
...Happy Reading!!...
Aza bersandar di tembok menunggu Dev membuka pintu hotel tempat mereka,untuk mengistirahatkan dirinya dan Dev yang sedari tadi pagi menyalami para tamu setelah mereka mengucapkan ijab qabul.
"Ayo"ucap Dev. Aza mengangguk mengekor Dev yang berjalan mendahuluinya.
Langsung merebahkan dirinya di kasur size hotel,merasakan surganya dunia. Menutup matanya dengan posisi telentang.
"Bagun dulu! bersih-bersih"titah Dev sambil melepaskan baju adat yang ia pakai. Sangat-sangat melegakan setalh dirinya terlepas dengan baju itu. Menampakkan dada bidang yang membuat Aza melototkan matanya tak percaya. Dengan bawahan yang masih lengkap.
"Yaaa!"seru Aza tak kala matanya sudah tak suci melihat pemandangan diri Dev.
Dev melihat Aza sudut bibirnya terangkat menampilkan senyum smriknya berjalan mendekati Aza "Masih siang?mau sekarang?atau nanti malam saja?nunggu resepsi"runtutan pertanyaan Dev ajukan pada gadis yang sedang menatapnya dengan wajah yang sudah memerah.
"Pakai baju ihh!"
Dev menjauh berjalan menjauh dengan kekehan,mendekati koper yang di siapkan Bundanya berisi keperluan dirinya dan istrinya.
Mengambil kaos putih dan celana pendek selutut berjalan kearah kamar mandi,membiarkan menatap wanita yang sedang duduk menatapnya cengo.
"Gila dia"gumam Aza sambil melepas satu persatu jepit rambut lidi yang menancap di rambutnya.
Tak butuh waktu lama pintu kamar mandi sudah terbuka menampakkan pria tampan berjalan kearah Aza. Berdiri di depan Aza membantu Aza melepas jepit rambut lidi "Biar aku aja"
Aza hanya membiarkan Dev melakukannya,melingkarkan tangannya ke perut yang tadi pagi resmi menjadi suaminya "Capek pengen langsung tidur"lirihnya dengan menenggelamkan dirinya di perut sixpeck laki-laki itu.
"Tunggu bentar lagi! selesaiin ini dulu terus istirahat"ujar Dev yang di balas anggukan di perutnya.
"Sudah"kata Dev sambil memindahkan sanggul yang tadj menempel di kepala Aza kearah nakas samping ranjang.
Aza berjalan kearah koper mengambil kaos di sana dengan celana pendek di atas lutut,berjalan kearah kamar mandi untuk mengganti bajunya.
"Ngak ganti di sini aja,Sing?"goda Dev sambil terkekeh.
"Jan ngarep,blabas gimana!"cibirnya.
Dev tertawa berjalan mengambil ponselnya naik ke atas ranjang memainkan ponselnya.
Sepuluh menit sudah Aza di kamar mandi ia berjalan menuju sofa meletakkan baju adat itu di samping baju Dev.
"Sini"titah Dev sambil menepuk-nepuk ranjang di sampingnya menyuruh Aza mendekat kearahnya.
Aza mengangguk dan berjalan kearah Dev,menaikkan kakinya ke ranjang memeluk Dev dengan tubuh yang memiring.
Dev langsung meletakkan ponsel yang tadi ia mainkan ke nakas sampingnya. Memposisikan dirinya di samping sang istri,merengkuh tubuh yang lebih kecil darinya.
Mengelus rambut Aza lembut "Capek,hm?"
Aza mengangguk dan menelusupkan dirinya ke ceruk leher Dev "Banget! berdiri dari tadi pagi pengen patah nih kaki"keluh Aza.
Dev terkekeh mempererat tangannya di pinggang ramping Aza "Tidur"
...**...
Tok Tok Tok
Dev mengucek matanya matanya karena tidurnya terganggu oleh suara ketukan pintu kamarnya.
"Dev buka ini Bunda! kamu ngak langsung gas pol kan?"teriak Diana dari luar tanpa memperdulikan para MUA yang ada di dekatnya.
Diana menggedor-gedor pintu kamar hotel anak dan menantunya "Buka Dev! Aza harus di rias"
Dengan terpaksa Dev melepaskan pelukannya dengan hati-hati agar gadisnya tidak terganggu,walau ia tahu percuma tidak menganggunya gadisnya akan tetap bangun untuk di make up acara resepsinya.
Melangkahkan kakinya kearah pintu,membukanya langsung di sambut pertanyaan sang Bundanya.
"Kamu lama banget! ngak lakuin itu sekarang kan?"
Dev berdecak membuka pintunya lebar menampakkan Aza yang masih terlelap di ranjang "Ngak lah Bun! Dev baru tidur,tuh lihat Aza aja masih tidur"
Diana tak menghiraukan perkataan anaknya ia masuk ke dalam di ikuti para MUA yang akan mendandani menantu dan anaknya.
Aza terpaksa mengerjapkan matanya mendengar ribut-ribut. Mendudukkan dirinya dan bersandar di headboard,pandangan pertama sekarang yang ia lihat kamarnya sudah ramai oleh para MUA yang sedang mempersiapkan alat-alat make upnya.
Diana mendekat kearah menantunya,mengelus rambut Aza "Maaf ya,sayang. Tidur kamu jadi ke ganggu"ujarnya lembut.
Aza mendongak melihat mertuanya "Ngak lah Bun!"ucalnya sambil berdiri menuju kamar mandi "Aza bersihin diri dulu Bun"
Diana mengangguk membiarkan menantunya berjalan kearah anaknya yang menidurkan dirinya lagi di sofa,tanpa menghiraukan orang-orang disana "Dev bangun!"
"Masih lama Bun"ucapnya lirih.
"Bangun siap-siap!"titah Diana sambil menarik-narik tangan anaknya.
Dev terpaksa bangun dari tidurnya berdecak sebal menatap Bundanya "Iya-iya"
Apalah dirinya,senakal-nakal dirinya dulu ia selalu menyayangi wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Menghormatinya dan menyanyanginya terus menerus tiada henti. Moto yang selalu ia pakai jangan pernah sakiti perempuan,setidaknya inget orang yang melahirkan dirimu!!!
_
_
_
_
...Like,komen...
...Hadih,vote❤...