
Aza turun dari taksi,dan menyuruhnya menunggu di depan hotel. Aza memasuki hotel bintang 5 itu,acara pertunangan itu diadakan di ballroom hotel.
Saat sudah di dalam Aza menghubungi Vio namun tidak diangkat-angkat olehnya
Sedangkan didalam hotel yang lain
Banyak orang-orang bercanda dan menikmati hidangan karena acara belum menunjukkan waktunya banyak yang sudah datang dan ada juga yang belum datang
"Woyy!! ngak usah tegang-tegang santai aja!"ucap Fredo memecah keheningan dimeja.
Mereka berlima duduk disana dia adalah Dev,Bryan,Fredo,Jenifer,dan sikecil Justin
Bryan bersungut kesal"Sialan lo! siapa juga yang tegang"sambil menatap sahabat duduk disampingnya
"Om Bry,tante yang ingin jadi tunangan Om cantik?"Tanya Justin polos yang duduk disamping Dev sambil memakan es krim. Semua orang yang mendengar itu tercengang mengucapkan kata 'astaga'
Je melototkan matanya tak percaya dengan ucapan sang anak"Siapa yang ngajarin kamu ngomong gitu Just?"sewotnya kepada anaknya
Sedangkan Justin langsung menutup mulutnya dan menatap Om Devnya dengan mata penuh tanda tanya 'Justin ngomong apa Om' sedangkan Dev hanya geleng-geleng melihat sang keponakan
"Just ngak tahu Mi"Justin sambil merapatkan badannya ke Om Devnya
"Jangan gitu lagi Mami ngak suka!"Je sambil mengeleng kepalanya
"Iya Mami sayang"Justin dengan senyum manisnya
Sedangkan didalam kamar salah satu hotel seseorang dengan gelisah memikirkannya Aza udah nyampe belum sih? Ya Allah mudahkanlah batin Vio sambil mondar mandir seperti setrika dengan gaun pertunangannya itu
Tak lama ponselnya berdering tertera nama Aza disana ia langsung menggeser icon hijau
"Hallo Za,gimana?udah nyampe?"Tanya Vio beruntun
"Udah lo buruan ganti baju lo!nomer berapa kamar lo?"Aza sambil berjalan menuju lift
"106 lantai 2,oky tunggu ntar lo masuk aja udah ngak ada orang"ucap Vio sambil mematikan ponselnya dan segera mengganti pakaiannya
Aza memasuki lift dan memencet lantai 2 seperti yang dibilang tadi. Aza mondar-mandir mencari kamar sahabatnya itu dan tak lama dia melihat kamar nomer 106,Aza mengamati sekitar apakah aman atau tidak jika dirinya masuk.
Setelah dirasa cukup aman Aza membuka pintu kamar hotel tersebut karena kamarnya tidak ditutup dengan rapat sengaja dilakukan Vio agar mempermudah Aza masuk
Aza duduk disisi ranjang menunggu sahabatnya itu ganti pakaian sambil memainkan ponselnya tak lama pintu kamar mandi terbuka nampaklah Vio yang sudah memakai baju biasa dengan rambut terurai
"Za!aman ngak?"Tanya Vio sambil meletakkan gaunnya diranjang
"Udah selesai!ayo buruan sebelum ketahuan!"Aza sambil menggandeng sahabatnya itu dengan mata menelisik keadaan sekitar
Aza dan Vio mengendap-ngendap apa ada orang disekitar mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka sampai didepan pintu ballroom diadakannya pertunangan itu yang terbuka lebar,karena melewati ballroom adalah jalan satu-satunya agar bisa keluar dari hotel
"Za!"ucap Vio tegang sambil mengeratkan genggaman tangannya
"Tenang Vi! jangan tegang!Aza sambil melirik temannya dan merapatkan genggamannya
Mereka berjalan persis didepan pintu ballroom tersebut sampai tiba-tiba suara barritone menghentikan langkah mereka
"KALIAN MAU KEMANA?"
