongakkan menatap sang kakak"Maaf,Aza terpaksa nglakuin ini!" Aza mendekati sang kakak yang berdiri di samping Papanya


"Apa alasannya!kamu ngak berpikir apa yang akan terjadi nanti setelah kalian kabur?untung saja tadi ketahuan kalau ngak gimana?"


Semua orang hanya mendengarkan sang adik kakak bertengkar dan memandang secara bergantian,Dev hanya menggelengkan kepalanya bagaimana bisa dia nglakuin ini,dasar ceroboh batinnya


"Za kenapa nglakuin ini?kamu yang ngerancanin semuanya?"Tanya Papa Wahyu dengan lembut sambil menatap putrinya


Aza menoleh dan menatap papanya"Aza ngak tega lihat Vio Pa,mana mungkin Aza biarin dia nangis-nangis minta bantuan keAza,tapi Aza biarin aja!"


"Emang gimana ceritanya?"Wahyu sambil menatap putrinya dengan menutun jawaban


"Panjang Pa…"Aza menunduk menghembuskan napas kasar


"Kemarin malam Vio nelpon Aza dia bilang kalau dia dijodohin Aza kaget bagaimana bisa padahal selama ini biasa-biasa aja,dia juga masih muda,awalnya Aza ngak mau buat nglakuin hal konyol kayak gini tapi mau gimana lagi.."Aza menatap Papa tercintanya


"Maaf! Aza tahu Aza salah"Ucap Aza dengan mata teduhnya tak lama terdengar ponsel Aza bergetar menandakan sambungan telpon


Drtt drtt


Aza melirik hpnya dan tertera nama Tante Hana


apa gue mau diintrogasi juga?padahal yang ini belum selesai Tuhan ya ampun batinnya sambil menatap sang papa meminta persetujuan dan Wahyu menganggukan kepalnya setuju


"Hallo Tan"


"Za kamu kekamar Vio yah!kamu udah tahukan kamarnya"ucap Hana dari sebrang sana


"Ada apa Tan?"Aza sambil menggigit bibir bawahnya takut


Hana tersenyum mendengar kalau sahabat anaknya itu takut"Ngak ada apa-apa kamu kesini aja yah!ngak ada waktu banyak Za!"


"Baiklah Aza kesana"Aza memutuskan telponnya dan menatap kembali sang Papa


"Ada apa?"Tanya Wahyu cemas


"Disuruh kekamar Vio sama tante Hana"Aza dengan jari meremas dres yang digunakannya


"Ya udah kesana dari pada Hana nunggu"Papa lembut dengan senyum dan mengusap lembut rambutnya


"Ta-"Belum selesai omongan Aza tapi udah dijeda oleh Je


"Sama gue!buruan"Jenifer mendekat dan menarik tangan Aza


"Je"ucap Aza dengan mata berkaca-kaca dan langsung memeluk Jenifer sahabat waktu SMA yang terbaik


"Kenapa?ngak usah nangis ihh!gue udah ada anak,malu!"Je sambil membalas pelukan Aza dengan mata berkaca-kaca juga


"Gimana kabar lo Za?apa lo ngak kangen gue hah?dasar!!"cibirnya dengan mata yang mengalir deras


"Kok Mami nangis sih? terus dia siapa Pi"Tanya Justin polos ke Papinya yang berdiri disampingnya


"Anak?"Aza kaget dan melepaskan pelukannya dengan mata yang masih dialiri air


Je menggangguk"Hem gue udah ada anak"Je sambil menghapus air matanya


"Siapa?dimana?kapan lo nikah?kapan lo hamil Je?"Aza dengan perasaan menuntut jawaban


Semua orang terkekeh mendengar pertanyaan Aza dan Adit menyahutinya"Makanya jangan kelamaan di luar negeri jadi kudet kan sekarang"Adit sambil tertawa


"Aza serius!mana anak lo Je?"Aza menatap Je dengan segudang pertanyaan


"Salah sendiri ngak pernah pulang!lo udah ingkar janji sama gue yah! dan juga kenapa nomer lo yang dulu ngak aktif?bener-bener ya nih anak"omel Je sambil menatap sahabatnya mengintimidasi


"Satu-satu gue bingung jawabnya!gue minta maaf ceritanya panjang!"


