
Seorang wanita cantik tidur telentang dengan memandangi langit kamarnya dengan baju piyama tidurnya dengan pikiran menerawang memikirkan sesuatu
"Kenapa sih harus ketemu dia?aku tahu kalau ini akan terjadi tapi apa harus hari ini?bahkan hari pertama aku menginjakkan kaki disini!" Aza dengan tangan menutup wajahnya
Dia mengingat-ngingat pertemuannya tadi di acara pertunangan sahabatnya itu dan penuh dengan rasa kesal bahkan dia membiarkannya menyentuh tangan dan pipinya bahkan menciumnya
"Ahh hati ini menolak karena rasa kecewa tapi apa tubuh seolah menerima apa yang dia lakukan"gusar Aza mengusap kasar wajahnya
"Apa! apa ini rencanamu Tuhan?jika engkau menginginkan aku bersama dia tapi mengapa harus ada rasa sakit dan perpisahan"Aza sambil memjamkan mata dan menarik napasnya dan membuang secara halus dengan pikiran memikirkan omongan laki-laki yang sudah menaruh rasa kecewa pada dirinya
**
Saat sesudah peetunangan tadi disaat Aza keluar dari ruangan ballroom menuju ke rooftop hotel menenangkan diri akibat kegugupannya
Aza memejamkan matanya menarik napas dalam-dalamnya menghembuskan dengan pelan merentangkan tangannya menikmati angin malam yang menyejukkan
"Cerah"satu kata yang terucap dari seseorang yang bari datang dan berdiri disampingnya dengan menatap wanita cantik yang sedang menikmati angin malam itu
Aza membuka matanya dan menoleh pada sosok pria yang sedang memandangnya dengan senyum tampannya itu
"Kenapa kesini? sejak kapan sih disini?"Tanya Aza dengan menatap kesal pada laki-laki itu
"Kenapa?ini tempat umum!!"jawab Dev memalingkan mukanya menatap pada gedung-gedung indah dengan lampu-lampunya
Terlihat pemandangan yang memanjakkan mata saat kita memandanganya,menyejukkan hati bagi sesorang yang sedang bermasalah dengan 'cinta'
"Apa ngak ada tempat lain?"Aza dengan wajah yang masih kesal
"Pergilah aku ingin sendiri!"imbuhnya sambil menatap kedepan gedung-gedung
"Hmm…aku merindukanmu sayang"ucap Dev sambil melingkarkan tangannya di pinggang Aza dan menariknya merapatkan pada tubuhnya
Aza kaget dan melebarkan matanya dengan apa yang dilakukan oleh Devano "Apa kau sudah gila! lepas!"Aza sambil melepaskan tangan Dev dari pinggangnya
Dev menggelengkan kepalanya dab menatap Aza dengan senyum manisnya "Ngak aku tidak akan melepaskanmu lagi sayang!sudah cukup 7 tahun kau menyiksaku jauh darimu"
Aza menghentikan tangannya yang tadi berusaha meronta melepaskan pelukan itu mendongakkan kepalanya menatap Dev
"Apa maumu?jangan panggil aku dengan panggilan itu!"Aza sambil menahan amarahnya
"Maaf! aku tahu aku salah,wajar jika kau marah!tapi semua itu hanya kesalah pahaman saja aku bisa jelasin semuanya!tapi aku mohon jangan tinggalin aku lagi!"Dev sambil menatap lekat mata milik wanitanya itu
"Kau tahu apa yang ada dipikiranku?kau adalah laki-laki brengsek yang pernah ku temui" Aza dengan air mata yang sudah membasahi pipinya dan memalingkan wajahnya
"Maaf"hanya empat huruf yang ada dalam hatinya karena sebuah penyesalan yang membuat wanitanya menjauh darinya
Dev langsung menarik Aza kedalam pelukannya mengelus rambutnya dengan lembut mengecuppi puncak rambut Aza
Aza menenggelamkan wajahnya yang masih berderai air mata kedada Dev menangis didekapannya,dengan tangan yang terjuntai kebawah tanpa membalas pelukan Dev
"Kau tahu aku sangat-sangat membencimu Dev!"ucap Aza didekapan Dev dengan air mata yang masih mengalir
"Maaf"bisik Dev tepat di telinga Aza
Dev masih memeluk Aza membiarkan wanita itu menumpahkan rasa marahnya dengan menangis. Dia memeluk erat tanpa mau melepaskannya,menciummi puncak kepala Aza terus menerus menumpahkan rasa kerinduan
Setelah beberapa saat tangisan Aza reda dan melepaskan dirinya dari pelukan Dev dia mengusap pipinya yang basah akibat air mata dan menatap Dev
Dev melpaskan pelukannya dari Aza dan menatapnya dengan penuh kasih sayang,tangannya memgangi kedua pipi Aza dan mengecup dahinya lama
Aza mejamkan matanya saat benda tak bertulang milik Dev menempel di dahinya
Dev melepaskan ciummannya dan menghapus sisa air mata di pipi Aza dengan ibu jarinya "Maaf" hanya kata itu yang sedari awal dia ucapkan pada wanita di depannya
Aza memaliangkan wajahnya ke gedung-gedunh indah disana dan memejamkan matanya "Aku wanita bodoh yang mempercayaimu kalau kau beda dari yang lain Dev! tapi apa kau sama saja dengan mereka!"
