
"Ya tuh anak! ngapain kalian di sini?"Tanya Dev sambil menuruni anak tangga rumah orang tuanya.
Sedangkan dua pria yang duduk di sifa hanya nyegir tanpa merasa bersalah.
"Ihh kamu mah!"tegur Diana mengingatkan Dev.
"Lagian masih pagi juga udah nongkrong aja kalian"ketus Dev sambil duduk di sofa ruang tamu.
"Kalian udah makan belum?"Tanya Diana ramah pada teman-teman anaknya sekaligus suami dari keponakannya. Siapa lagi jika bukan Fredo dan Bryan.
"Udah Bi"jawab Fredo.
Diana mengangguk dan berdiri menepuk pundak putranya sebentar "Bunda tinggal ke dalam dulu ya?kalau mau makan tinggal bilang sama pelayan"semua orang mengangguk lalu menatap kepergian wanita paruh baya itu.
"Justin ngak kamu bawa?"Tanya Dev sambil menatap sahabatnya sekaligus suami sepupunya itu.
Fredo menggeleng "Ngak lagi mau sama Je!"Dev hanya mengangguk-angguk mengerti.
"Mau main ps ngak?"tawar Dev.
"Wihhhh tahu aja lo apa yang kita inginkan"sahut Bryan yang di angguki senang oleh Fredo.
Dev hanya memutar bolanya malas lalu beranjak dari duduknya menuju ruang keluarga dimana ps ada di sana,kedua orang itu hanya mengekor di belakangnya.
Yah sedari dulu mereka akan sering bermain ps jika kumpul di salah satu rumah mereka. Hobi yang sedari dulu saat masa-masa sekolah tidak hilang ditelan umur. Begitupun sekarang!
"Gimana pernikahan lo"Tanya Dev saat kedua temannya sudah menggegam playstation di kedua tangannya.
"Gue apa Fredo?"Tanya Bryan balik dengan pandangan masih fokus ke depan.
"Ya lo lah! siapa lagi!"
"Hehe sebut nama kali,kita berdua juga kan udah menikah cuma lo doang yang masih bujangan"ledek Bryan.
"Kapan lo serius sama si Aza?"kali ini pertanyaan muncul dari mulut Fredo.
Tring
Bunyi ponsel Dev membuatnya mengalihkan pandangannya yang sedari ke teman-temannya sekarang beralih kearah ponsel. Tanpa menghiraukan perkataan teman-temannya tadi.
Membukanya setelah mengisi pinnya disana ada nama Dimas asistennya. Tangannya men-scrol membuka pesannya.
Dimas
Kiriman foto dari Dimas Semuanya sudah selesai Tuan.
Dev langsung menyunggingkan senyumnya menatap foto kiriman asistennya.
^^^Devano^^^
^^^Aku ambil sekarang di rumahmu!^^^
Dimas
Tak butuh waktu lama Dev beranjak dari duduknya berjalan menjauh dari kedua temannya.
"Woii kemana lo?"Teriak Bryan.
"Gue pergi bentar!"balas Dev dengan tak kalah berteriak sambil berjalan kearah kamarnya.
**
"Onty"panggil Qila sambil menyembulkan dirinya di pintu kamar Ontynya.
Hari ini weekend yang di manfaatkan Aza untuk bersantai diri dengan maraton menonton drakor dan juga membaca novel-novel di aplikasi ponselnya. Dimana yang akan meningkatkan ke-haluan pembawa berkah,pikirannya!! Gimana ngak bawa berkah,kalau pikiran kita akan melayang-layang yang positif-positif tentang banyak hal. Seperti punya suami gantengnya kayak oppa-oppa korea,di manja---ahhh banyak lagi lah(jangan di serep yang negatif-negatif ya guys ngak baik! serius😂)
Aza yang masih tengkurap menatap laptopnya menoleh "Masuk aja Qil!"titah Aza.
Qila langsung membuka pintu kamar Onty-nya dan berjalan masuk,langsung merebahkan dirinya di kasur empuk yang tidak terlalu besar namun bisa untuk di tiduri dua orang "Hahhhh"buang napas pelan Qila.
Aza mengrenyitkan dahinya dan langsung merubah posisi tengkurapnya menjadi duduk di sebelah keponakannya "Kenapa?"
"Aneh ngak sih Onty,kalau semisal Qila jatuh cinta?"ujar Qila.
Aza langsung melebarkan matanya dan melempar bantal ke-muka keponakan semata wayangnya.
"Ontyyy!!"keluh Qila sambil menatap tajam Onty-nya.
"Kamu itu masih kecil,main pacar-pacaran segala!"tegur Aza.
"Makanya Qila cerita sama Onty. Orangnya ganteng Onty kayak oppa-oppa korea"ucap Qila enteng dengan mata berbinar-binar membayangkan cowok yang di idamkan.
"Onty bilangin papa kamu baru tahu rasa!"
"Ishhh Onty mah gitu banget!"kata Qila sambil mengubah posisi telentangnya menjadi duduk menghadap tantenya.
"Gini nih ya! dulu aja Onty bisa pacaran sama Om Dev,masa Qila ngak bisa"curhat Qila mendramastis.
Aza mencibik "Ya konsepnya beda! kamu masih SMP kelad dua sedangkan Onty?udah SMA kelas tiga"tegas Aza.
"Hahh sama aja kali Onty! lagian ini itu laki-laki idaman buat cewek-cewek,dia kakak kelas aku Onty!"heboh Qila dengan pikiran menerawang ketampanan pria itu.
Aza langsung menjitak kepala sang keponakannya pelan.
"Sakit Ontyyy!"keluh Qila sambil mengusap kepalanya yang habis di jitak Aza.
"Sekolah aja yang bener! jangan pacar-pacarran"Qila langsung mengerucutkan bibirnya kesal dengan perkataan Onty-nya.
Benar-benar,hahhhhh batin Qila sambil merebahkan badannya lagi di kasur Ontynya.
_
_
_
_