After The Breakup

After The Breakup
BAB 4 Mamay



Hari ini adalah hari dimana Aza sama Viona pergi meninggalkan tempat yang sudah 7 tahun mereka tinggali,ada rasa sedih dihati mereka kala mengingat banyak kenangan dan saksi bisu antara kesedihan mereka dan kebahagiannya.


Mereka sudah berada dibandara menunggu jadwal kapan pesawat lepas landas,mereka akan berpisah pesawat karena Aza akan ke Singapure sesuai permintaan sang Mama,sedangkan Vio akan kembali ke Indonesia.


Aza tampak menggunakan baju kaos putih yang sedikit longgar dipadukan dengan celana jins serta jaket yang dibawanya dengan rambut dikuncir kuda,tas punggung kecil dibelakang,dan kaca mata hitam yang menambah kesan seperti gadis remaja.


Sedangkan Vio memakai baju kaos hitam dipadukan dengan rok jins diatas lutut dengan rambut terurai dan tak lupa kacamata hitamnya


Mereka berjalan memasuki bandara jadwal keberangkatan pesawatnya memang sama,mereka tengah berdiri dengan koper disisi kanan dan kiri masing-masing


"Za lo ke Singapure?nemuin tante Maya?"Vio sambil menatap Aza yang sedang berada dihadapannya


"Salam ya buat tante Maya!"imbuhnya


"Siap!iya nanti setelah dari sana gue pulang ke Indonesia kok santuy,ngak usah kangen-kangen yah"Ucap Aza sambil terkekeh


"Cih!siapa juga yang bakal kangen sama lo,narsis!"Vio sambil berlagak meludah


"Ck…"


Setelah ada pemberitahuan tentang pesawat mereka,mereka berpisah menuju ke pesawat sendiri-sendiri perjalanan dari London ke Singapure memakan waktu hingga 12 jam,sedangkan dari London ke Indonesia memakan waktu hingga 15 jam.


Di Indonesia


Pria yang tengah duduk dikursi kerjanya sedang menatap dokumen-dokumen pekerjaannya.Tak lama suara ketukan pintu membuyarkannya untuk berhenti sejenak dari dokumennya


ceklek


Setelah memerintahkan masuk terdapat sang asisten masuk"Tuan,anda ada meeting dengan perusahaan Hardinata Corp!"ucap Dimas asisten pribadinya


"Baiklah!jam berapa?"Tanya Devano,yah laki-laki tadi adalah Devano Yoga Pranata


"Sekarang Tuan!berkas-berkasnya sudah saya siapkan"Devano langsung berdiri dari kursinya mendengar semua keperluannya sudah siap


"Keperusahaan Hardinatakan?"Tanya Devano kepada sang asisten.Mereka sudah berjalan menuju keluar dari ruangan CEO itu


"Iya Tuan!"


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai diperusahaan Hardinata. Perusahaan sang Ayah dari wanita yang dulu dan sekarang masih sangat dicintainya tapi karena kesalahannya membuat sang wanita pergi dengan rasa sakit hati. Yah itu adalah perusahaan milik Wahyu Hardinata lebih tepatnya Ayah dari Azalea Cavabila yang sekarang Dev tahu Aza ada di London.


Dev berjalan menuju keruangan Aditya Hardinata kakak laki-laki Aza yang sekarang menjabat sebagai CEO Hardinata Corp,walau begitu tapi Wahyu masih bekerja dibelakang sang putra padahal Aditya sudah menjadikan perusahaan lebih maju tidak membuat Wahyu berhenti bekerja begitu saja.


"Kak Adit!"Yah Dev selalu memanggilnya dengan sebutan 'Kakak' sejak dulu disaat dia ada hubungan dengan sang Adik Aditya,walau sekarang orang-orang menganggap bahwa Aza dan Dev sudah tidak menjalin hubungan,tidak membuat Dev menganggapnya berbeda dengan setelah hubungan maupun tidak dia bahkan sudah sangat direstui oleh Aditya maupun Wahyu saat dimana dulu Devano berada didekat sang putri atau adiknya. Tapi mau bagaimana lagi kalau sekarang Tuhan lebih memilih memisahkan mereka.


"Eh- udah nyampe langsung keruang meeting aja Dev"ucap Aditya sambil berdiri dari kursinya dengan diikuti Yudha asisten pribadinya


"Baiklah!"