Aza melepaskan tangan Dev yang memegangi pipinya dengan menurunkannya halus "Kita sudah berbeda Dev!semuanya udah berubah!" dengan sorot mata menatap lelaki didepannya
Dev melihat tangannya diturunkan oleh Aza "Apanya yang berbeda?semuanya tidak akan berubah kamu milikku dan aku milikmu! aku tidak akan membiarkanmu jauh lagi Za! aku mencintaimu!"
"Maaf"ucap Aza sambil berjalan menjauh dari Dev dan berlari dari rooftop hotel itu
Dev hanya memandangi punggung Aza menjauh dan hilang seiring dia menjauh dia mengusap wajahnya dengan kasar dan mengepalkan tangannya meninju udara
"Maaf tidak bisa membuat rasa kecewamu hilang Za!tapi itu hanya kesalah pahaman,aku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskannya"ucap Dev lirih
**
"Tidurlah Za!jangan mengingatnya!jauhhi saja dia sebisa mungkin!"ucap Aza dengan senyum dan memiringkan badannya mencari kenyamannya untuk menuju ke alam mimpi
**
Sedangkan dikamar yang di domisi oleh warna putih hitam itu sesorang juga tengah gelisah duduk di balkon membiarkan angin malam menerpanya dengan pandangan lurus kedepan
Mengusap kasar wajahnya "Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi Za, sudah cukup selama ini kau pergi tapi tidak sekarang dan seterusnya!"
Dev memasuki kamarnya dan merebahkan badannya di kasur sizenya memjamkan matanya
**
Pagi harinya Aza sudah memakai dres berwarna merah maron dengan rambut panjang hitamnya terurai kebawah
Aza menuruni tangga untuk menikmati sarapan pagi bersama keluarganya setelah beberapa tahun jauh dari keluarga
Dia menarik kursi di samping Qila dan mendudukinya dia tidak menyapa hanya menampilkan senyumnya saja karena dia tahu kalau sang mama tiri tidak menyukainya dan tidak menganggapnya
Sarapan pagi sepi tanpa obrolan dan hanya sendok dan garpu yang terdengar di meja makan yang sunyi,kesunyian ini sudah biasa terjadi jika makan
"Kamu mau kemana Za?"Tanya Wahyu membuyarkan kesunyian di meja makan
Semua sudah selesai makan dan mengelap bibir mereka dengan tisu dan menatap Wahyu
"Aza mau beli mobil Pa,kemarin udah bilang sama Kak Adit"Aza sambil mengambil air putih dan meminumnya
"Kenapa ngak pakai yang di rumah?"Wahyu sambil menatap sang putri
"Ngak Pa kan punya Papa dan Kak Adit,yang satunya lagi punya rumah kalau nanti ada orang yang mau keluar gimana?lagian Aza beli buat nanti bekerja tiap hari,juga buat Aza kalau mau kemana-mana!"
Yah keluarga Aza punya 3 mobil yang sering digunakan oleh mereka masing-masing. Papanya yang masih pergi kekantor setiap hari,mobil kakaknya yang tidak mungkin juga Aza pakai dan satu lagi mobil yang sering digunakan oleh Mama dan Kakak iparnya jika ingin pergi kesuatu tempat. Dan Qila sehari-hari berangkat sekolah menggunakan taksi entah alesannya apa
"Hmm…ya sudah ini kartunya"Wahyu sambil mengambil kartu dari dompetnya dan memberikannya ke sang putri
"Ngak Pa!Aza mau beli dengan uang hasil kerja Aza di London Pah,jadi ngak usah"ucap Aza sambil mengembalikkan kartu papanya
"Biarin aja!dia juga udah kaya"Mama Tari memandang sinis ke Aza dan meminum air putihnya
"Ma!"Tegur Wahyu kepada istrinya itu
"Udah Pa,Aza ada kok uangnya nanti kalau kurangkan ada kartunya Papa"Aza menengahi pembicaraan Papa dan Mama tirinya itu karena dia tidak mau kalau pagi-pagi begini
"Ya udah,tapi nanti kalau kurang telfon Papa atau Kakak kamu"ucap Wahyu sambil mendorong kursinya pergi dari meja makan
Di susul Mama tirinya yang keluar dari ruangan itu juga
"Serius ngak mau pake kartu dari kakak?"Adit sambil bersedekap menatap sang adik
"Ngak usah kak! uang Aza cukup"Aza sambil menggelengkan kepalanya
"Ya udah,besok kamu berangkat kekantor ka?" di balas anggukan kepala oleh Aza. Adit sambil memdorong kursi kebelakang pergi dari sana yang disusul kakak iparnya mengantar sang suami ke depan
"Za kakak ke depan dulu"ucap Eva kepada sang adik suaminya itu
"Iya"jawab Aza sambil tersenyum
"Kamu ke sekolah kan Qil?"Tanya Aza menatap sang keponakan
"Hmm…Onty serius mau beli mobil?perlu Qila temenin?"sambil melihat ke arah Ontynya itu
"Ngak usah kamu sekolah aja!Onty sudah tahu tempatnya"Aza sambil mengusap rambut Qila
"Ya udah,Qila berangkat"Qila sambil menyalimi tangan Ontynya
"Hati-hati"
_
_
_
_
Berhasil ngak nanti mas Dev taklukin hati mbak Aza lagi??