
"Aza!"pekik seseorang sambil memasuki rumah besar milik seorang yang ia panggil.
Aza tersentak ia hapal betul dengan suara ini. Vio! yah sahabat karibnya. Menolehkan badannya kebelakang "Berisik Vio!"tegur Aza sedikit berteriak agar Vio mengikuti arah suaranya.
Vio mengarahkan kakinya kearah suara Aza,menatap wanita yang sedang berkacak pinggang di depan lemari pendingin "Ahhh aku ngak nyangka kalau kita tetanggaan"seru Vio sambil memeluk sahabatnya.
"Ihh lepas! astaga ngak bisa napas gue"gerutu Aza merasa sesak atas pelukan tiba-tiba Vio.
Vio langsung melepaskan pelukan itu,tersenyum menampilkan deretan giginya tanpa dosa "Hehe sorry,habisnya gue kaget saat Bryan tadi bilang kalau ini rumah Dev. Bahkan lo udah di sini"terangnya.
"Lo mgak tahu ini rumah Dev?"
Vio menggeleng "Serius! tadi di ceritain Bryan ada acara pindahan rumah Dev,pas dia jemput gue. Gue langsung kesini setelah bersihin diri,mau mastiin bener apa ngak eh-ternyata bener"jelasnya.
Aza mangguk-mangguk sambil menata kembali belanjaan tadi "Gue aja ngak tahu kalau sebelahan sama lo!"
"Tuh laki-laki hebat bener kalau nyembunyiin rahasia"ujar Vio menatap heran kearah Aza yang mondar-mandir dari meja pantry ke lemari pendingin.
Vio mendudukkan pantatnya di kursi meja pantry "Pantes selama gue tinggal disni rumahnya kosong tapi terawat. Eh-taunya rumah Dev. Daebak dunia sempit banget"
Aza mengambil minuman jus jeruk dan menuangkannya ke gelas memberikannya kearah Vio "Enaknya kita bisa saling ketemu kapan aja tanpa harus buat janji dong"Ia mendudukkan dirinya di depan Vio.
Vio tersenyum dan mengangguk "Gue jadi kangen masa-masa kita satu apart"
Suara derap kaki menuruni tangga mengalihkan fokus kedua gadis yang sedang bernostalgia ria.
"Eh- Dev"panggil Vio.
Dev tersenyum singkat "Bryan mana Vi?"
"Lagi bersihin diri kayaknya,gue langsung kesini tadi buat nemuin Aza soalnya"
"Kok gue ngak tahu kalau rumah ini rumah lo Dev?"Tanya Vio yang sedari tadi ingin mengatakan apa yang sudah berseliweran di kepalanya.
"Rumah ini sudah lama Vi! suami lo yang pengen deket-deket gue"jawab Dev enteng. Tangannya terulur membuka kulkas mengambil minuman soda yang tadi di beli istrinya.
"Hah?gimana?"beo Vio.
"Jelasin ngak usah singkat-singkat Ay"keluh Aza geram.
"Pemilik rumah lo yang dulu pindah keluar negeri. Orangnya mepet mau jual,jadi harganya agak turun! gue saranin ke-Bryan kan waktu itu dia mau nikah sama lo! lo tahu sendiri dia ngak bisa ngajak lo tinggal di aparrtemen katanya kasihan ngak bisa bersosialisasi"jelas Dev sambil duduk di sebelah Aza.
Aza dan Vio mangguk-mangguk mengerti "Iya sih dia pernah bilang ngak suka kalau udah nikah tinggal di aprt"kata Vio.
Ting
Ponsel Vio berkedip menandakan ada pesan. Membukanya ternyata pesan dari suaminya.
Suami❤
Pulang gih!
^^^Vio^^^
^^^Oky👌^^^
Vio menatap kedua pengantin baru di depannya "Gue balik dulu ya?"
"Ngak lama-lama lagi?"Tanya Aza.
"Ngak deh! ntar malam juga barbequ-an kan?"
Aza mengangguk "Dateng kan?"
Vio mengangguk dan berdiri dari duduknya "Gue duluan Za,Dev"
Aza dan Dev mengangguk mengamati kepergian Vio.
Dev menatap kearah wanita yang sudah menyandang nyonya Devano itu lekat,seolah-olah dunia sudah terkalahkan oleh kecantikan wanita di sampingnya "Cantik banget! istri siapa sih?"
Aza menatap kearah suaminya dengan senyum merekah di bibir merahnya "Istri pewaris tunggal YP Compony"balasnya.
"Eh-tunggu dulu! suami aku kaya banget ya?pewaris tunggal lho. Hebat juga aku bisa cari suami yang kaya"ucap Aza menggoda sambil menaik turunkan alisnya.
Dev terkekeh mengapit hidung Aza dengan jari telunjuk dan jari tengahnya gemas "Kaya banget! tujuh turunan ngak akan habis untuk anak cucu kita nanti"
"Kalau aku minta 5% persen boleh ngak ya? itung-itung buat awal pernikahan"ujar Aza semakin menggoda.
Dev tertawa kecil "Kenapa ngak! ngak ada apa-apanya cuma 5%"
"Ngak! ngak ah bercanda suami"kekehnya sambil mengusap gemas rambut Dev.
"Kamu bukan wanita matre,sayang"kata Dev merengkuh pinggang kecil Aza.
"Masa? aku wanita normal yang menginginkan materi"
Dev mendusel-dusel di tengkuk Aza "Nyatanya kamu ngak pernah minta yang aneh-aneh"
"Ya udah besok aku minta perusahaan kamu aja! gimana?"
Dev mengangguk di lekuk leher Aza,menghirup dalam-dalam aroma istrinya yang sudah membuatnya candu. Tak memperdulikan lagi apa ucapan istrinya yang sedang bercerita sambil mengusap lembut rambutnya.
Rasa ngantuk akibat di manja istrinya menghampiri dirinya,memejamkan matanya dengan posisi memeluk Aza yang berdiri "Jadi ngantuk,Sing"
Aza tersenyum kecil "Ke kamar yuk! istirahat dulu"Dev langsung mengangguk mengadahkan kepalanya menatap Aza. Berdiri dari duduknya berjalan dengan memeluk pinggang Aza menuju kamar baru mereka.
_
_
_
_