Ya tuhan ampuni kami batik Vio sambil menahan ketakutan
Ya Allah lingdungi kami,selamatkan kami batin Aza sambil mengigiit bibir bawahnya
Di dalam ballroom mereka nampak biasa saja menikmati pesta tanpa curiga dengan sang tunangan wanita mereka berkumpul disana dan tiba-tiba dilihat seorang melangkah ke keluarga wanita dan pria yang satu meja
"Maaf Tuan tadi saya ke kamar nona Vio,tapi tidak ada nona Vionya hanya ada gaunnya di atas ranjang,saya sudah cari didekat kamar tapi tidak ada nona Vio"ucap seseorang
Semua orang kaget mendengarnya bahkan keluarga Pranata dan Hardinata yang duduk di meja sebelahnya pun kaget mendengarnya
"Apa!! dimana dia? kenapa bisa hilang?"Nataniel kaget dan langsung berdiri
Sedangkan Bryan nyalinya besar juga bagus deh
"Pa tenang kita cari baik-baik jangan begini nanti tamunya denger"Hana mama Vio sambil mengusap lengan sang suami
"Kok bisa begini Niel?"ucap papa Bryan
"Maaf!kita tunggu saja didepan pintu ballroom bukannya bila ingin keluar dari hotel melewati ballroom"Ucap Dev tiba-tiba
Semuanya menggangguk dan berdiri kesana,Nataniel juga menyuruh orang untuk mencari anaknya disekitar hotel
Dan benar juga saat seseorang sedang berbisik-bisik tak jauh dari pintu semua orang melihat sekilas wajah Vio tapi tidak dengan wanita yang memakai dress hitam bermotif tersebut
Mereka berdua nampak tidak melihat kearah pintu bahwa sudah ada banyak pasang mata yang melihatnya sampai saat mereka melewati pintu
"KALIAN MAU KEMANA!!"ucap Niel dengan suara baritonenya sukses menghentikan langkah mereka
Sedangkan mereka berdua dengan rasa takut dan menggenggam satu sama lain dengan tangan yang sudah dingin sedingin es hanya bisa berdoa dengan mulut komat- kamit
"BERBALIK!!"ucap Nataniel dengan suara tegasnya
"Serius Vi?gimana Vi gue juga takut!"Aza sambil mengeratkan tangannya sama Vio dengan memejamkan matanya
"PAPA TAHU ITU KAMU VI!!"JIKA TIDAK BERBALIK..."
Nataniel dan Hana secara reflek mengelus punggung suaminya agar meredakan amarahnya
Aza sama Vio otomatis berbalik dengan kata-kata papa Vio itu,dengan menundukkan kepalanya dan meremas baju yang dipakai mereka
Saat mereka berbalik betapa terkejutnya mereka memang benar kalau itu Vio yang sudah ingin kabur dan mereka juga terkejut dengan wanita cantik disamping Vio yang menundukkan kepalnya
Terkejutnya Dev melihat seseorang persis disamping sang calon tunangan sahabatnya itu. Yah dia kaget bukan main dengan kehadiran wanita yang selama ini ia rindukan,ingin ia peluk,dan menghujaninya dengan ciuman 'Aza' batinnya
"Aza!"Ucap Adit reflek begitupun dengan yang lain
"Aza?bukankah kamu di Singapure?"ucapan Nataniel seolah
Aza dan Vio diam dengan ketertakutan mereka bahkan mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang ada dihadapan mereka pun tidak berani
"Kamu Vio!Papa bener-bener ngak habis pikir sama kamu!masuk ke kamar ganti pakaian kamu lagi!waktunya sudah mepet!"
Kata-kata Nataniel membuat dua orang yang sudah menunduk itu mengangkat kepalnya
"Pa-"Vio sambil menatap Papanya
"Tidak ada tapi-tapian Vi!Ma bawa Vio ganti pakaiannya dan make up ulang dia!"