Je hanya menghela napas kasarnya"Janji lo cerita nanti?itu"Je sambil menunjuk sang putra yang berdiri didepan para pria-pria yang dulu terkenal akan playboynya


"Hai Za!apa kabar lo?7 tahun ngilang kayak ditelen bumi"Tanya Bryan sambil bersedekap dada


"Cih!gue kangen sama lo?ada yang kangen tapi sorry bukan gue!"ucap Bryan sambil melirik Dev


Aza mengikuti lirikan mata Bryan dan berhenti pada sosok pria tampan nan gagah itu sebentar lalu membuang pandangan kebawah sengaja agar menghentikan pembicaraan yang sudah tahu alurnya mau kemana


Dia berjongkok memegangi pundak anak sahabatnya itu


"Hai sayang!Ya Tuhan ini serius anak lo?ganteng banget Masyallah"Ucap Aza sambil mengelus pipi sang putra sahabatnya itu


"Kemari sayang come on!kenalin Onty Aza!nama kamu siapa?"Tanya Aza lembut dengan membelai rambutnya


Semua orang masih memandang wanita yang baru menginjakkan kakinya di tanah air ini dan laki-laki kecil polos tersebut


"Onty cantik!Onty udah punya pacar?aku Justin"Tanya anak kecil itu dengan senyum dan mengulurkan tangannya


Semua orang lagi-lagi tercengang mendengar kata-kata yang keluar dari bibir sang anak berumur 3 tahun itu


"Dia emang beda Za!sepesial bapak sama anaknya kan gitu!"Ucap Bryan yang langsung mendongakkan menatap Bryan yang berdiri disamping Dev pria yang sangat-sangat dia rindukan dia menatap Bryan dan Dev bergantian sampai suara notif diponselnya mengalihkan pandangannya


Dev menatap dengan mata indahnya kepada sosok wanita yang paling ia rindukan tanpa mengalihkan matanya,menatap dengan teduh dan rasa sayang yang amat apa kau merindukanku?apa kau masih marah denganku?aku tahu aku salah wajar jika kau marah tapi aku berjanji tidak akan melepaskanmu lagi saat ini Azalea Cavabila batinnya dengan senyum smriknya


^^^Tante Hana^^^


^^^Kamu dimana kok belum kesini?ngak kesasarkan?buruan ya!^^^


Aza baru ingat dia langsung berdiri dan menatap Je


"Gue lupa Je!kekamar Vio"ucap Aza sambil memandangi Justin


"Justin nanti lagi yah!Onty ada urusan,oh ya Onty pinjam Mami oke!"Aza dengan senyum dan mengusap puncak kepalanya


"Baiklah Onty"jawab Justin lirih


Aza menarik tangan Je untuk pergi mereka menganggukkan kepalnya sebelum pergi


"Je titip Justin Bi!"Teriaknya menunjuk kepada Bibi tercintanya yang hanya dibalas anggukkan dan senyum sambil geleng-geleng kepala


Mereka semua memasuki ballroom lagi untuk acara pertunangan yang tadi hampir gagal


"Apa yang lo rasain?"Tanya Bryan ledek kepada sahabatnya yang berbunga-bunga karena wanitanya kembali


Wanitanya yah emang dari dulu Devano sudah mengecap Azalea sebagai wanitanya sampai sekarang dan seterusnya tidak akan membiarkan pria lain mendekatinya bahkan menyentuhnya


"Ck! lo tuh ngak ada rasa takut-takut yah ditinggalin calon tunangan? Cih! muka santai banget"Cibir Dev kepada sahabatnya itu


"Ditinggalin biarin aja malah bersyukur ngak jadi tunangan,calon tunangannya kabur!eh-tapi dia bisa kenal akrab banget perasaan sama Aza"Tanya sambil duduk menatap tiga orang didepannya


"Lo bilang kalau dia habis balik dari Londo?yang kita tahu juga Aza dari London kan?apa bedanya kan bisa disimpulkan"Jawab Fredo sambil meminum minuman yang disajikan pelayan tadi


"Onty tadi cantik!kalau udah gede Justin mau jadiin Onty Aza pacar"Ucap tiba-tiba menghentikan perbincangan mereka bertiga


"Dia punya Om,Just!"ucap Dev sambil menatap sang keponakan


Bryan dan Fredo tertawa mendengar kata-kata Justin dan ditambah kecemburuan Dev kepada ponakan yang masih kecil


"Itu ponakan lo Dev!inget kondisi kalik!"Bryan yang masih menertawakan kekonyollan mereka


"Kenapa Om suka sama Onty Aza?dan Om Bryan Justin udah gede kenapa ngak boleh?"Justin sambil bersedekap tangan di dada


masak gue harus bersaing dengan keponakan sendiri dia aja masih dibawah umur batin Dev dengan menatap tajam Bryan


_


_


_


_


Bahaya ngak kalau bersaing dengan keponakan sendiri yang masih dibawah umur 5 tahun itu??