
Hari sudah berganti pagi,semua orang sudah menjalankan aktivitasnya seperti hari-hari berikutnya setelah acara pernikahan Bryan&Viona kemarin.
Dev yang sudah bersiap untuk pergi ke kantor sedang memasang dasinya dan menatap kaca di depannya,di temani ponsel yang setia menampilkan wajah seseorang disebrang sana sedang menatapnya kagum.
"Masyallah aku punya calon suami setampan itu,baru nyadar aku"ucap Aza sambil terkekeh.
Dev mengambil ponselnya setelah dirasa dasinya sudah sempurna terpasang di lehernya,sambil tersenyum dia menatap Aza dan menenteng jasnya di lengan tangannya "Buka mata! jangan merem muluk makanya"cibirnya.
Aza mengerucutkan bibirnya "Ngak jadi muji! gede kepala nanti"
Dev terkekeh dan berjalan menuruni tangga menuju keruang makan "Ngak mau istirahat? disana tengah malam kan?"
"Kangen sama kamu Ayy,iya ini juga baru pulang kerja lembur"
"Jangan keseringan tidur malam,Sing! jaga makan,kesehatan juga"ujar Dev sambil menatap tajam ponselnya.
Aza menghela napasnya "Iya"
"Vitaminnya juga sekalian!"
"Masih banyak yang di siapin sama papa"
Dev mendekat kearah Bundanya dan mengecup pipinya "Pagi Bun,Pagi Yah"ucapnya sambil duduk di meja bersama Ayah dan Bundanya.
"Pagi"ujar Diana sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.
"Pagi Dev"balas Surya.
Diana duduk dan menoleh kearah ponsel Dev "Hai sayang!"sapanya pada calon menantu idamannya itu.
Aza tersenyum dari sebrang sana dan membalas sapaan calon mertuanya "Tante,pagi Tan"
Diana mengerutkan keningnya "Disana sudah pagi,Za?"
Aza menggelengkan kepalanya "Belum"
"Jam berapa,Za?"Tanya Diana sambil mengambil ponsel putranya dari tangannya,Dev membiarkan Bundanya mengambil ponselnya karena itu sudah biasa jika dia sedang berkomunikasi dengan Aza,Bundanya selalu mengambil alihnya. Bukannya kesal dia malah bersyukur ikatan antara kedekatan Bunda dan Ayahnya dengan Aza sekarang atau dulu selalu sama,menyayangi Aza seperti putrinya sendiri.
Surya mendekat dan menyapa Aza "Za"
"Om"balas Aza dengan senyum manisnya.
Diana membelalakkan matanya menatap tajam putranya yang sedang duduk di depannya "Apa kamu ngak biarin Aza istirahat,Dev!"
Dev menatap Bundanya santai dan menjawab dengan tingkah cool dirinya "Yah kangen,Bun! kayak ngak tahu anak muda aja"
Diana langsung memincingkan matanya tak percaya dengan jawabban putranya "Yah ngak jam 12 Dev"
Surya tampal biasa saja mendengar perdebatan istri dan putranya yang sudah terbiasa terjadi. Sedangkan Aza tampak memdengarkan perdebatan itu dari layar ponselnya.
"Dia habis kerja Bun! sekalian tadi sebelum tidur"
Diana tak menghiraukan perkataan putranya dia menatap wajah cantik Aza dari sebrang sana "Kamu istirahat aja,Za! ngak usah dengerin omongan si sableng itu"
"Bunnnn"ucap Dev menatap Bundanya.
Diana menatap putranya sekilas dan mencibir kesal "Apa?mau protes?"Dev mendengus kesal mendengar perkataan ibu negaranya itu,dia memalingkan wajahnya menatap Ayahnyabyang tampak acuh menikmati makanannya.
Aza tertawa mendengarnya dia menganggukkan kepalanya.
Diana kembali ke ponselnya "Biarin aja,Za! kalau dia telfon kamu malam-malam di jam sana jangan diangkat! nglunjak tuh anak"
"Kamu istirahat jaga kesehatan,sayang"kata Diana lagi.
Aza mengangguk "Tante juga jaga kesehatan,kalau gitu Aza tutup dulu yah Tan. Bayy salam buat Om,Tan"
Diana mengangguk dan mematikan panggilan itu dan mengembalikan ponselnya kepada putranya sambil menatap putranya tajam "Awas jika kamu lakuin itu lagi,Aza butuh istirahat buat kontesnya eh kamu malah gangguin dia"
Dev hanya berdehem menyantap makanannya bisa panjang kalau ngak nurut batin Dev
Mereka menyantap makanan dengan tenang setelah tadi perdebatan anak dan ibu itu. Tapi momen-momen inilah dia rindukan setalah tujuh tahun karena sikap Dev yang benar-benar dingin karena kepergian Aza. Semenjak Aza kembali,diri Dev yang selalu hangat kepada semua orang seolah kembali dengan sendirinya. Diana dan Surya benar-benar bersyukur,Aza memang benar-benar membuat pengaruh besar dalam diri seorang Devano Yoga Pranata.
_
_
_
_