
Tiga hari sudah berlalu,Aza sudah menjalani hari-harinya dengan biasa. Sudah bekerja di kantor yang akan menjadi miliknya? itu sih isi pikiran dia!. Menjadi direktur Nata Fashion adalah salah satu keinginan terbesar.
Dunia fashion yang turun dari sang mama sangat melekat pada diri seorang Azalea. Fashion adalah dunianya,menjadi designer adalah cita-citanya. Memiliki perusahaan milik papanya adalah tujuannya. Benar-benar dunia Aza sudah terhubung semuanya dengan fahion.
Jika Maya model maka Aza designer,jika Maya bergaya maka Aza menggambar,jika Maya terkenal maka Aza akan lebih terkenal dari sang mama yang merupakan model terkenal.
Itulah perbedaan dari seorang anak dan ibu,tapi keduanya pecinta fashion.
Aza yang sudah membereskan meja kerjanya melangkahkan kakinya keluar ruangan. Di bahu kiri Aza ada tas slempang yang menyender disana.
"Saya ketemu Tuan Bryan Frdick kan Ki?"Tanya Aza saat sudah di depan meja kerja sekertaris papanya.
Riski tersentak kaget mendengar suara tiba-tiba dari bosnya,tapi dia langsung bersikap ramah menyambut bosnya "Iya bu! apa saya perlu ikut?"
Aza menggeleng tak menyetujui "Ngak usah! ini cuma perbincangan kerja sama lebih dahulu! belum tentu kita menerima kerja sama itu"ujar Aza.
Riski hanya mengangguk paham lalu Aza pamit untuk menemui Bryan suami sahabatnya yang sudah sebulan ini,di Garden Cafe yang tak jauh dari kantor.
Melajukan mobil merahnya kearah cafe dengan kecepatan normal. Hingga tak butuh waktu lama Aza sudah sampai di sana.
Memasuki cafe mencoba mencari Bryan dan tak lama lambaian tangan membuat Aza mendekat.
"Ck! lama banget deh lo"kesal Bryan yang sudah duduk dengan secangkir kopinya.
Aza menarik salah satu kursi dan mendudukinya lalu menyipitkan matanya kearah Bryan "Siapa yang minta ketemu di luar? lagian ini sudah pas waktunya setelah pulang kerja!"ujar Aza.
Bryan hanya menghela napasnya pelan menatap teman sekolahnya dulu atau lebih tepatnya tunangan sahabatnya.
"To the point aja"ucap Aza membuat Bryan tersentak dan menggelengkan kepalanya.
"Bener-bener cewek ngak suka basa-basi"
Aza hanya acuh dan memesan kopi lalu kembali menatap Bryan mengangkat kedua alisnya meminta penjelasan Bryan.
Bryan meletakkan kedua tangannya di meja lalu menatap Aza serius "Gue mau kerja sama"Aza hanya setia mendengarkan penjelasan Bryan dengan bersedekap tangan di dada.
"Gue pengen perusahaan lo nyetok baju di mall gue"imbuhnya lagi.
Aza mulai paham arah pembicaraan Bryan "BF Mall??"
"Nah tuh"ucap Bryan sambil menjentikkan jarinya membuat Aza menatap tak percaya lalu mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius lagi.
"Paling keuntungan kecil! ogah gue!"tolak Aza mentah-mentah sambil menyeruput nikmat kopi pesenannya yang baru datang melirik Bryan singkat untuk melihat ekspresinya.
Bryan melotot tak percaya dengan penolakan Aza,menatap kesal wanita yang dengan santainya menyeruput kopinya.
"Lo--"ucapan Bryan yang sudah di ubun-ubun terhenti tak kala mendengar namanya disebut.
"Loh Bryan"ucap Diana yang berdampingan dengan Dev.
Aza langsung menoleh tak kala ada suara di belakangnya wajahnnya terkejut tak kala melihat siapa yang berdiri di belakangnya.
Diana tersenyum lalu mendekat kearah mereka yang di ikuti Dev di belakangnya.
Aza berdiri dan langsung menyalami tangan Diana "Tante"ucapnya.
