
...Happy Reading!...
...18++...
...Harap bijak dalam membaca!!...
..._...
..._...
"Gue gampar ya lo lama-lama"pekik Vio kesal,maklum faktor mungkin.
Bukannya sakit hati Aza malah tersenyum lebar beranjak dari duduknya untuk mendekat kearah Vio,memeluk wanita cantik yang sudah menemani hari-hari pedihnya saat awal-awal berpisah dengan Devano "Selamat ya,sayang ! Gue ikut bahagia dengernya"
Vio membelas pelukan hangat Aza "Makasih,gue doain lo cepet dapet momongan juga ya!"
"Amin"
Bahagia sekali rasanya dua pengantin yang baru mengetahui akan anugrah terindah dari Tuhan untuk melengkapi rumah tangga agar lebih berwarna. Bagaimana tidak dua bulan adalah waktu yang memang bisa di katakan singkat oleh kedua pasangan itu mengarungi bahtera rumah tangga,apalagi mereka menikah karena perjodohan. Sulit memang untuk menjalanni tapi bagi Vio kepercayaan dan kasih sayang seorang Bryan mampu membuatnya yakin kalau pernikahan atas perjodohan tak seburuk yang ia kira.
...***...
Aza berjalan keruang tamu dimana Dev berada,di tangannya ada cemilan,yogurt dan kopi sesuai kemauan Dev tadi. Meletakkannya di depan laki-laki yang tengah fokua ke layar telivisi yang menayangkan film action.
"Mau nonton film horor ngak,Sing?"Tanyanya pada Aza yang duduk di sebelahnya,menyenderkan kepala Aza untuk bersender di dada bidangnya.
"Ngak ah! aku nonton ini aja ikut kamu"tangannya terus memakan cemilan di pangkuannya.
"Aku masih ngak percaya kalau Vio sama Bryan bentar lagi mau punya anak,padahal dulu aja mereka nolak satu sama lain. Emang kalau udah bucin ngalahin dunia"ujar Aza bergeleng.
Dev tertawa kecil mengingat saat Bryan juga dulu sangat menolak perjodohan dengan Vio "Bryan sebenarnya orang baik,tapi memang dulu dia belum benar-benar ketemu sama pawangnya"
Aza terkekeh "Ay,kalau kamu pemgennya nanti anak pertama laki-laki atau perempuan?"Tanya Aza sedikit mendongak menatap Dev dari bawah.
Dev menunduk menatap lekat mata cantik istrinya "Mau Tuhan ngasih laki-laki atau perempuan aku akan bersyukur,sayang!"
Aza mengembangkan senyumnya Dev benar-benar dewasa akan hal ini "Kamu sudah siap jadi Papah,hm?"
Aza mengapit hidung Aza dengan jari telunjuk dan jari tengahnya membuat Aza meringis sakit "Kenapa ngak siap,hm?"tanya Dev balik bermaksud menggoda.
Aza mengelus hidungnya yang memerah akibat ulah suaminya "Ya tahu aja umur kamu kan masih muda 25 tahun bisa aja kamu ngak siap"ujarnya lirih menunduk menatao cemilannya.
"Umur hanya angka,sayang"
"Aku sayang sama kamu Devano Yoga Pranata Ayaflu"
Dev terkekeh mengacak rambut Aza gemas "Ayaflu Too"
(I Love You)
Aza terkejut dengan gerakan spontan suaminya,cemilan kripik yang ia makan tadi sudah jatuh bercecer di sofa. Aza bergeming dengan tatapan Dev.
"Ya udah ayo buat debay 8 ! 100 kali percobaan"ucap Dev enteng menyelipkan rambut Aza di belakang telingan Aza.
Aza dengan reflek memukul dada bidang yang terlapis kaos putih "Ya kali 100 kali"
Dev tersenyum smrik mengelus punggung Aza,menekan tengkuk leher Aza untuk mendekat kearahnya. Menyatukan bibirnya ke bibir manis istrinya,******* di sertakan gigitan-gigitan kecil agar Aza lebih leluasa membuka mulutnya.
Aza mengalungkan tangannya di leher pria yang sedang menyerbu bibirnya,mengusap rahang tegas yang mampu membuat diri Dev semaikin bergairah.
Ciuman Dev turun ke leher jenjang putih Aza tanpa gigitan hanya mengecup sesuai perintah yang selalu Aza berikan "Jangan di leher! nanti di lihat orang! pokoknya jangan!" itulah alasan yang selalu keluar dari mulut wanita yang duduk di pangkuannya sekarang.
Tangannya tak tinggal diam,meraba-raba baju yang di gunakan oleh Aza,mencari-cari benda kenyal kesukaannya.
"Di kamar Ay"purau Aza berbisik.
Dev tersenyum mengangguk menggendong Aza ke kamar setelah mematikan televisi yang menonton dirinya dan Aza bukan telivisi yang di tonton malah kebalikannya. Ck!
Membaringkan Aza pelan di kasur,melepas kaos putihnya,mengukung Aza yang sudah di serang kilatan nafsu. Mencium bibir Aza yang sudah membuatnya candu tangannya bergerak membuka kancing baju Aza melepaskannya paksa,membuangnya ke sembarang Arah.
"Argh"purau Aza dengan tangan menyusuri perut sixpack suaminya hingga ke rahang tegas Dev.
Aza membalik posisi hingga dirinya di atas,mengukung laki-laki tampan yang sudah menjadi suaminya "Biar aku yang bekerja"bisiknya tepat di telinga Dev.
Dev tersenyum "Siapa yang ngajarin? mulai nakal ya? hm?"
Aza tak menggubris ia menyusuri tubuh Dev mengigitnya hingga meninggalkan beberapa tanda merah disana,Dev tak pernah mengeluh saat Aza memberinya tanda merah katanya "Ngapain coba di tutup-tutuppin! ini aja karya paling indah dari istri"ucapnya tak kala Aza protes saat melihat tanda yang ia buat terlihat.
Dev membalik tubuhnya lagi,di bawah sana sudah sesak minta di lepaskan. Tanpa persetujuan dari sang pemilik goa ia menerobos masuk tanpa permisi,menggerak-gerakkan secara lembut agar tidak membuat Aza kesakitan.
Menyemburkan bisa yang nantinya akan menjadi kecebong yang menghasilkan seorang janin di perut istrinya. Ia sangat-sangat berharap kalau kecebong-kecebong yang ia tanam tiap malam bisa menjadi janin dengan cepat. Semoga...
Terkulai lemas di pinggir Aza nafas keduanya masih memburu terengah-engah dadanya naik turun. Menutupi tubuh polos keduanya,mendekap erat Aza ke dalam pelukannya "Semoga cepet ada Devano junior ya!"ucapnya sambil mengelus perut rata Aza.
Di balik dekapan di dada Dev,Aza tersenyum membatin mengaminkan apa yang di katakan oleh suaminya.
_
_
_
_
Aku ngak lihat yuyur🙈