After The Breakup

After The Breakup
BAB 30 Aza Anak Haram



Aza sudah menginjakkan kakinya dibandara Jakarta,sekarang waktunya sudah menunjukkan pukul 04.25 PM. Tadi pagi dia sudah meninggalkan negara Singapura itu.


Setelah melihat kakaknya dia langsung menghampirinya "Kakak!"ucapnya


Aditya menoleh kebelakang menampilkan senyumnya "Udah sampai? ayo pulang!"titahnya


Aza hanya menggangguk mengikuti sang kakak yang berjalan kearah mobil,memasuki mobil itu dan duduk di kursi penumpang depan bersebelahan dengan kakaknya yang menyetir.


"Gimana kabar tante Za"?Tanya Aditya tiba-tiba sambil melirik Aza sekilas


Aza langsung menoleh kearah kakaknya "Ehm Mama baik kak,skandalnya juga sudah selesai"terangnya


Aditya hanya mangguk-mangguk dan kembali fokus kejalanan menuju kerumah. Setelah menempuh perjalanan dari bandara akhirnya mereka sampai kerumah,Aditya mengambil koper sang adik dari bagasi mobilnya dan membawa masuk.


"Ayo masuk!"titahnya pada Aza yang melamun di pinggiran mobil


Aza tersentak kaget mendengar perkataan Kakaknya "Eh-iya kak"ucapnya sambil nyengir


"Nglamun aja,ngak baik!"tegasnya pada sang adik


"Hehehe"


Mereka memasuki rumah itu saat diruang tamu disana ada Tari dan Eva. Mereka yang sedang menonton televisi itu melihat kearah pintu siapa yabg datang.


"Wah..wah..wah ngak tahu muka banget kamu!"cibir Tari kepada Aza


Aditya yang sudah merasa akan terjadi keributtan menengahinya "Ma,sudahlah! Za kamu ke kamar aja istirahat!"tegasnya sambil melirik kearah Aza


Aza melirik kearah kakaknya dan mengangguk,dia sudah hapal kalau mama tirinya ini selalu membuat masalah dengannya. Dia berjalan kearah kamarnya tapi saat itu langkahnya terhenti karena ucapan Tari.


"Cih..mungkin itu karma buat si Maya karena jadi pelakor dalam rumah tangga orang!"sungutnya sambil menatap sinis kearah Aza yang berdiri di depannya. Eva yang berada di sampingnya itu hanya mengelus punggung mama mertuanya itu mencoba menenangkannya.


Aza langsung menatap tajam kearah orang yang berbicara tadi "Jangan salahkan Mama saya! jika dia boleh memilih dia tidak akan memilih menjadi pelakor yang anda sebut!"ucap Aza dengan suara yang sedikit meninggi


Aditya langsung mendekati Aza dan menggegam lengan Aza "Ke kamar Za!"


Tari hanya tertawa renyah meremehkan "Halah...diakan matrealistik,apapun bisa ia lakukan mungkin dia bermuka dua di depan kamu!"cibirnya


Aza benar-benar naik pitam mendengar perkataan mama tirinya itu,sudah sedari kecil dia selalu bertengkar dengan Tari mendengar perkataan yang selalu merendahkan mama yang sudah mengandung dirinya selama sembilan bulan itu. Dia bahkan tidak memperdulikan siapapun yang mencoba melerainya hatinya terlalu sakit saat mendengar perkataan kasar dari mama tirinya itu.


Dia tidak peduli jika dirinya dianggap sebagai anak haram,walau dalam hatinya dia benar-benar sesak mendengar itu. Tapi memang itulah kebenarannya,kebenaran bahwa dirinya ada sebelum orang tuanya terikat dalam sebuah hubungan pernikahan.


Aza menepis tangan Aditya dan berjalan mendekati Tari "Bicaralah sesuka hati anda! tapi jangan pernah anda mengatakan itu kepada mama saya"teriaknya kesal


"Ma!"sentak Aditya kepada Mamanya itu. Dia tidak akan sanggup jika mendengar perkataan bahwa adiknya itu anak haram,dia sangat menyayangi Aza,mengganggapnya sebagai kakak yang selalu ada di samping Aza.


Tari melirik kearah putranya dan berganti melirik Aza "Kau lihat! bahkan sekarang anakku membentakku hanya karna kau!"


"Ma sudah cukup Ma! Za kamu ke kamar"titahnya


Aza menggabaikan ucapan kakaknya hatinya benar-benar kabut mendengar perkataan Tari. Dia menatap Tari sambil tersenyum getir "Yah,aku Azalea Cavabila anak haram yang kehadirannya tidak diinginkan,bahkan dibenci semua orang. Wanita yang lahir dari rahim seorang yang disebut pelakor"ucapnya lirih sambil berderai air mata


Wahyu masuk ke dalam rumah melihat semua orang yang bersitegang "Ada apa ini?"ucapnya sambil mendekati sang putri yang sedang menangis itu


"Za,ada apa?"Tanya sambil memegang pundak Aza


Aza hanya melirik sekilas kearah Wahyu dan berlari kearah kamarnya.


Wahyu melirik kearah Tari menatap tajam istrinya itu "Apa yang kau lakukan dengannya?"bentak Wahyu


Tari melihat kearah suaminya itu "Aku hanya mengingatkan statusnya saja,memang aku salah?"jawabnya enteng tanpa merasa bersalah


Wahyu benar-benar dibuat geram dengan tingkahnya "Apa kau tidak bisa menghargai dia! dia juga anakmu"


"Dia anak hasil gelapmu bukan anakku!"jawab Tari sambil berteriak


"Pa sudah pa!"ucap Aditya sambil memegangi lengan Wahyu


"Inget yah! sampai kapanpun dia anak haram! anak hasil gelap kamu sama wanita tak tahu diri itu! jangan memintaku untuk mengganggapnya anakku,anakku hanya Aditya!!"Tegasnya. Eva hanya mengelus punggungnya dia sudah sering menghadapi situasi seperti ini jadi lebih baik dia hanya diam tanpa ikut campur.


Wahyu berjalan kearah kamarnya meninggalkan mereka yang menatap punggungnya.


_


_


_


_


**Maaf yah kemarin ngak bisa up,soalnya El lagi ngak enak badan:)


Sorry ya gaes!


Jangan lupa like,komennya gaes😚**