Diana mengelus rambut Aza "Tante kira siapa? dari belakang berbeda karena kamu ganti warna rambut sama modelnya"
Ouh ya untuk masalah rambut Aza di luar dugaan Aza yang ternyata sama sekali tidak mempermasalahkan rambutnya. Wahyu yang biasanya bermasalah dengan penampilan putrinya yang menurutnya salah akan langsung di tegur,tapi sekarang enggak!! Aza sangat-sangat senang tanpa mendapat teguran itu.
"Eh- tante duduk ya?"
Dev yang sudah duduk anteng di sebelah Bryan di meja bindar itu berbicara "Duduk aja Bun! ngak di larang juga"Bryan dan Aza mengangguk menyetujui itu.
Aza yang tampak langsung terdiam tiba-tiba membuat Dev yang menatapnya hanya menghela napasnya.
Menghindari kontak fisik secara langsung,enggan bertemu. Dev memahami sikap Aza,dia sudah berusaha untuk membuktikan tentang kesalahan berita itu. Tapi sayang Agus benar-benar tak membiarkan masalah itu berakhir begitu saja!
"Kalian lagi ngapain?"Tanya Diana menyentak lamunan Dev dan Aza. Bryan yang memahami akan kerenggangan sahabatnya pun mencoba mencairkan suasana.
"Lagi kerja sama tan"balas Bryan.
Aza langsung menatap Bryan dan menyipitkan matanya "Belum bekerja sama"ralat Aza.
"Bener-bener lo! gue temen lo,Za!"
Aza hanya mengangkat bahunya acuh lalu tersenyum "Dalam bisnis tidak kenal teman! biasanya aja yang berteman dalam bisnis bisa jadi musuh"
Diana hanya mengerutkan keningnya bingung dan menatap putranya yang duduk di sampingnya. Dev hanya menatap dengan pandangan 'biarin aja dulu Bun' itulah sorot matanya membuat Diana mengangguk.
"10% persen keuntungannya"ucap Bryan tapi tak membuat hati Aza goyah.
"Itu kecil,Sing"sahut Dev tiba-tiba membuat kedua krang sedang berdebat itu menoleh.
"Temen bukannya di bantuin malah di blusukin"kesal Bryan membuat Dev terkekeh.
Aza mengangguk menyetujui pendapat Dev lalu dia menatap Bryan lagi "Tuh!!! banyak perusahaan yang mau bekerja sama dengan Nata Fashion! 10% bukan apa-apa"
Bryan melototkan matanya membuat Dev tertawa keras hingga mendapat teguran dari Diana.
"Maaf Bun!"
"Ngak usah milih yang kecil,Sing!"imbunya.
"Ayolah,Za! seengaknya lihat kalau gue ini suami sahabat lo"rayu Bryan agar membuat Aza luluh.
Tapi sayang Aza sama sekali tak termakan rayuan itu "Sorry-sorry nih Bry tapi serius itu terlalu kecil"ucap Aza.
Dev mengangguk "Kalau ada yang besar kenapa harus yang kecil"celetuk Dev.
Bryan langsung memukul lengan sahabatnya itu "Dasar pasangan pelit"
"Dan lo,Za! gue bisa aja ngambil alih Nata Fashion dari Wahyu Hardinata! semisal ambil alih dengan menjadi investor disana!"ucap Bryan lagi menantang Aza dengan bersedekap tangan di dada,mengibarkan bendera peperangan dengan wanita di depannya.
"Heyyy kau Bryan Fredick!! tuh mulut jangan asal jiplak aja dong! mana bisa begitu"sungut Aza kesal menatap tajam Bryan.
"So...."ucap Bryan.
"20% gimana?"tawar Aza membuat kedua alis Bryan menyatu.
"Lo kalau nawar langsung banget!"
"Gue bukan perempuan yang suka basa-basi!"
Bryan hanya mengangguk-angguk "Oke dealllll"ucap Bryan sambil berjabat tangan dengan Aza. Senyum yang terbit di bibirnya seolah mengejek kalau dirinya mengalahkan putri Hardinata.
"BF Mall Bry?"tanya Dev yang di angguki Bryan.
_
_
_
_
...Like,komen...