Aza menatap Nataniel sekilas dan beralih menatap Vio bahkan dia masih tidak fokus orang yang dihadapannya,lalu dia menggegam tangan Vio dan reflek Vio menoleh
"Mungkin jalanmu bertunangan Vi! maaf kita ngak bisa kabur!lihat bodyguard bokap lo banyak banget"bisik Aza di depan muka Vio
Vio menoleh melihat sekeliling mereka memang bener banyak orang yang memakai pakaian serba hitam"Iya deh Za mana bisa kita kabur lagi! bisa-bisa kita mati digantung Papa"Vio sambil melihat wajah Aza
"Ngak ada waktu buat bisik-bisik!apa kamu ngak lihat calon suami dan mertua kamu!apa kamu ngak tahu akibatnya nanti dua keluarga yang akan malu Vi!"Nataniel geram dengan tingkah anak dan sahabat anaknya itu
Aza,Vio langsung menoleh kedepan lagi melihat Nataniel
"Siapa calon suami lo Vi?"Tanya Aza melihat ke Vio
"Dia...Bryan"jawab Vio sambil menunjuk Bryan dengan dagunya yang sedang berdiri di sebelah Dev dan Fredo
Aza reflek melihat kearah yang ditunjuk sahabatnya itu dia terkejut bukan main melihat siapa calon suami sahabatnya itu
"Bryan Fredick"Ucap Aza reflek dengan suara yang agak tinggi dan membekap mulutnya,yang membuat semua orang melihat dirinya
Plak
Tangan Vio memukul lengan sahabatnya itu
"Auww sakiy tahu!main pukul-pukul sembarangan"Aza sambil mengusap lengannya dan menatap tajam sahabatnya itu
"Suara lo marfuah gang-"ucapan Vio terhenti ketika Mamanya udah sampai didepannya
"Nanti aja ributnya!buruan ganti baju lagi"Mama Hana sambil menarik tangan anaknya menjauh dari sana dan menundukkan kepalanya kesemua orang
Aza masih linglung dengan bodohnya dengan mata menatap kepergian Vio dan Mamanya sampai-sampai suara seseorang mengagetkannya
"Kapan kamu kembali Za!"Aditya tegas dengan mata mengintimidasi
Aza menoleh dia baru sadar kalau dirinya sekarang juga dalam bahaya menatap semua orang yang ada didepannya
Matanya terhenti ketika dia melihat seseorang yang dulu selalu memberikan cinta kepada dirinya,dan karena kesalahannya juga yang membuat Aza jauh dari keluarga sampai bertahun-tahun
Tatapan mereka bertemu dengan sorot mata yang rindu dan ingin memeluk satu sama lain ada rasa kekecewaan dari sorot mata Aza tapi ada juga rasa rindu yang sangat,tapi rasa kecewanya lebih besar dari rasa rindunya
Tapi tidak dengan Dev sorot mata yang penuh dengan rindu pada satu wanita yang selalu dicintainya,ingin rasanya dia mengahampiri dan memeluknya menciummi wajahnya keseluruh wajahnya
Bahkan kepergian orang tua Bryan dan Nataniel untuk memberi waktu kepada Adit bertanya masalah itu tidak dihiraukan kedua insan yang merindu dengan kekecewaan sampai-sampai suara kakaknya membuatnya memutuskan kontak mata itu
"Aza kakak tanya sekali lagi!kapan kamu pulang?bukankah kamu pulang besok?"Tanya Aditya kepada sang adik kesayangannya itu
Dan yang lain hanya menjadi pendengarnya bahkan Wahyu sampai bingung harus bagaimana
Aza menunduk meremas dresnya"Tadi,sebelum kesini"lirihnya tapi masih di dengar yang lain
_
_
_
_
Nanti gimana ya dengan rekasi Mas Dev kepada Mbak Aza??