Mereka berjalan menuju keruang meeting untuk membahas kerjasama yang terjalin antar dua perusahaan itu. Meeting selesai setelah dua jam sekarang waktu menunjukkan jam makan siang Adit mengajak Dev makan siang direstaurant tidak jauh dari kantor


Sesampainya direstaurant mereka memesan makanan. Mereka bertiga yah dia Aditya,Devano,dan juga Dimas asisten Dev,Yudha tidak ikut dia memilih melanjutkan pekerjaan yang dibilang nanggung itu,dia tahu kalau mereka sudah tidak akan membahas pekerjaan jadi dia lebih memilih tidak ikut.


Tak lama datang seorang gadis remaja sekitar unur 14 tahunan duduk di kursi kosong meja mereka


"Pa"ucap gadis itu sambil melirik Aditya, yah dia adalah Aqila Salsabila Hardinata anak Aditya Hardinata


"Kok disini?emang udah pulang?kamu bolos ya?"Tanya Aditya kepada sang putri


"Hai Om Dev,Om Dim!"imbuhnya sambil tersenyum kepada dua orang yang ada dihadapannya


Mereka membalas sapaan itu dengan senyuman,Qila tahu kalau Ontynya dulu dekat dengan Om Dev yang sekarang duduk dihadapannya itu,bahkan dia sering bilang 'Om Ipar Ngak Jadi' kan kejam hahaha


Mereka memakan makan siangnya tadi,Qila juga memesan makanannya tidak ada pembicaraan saat mereka makan


"Onty kok ngak ngabarin Qila sih pa pagi ini?"Tanya Qila kepada sang Papa tiba-tiba saat makan sudah selesai makan


Dev yang mendengar itu hampir tersedak saat ingin minum,mendengar itu dia tidak jadi meminum tidak bisa membayangkan kalau minum sambil mendengar kata Aza yang bisa membuatnya tersedak.


"Mungkin dipesawat,dia mau ke Singapure!"Jawab Adit sambil menatap sang putri


"Onty ngak bilang sama kamu?"imbuhnya


"What!serius pa?kok Qila ngak tahu!dasar Onty!"Ucap Qila geram


Aditya yang mendengar itu terkekeh mendapati kegeraman wajah sang putri"Tumben banget biasanya juga kamu lebih dulu tahu!"


"Kemarin Qilakan ada kemah,Onty mungkin ngak tahu ya sudahlah!"


Dev yang mendengar itu menyaksikan perbincangan anak dan ayah didepan dengan seksama


kenapa ke Singapure?emang dia ada urusan apa? batinnya


Setlah perbincangan itu mereka pergi dari sana dan kembali kekantor masing-masing sedangkan Qila pulang naik taksi


Waktu sudah menunjukkan hampir malam Aza tiba di bandara Singapure dia berjalan keluar dengan dua koper disisi tangan kanan dan kirinya


"Sayang!"Mendengar suara yang tidak asing Aza menoleh dan mengembangkan senyumnya saat melihat seseorang sedang tersenyum dan merentangkan tangannya


"Mamay"Ucap Aza sambil berlari menghampiri sang Mama,dia menghamburkan dirinya kepelukan sang Mama


"Aza kangen sama Mamay"Aza saat di dekapan wanita yang sudah melahirkannya


"Mamay juga kangen kamu sayang!gimana kabar kamu?baik-baik ajakan?"Ucap sang Mama sambil melepaskan pelukan dan memegangi wajah sang putri tercintanya


Aza melepaskan pelukannya"Baik Ma!Mama gimana sehat-sehatkan?"


"Mama baik kok!ihh kamu tambah cantik aja lihat mama jadi tersaingikan!"Maya sambil terkekeh


Aza yang mendengar itu hanya mendengus kesal"Inget umur Ma,anak udah segede gini masih aja narsis!" ucap Aza,yang makin membuat Maya tertawa


Maya adalah seorang model produk kecantikan dan juga baju,dia memulai karirnya setelag berpisah dari Wahyu ayah Aza. Pernikahannya dengan Wahyu bukanlah pernikahan yang diinginkannya,pernikahan mereka terjadi karena kesalahan Wahyu yang mengakibatkannya mengandung Aza diluar nikah.


Maya asli orang Indonesia lebih tepatnya Jogja dulu dia tidak sengaja bertemu orang yang sedang kesusahan naas kejadian itu membuatnya menjadi menderita. Orang yang ditolong adlah Wahyu Hardinata dia merasa tubuhnya kepanasan dan uring-uringan dipinggir jalan karena pengaruh obat perangsang yang diberikan rekan bisnisnya untuk menjatuhkan dia.


_


_


_


_