After The Breakup

After The Breakup
BAB 11 Kejadian Mobil



Aza memasuki toko diler mobil yang direkomendasikan kakaknya itu. Toko yang sering menjadi langganan keluarganya juga


Aza membuka pintunya langsung disambut oleh karyawan di sana dengan ramah "Selamat datang di toko kami mbk! ada rekomendasi mobil yang ingin mbk cari?"ucap karyawan itu dengan senyum ramahnya mwnyambut Aza


"Eh-iya mbk,saya mau lihat-lihat aja dulu ya mbk!"ucap Aza sambil berjalan melihat-lihat mobil


"Mari mbk saya antar! lewat sini ya mbk"karyawan tersebut menunjukkan tangannya untuk Aza berjalan lebih dulu ketempat yang ditunjuk tangannya


Aza berjalan melihat-lihat mobilnya sesekali karyawan itu mwnjelaskan rincian mobil itu


Sampai mata Aza tertuju pada mobil berwarna merah di domisi oleh warna hitam di sudut-sudut mobil. Aza langsung menghampiri mobil berwarna merah itu


"Mbak saya mau yang ini ya mbk!" ucap Aza sambil memegangi mobil merah itu


"Iya mbk itu--"belum sempat karyawan itu berbicara


"Sayang aku mau mobil ini!"Ucap seseorang yang tiba-tiba datang dan memegangi mobil merah incaran Aza itu


"Hei mbk! saya yang sudah duluan yah!"Aza dengan menatap tajam perempuan itu


"Saya mau beli kok! ya kan sayang"ucap perempuan itu dengan menarik lengan kekasihnya itu


Pria yang ditarik lengannya itu hanya membalas dengan senyuman


"Mbak ngak bisa gitu dong!kan saya duluan"Aza kesal dengan tangan yang bersedekap kedada sambil menatap perempuan dan laki-laki didepannya secara bergantian


"Ck!tapi saya mau ini ya! kamu cari yang lain aja,emang kamu bisa beli mobil ini?ini mahal!"Perempuan itu dengan menatap Aza mengejek


Karyawan itu bingung harus memilih yang mana, karena Aza orang yang memilih mobil itu lebih dulu, tapi di sisi lain dia juga tahu bahwa laki-laki yang kekasihnya menginginkan mobil yang Aza mau sebagai langganan toko mobil tersebut


"Sayang aku mau yang ini! pokoknya aku mau yang ini!"perempuan itu sambil bergelayut manja di lengan kekasihnya itu


"Mbak cari mobil yang sama tapi jangan ini mbk!"Aza kekeh dengan pendiriannya untuk memiliki mobil itu


"Maaf mbak tapi yang warna merah dengan merek mobil itu hanya satu disini mbk! tapi masih ada warna hitam,putih,abu-abu"ucap karyawan itu menengahi pertengkaran pelanggan itu


"Aku mau yang ini sayng! pokokknya warna ini dan yang ini"perempuan itu juga kekeh dengan pendiriannya


"Nona maaf! tapi sepertinya anda mengalah saja,biar kekasih saya yang membeli mobil ini!"ucap laki-laki itu dengan mengarahkan tangannya memanggil karyawan tadi


"Enak aja! ngak bisa gitu dong masnya itu ngak lihat ya?tadi saya yang duluan bukan pacar ganjen mas ini"Aza yang sudah ingin memaki-maki orang di hadapannya


"Maaf ada yang bisa saya bantu"ucap sesorang laki-laki dengan perut yang agak buncit dan rambut yang tengah botak itu menghampiri mereka


"Ouh Pak Danu,kekasih saya ingin beli mobil ini"ucap laki-laki yang bernama Bobby, yang sedari tadi lengannya digelayuti oleh cewek yang dibilang ganjen oleh Aza


"Bapak manejernya? begini ya pak! saya duluan tadi yang sudah ingin membeli mobil ini tapi mbk ini tiba-tiba dateng dan ingin membelinya juga! tapi saya kan yang duluan pak"Aza protes kepada dengan marah yang sudah di ubun-ubun siap meledak


"Iya pak,nona ini dulu yang ingin membelinya tapi-"karyawan itu membenarkan ucapan Aza


"Tapi kekasih saya ingin membelinya! mendingan nona cari mobil yang lain aja"ucap Bobby membela sang kekasihnya itu


"Iya nona lebih baik anda mencari mobil yang lain aja!mari saya antar nona!"Danu manejer toko tersebut karena dia takut kehilangan pelanggan setianya


Sedangkan perempuan yang menginginkan mobilnya itu tersenyum mengejek kepada Aza


"Bapak gimana sih!kan saya duluan,mbknya juga tahu itu"Aza sambil menunjukkan tangannya ke karyawan yang membelanya tadi


"Dan ka--"belum sempat Aza berbicara datang laki-laki tampan dengan gagahnya memotong ucapan Aza


"Ada apa ini?"Tegas laki-laki itu


Semua orang melirik siapa yang berbicara tersebut dan mereka tercengang melihat siapa yang datang


"Tuan Dev"Danu manajer toko mobil tersebut sambil membungkukkan badannya


Begitupun dengan Bobby dia merasa ketakutan melihat seseorang berdiri yang tak jauh dari sana


Di dunian perbisnisan Dev adalah orang terhebat, dikenal dingin oleh semua orang menguasai dunia bisnis bahkan tak segan-segan menghancurkan perusahaan orang lain jika bermain-main denganya


"Dev"gumam Aza lirih sambil menatap Dev


"Ada apa pak Danu?"ucap Dev lagi sambil melihat kearah laki-laki itu


"Ini pak! nona ini ingin beli mobil ini,ta--pi nona ini juga ingin membeli--nya"tutur pria itu gugup


"Iya Tuan Dev kekasih saya ingin membeli mobil ini tapi--"ucapan laki-laki itu langsung dipotong oleh Aza


"Tapi apa?heh mas saya dulu ya yang mau beli bahkan saya juga sudah ingin membayarnya!tapi kekasih anda ini tidak tahu diri"ucap Aza sinis menatap perempuan di depannya itu


"Sayang kita cari yang lain aja ya!"bujuk Bobby kepada kekasihnya itu


"Kamu apaan sih!aku pokokknya mau yang ini!"perempuan itu sambil merengek ke lengan kekasihnya itu


"Heh mbk! setidaknya saya masih punya harga diri dari pada anda! ingin beli mobil aja sampai merengek kepada kekasih! yah kekasih belum suami mbk sadar!"ucap Aza sambil menjentikkan jarinya di depan muka wanita itu dengan senyum khasnya


"Apa kamu bilang hah? mau bilang saya matre! heh saya itu seorang model ya,lihat baju saya brand ternama!"perempuan itu masih kekeh dengan pendiriannya


"Yang udah! kita cari yang lain aja"Bobby yang masih berusaha keras membujuk sang kekasih


"De--"lagi-lagi ucapan Aza terpotong dengan ucapan Dev


"Za udahlah! cari yang lain lagi ya!"Dev sambil mendeketi Aza


"Ngak mau enak aja,aku duluan Dev! masak harus ngalah sama model abal-abal kayak dia"kesal Aza sambil menunjuk ke wanita tadi


bener-bener keras kepala batin Den sambil geleng-geleng kepala


Perempuan yang tadi masih kekeh menginginkan mobil itu geram karena Aza menyebutnya 'model abal-abal'


"Heh kamu jangan ngomong sembarangan ya!sayang kok kamu diam aja aku dikatain begitu sama perempuan itu"rengeknya pada sang kekasih


"Hahaha kenapa ngak beranu bicara emang kenyataannya kan!" yah kebiasaan Aza yang suka berbicara ceplas-ceplos tanpa saringan


"Za"Tegur Dev sambil menatap tajam Aza


Aza langsung terdiam dan menundukkan kepalanya dengan tatapan tajam Devano itu


Dev menghela napasnya hanya ini yang bisa dia lakukan jika melihat Aza keras kepala,tapi dia senang dengan satu teguran dan tatapan tajam membuat Aza sedari dulu langsung menurut padanya


"Kita cari tempat yang lain"ucap Dev dengan nada lembut tidak seperti yang tadi sambil menarik tangan Aza keluar


"Permisi pak!"ucap Dev dan berjalan meninggalkan toko mobil tersebut


Aza pasrah dengan apa yang dilakukan Dev,dia ingin berontak tapi tidak bisa


sial! kalau lihat dia kayak tadi nyali gue dari dulu menciut batin Aza sambil menggingit bibir bawahnya menatap Devano dari samping


"Ngak usah digigit bibirnya! aku cium baru tahu nanti"ucap Dev sambil membuka pintu mobilnya di kursi belakang


Aza seketika berhenti menggigit bibirnya dan memalingkan mukanya


"Masuk" Dev sambil memakai kaca mata hitamnya dan menaruh tangannya di mobil mengurung Aza


Aza menoleh melihat wajah tampan Devano yang tepat di depan mukanya. Hati Aza berdegup dengan kencang seakan dia lari maraton


Ya Allah jantungku jangan cepet-cepet berdegupnya,mau ditaruh mana mukaku nanti kalau sampai si cecenguk ini denger,sial! kenapa dia bisa setampan ini sih batin Aza sambil menatap wajah tampan Dev


Dev tersenyum dengan keterpukauan Aza melihatnya dan mengacak rambut Aza membuyarkan lamunan gadis di depannya


"Aku tahu aku tampan,ini hanya milik kamu sayang!" ucap Dev menatap mata lentik Aza dari balik kaca mata hitamnya


"Apaan sih! dasar narsis"ucap Aza sambil memalingkan mukanya malu dengan pipinya yang sudah memerah


"Hmm…kan memang kenyataan!buruan masuk atau aku cium!"


Aza kembali menolehkan wajahnya menatap pada sosok laki-laki di depannya dengan alis terangkat "Mau kemana?"


"Bukankah tadi aku udah bilang di dalam! buruan aku cium hm?"Dev dengan senyum tampannya itu


Aza langsung masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan. Dev terkekeh melihat kelakuan Aza dia juga masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Aza,di bagian kemudi terdapat Dimas sang asisten siap mengantarkan kemanapun bosnya itu


"Jalan ke tempat yang sudah saya bilang Dim! kamu juga udah bilangkan seperti yang aku bilang tadi?"Dev sambil melipat kakinya dan mengambil benda pipih dari jasnya


"Sudah Tuan"Dimas sambil menjalankan mobilnya


_


_


_


_


Mau di ajak kemana ya Mbk Aza sama Mas Dev