After The Breakup

After The Breakup
BAB 17 Skandal Tentang Mama



Mendengar nama 'Laura' di sebut Dev dan Bryan terkejut mendengar Aza mengucapkan kata itu dengan gamblang


"Apa kenapa menatap aku begitu?"Tanya Aza santai dan langsung memalingkan wajahnya


Saat Dev ingin berbicara ponsel Aza berdering dan membuat Aza langsung melirik ponselnya. Aza langsung mengambil ponselnya dan menggeser tmbol hijau


"Hallo tan"ucap Aza


"Z--a"jawab seseorang dari sebrang sana


"Tante kenapa?"Tanya Aza dengan alis yang menaik


Dev,Bryan,dan Vio hanya mendengarkan dan menatap Aza dengan penasaran siapa yang ada di sebrang telfon itu


"Za tante ingin berbicara sesuatu"ujar Lana,yah dia Lana asisten sang mama kandungnya


"Ada apa tan?"Tanya Aza bingung


"Za sebenarnya mama kamu di rawat di rumah sakit"


Deg!


Bagai petir yang menjalar di tubuh Aza dia hanya diam mematung tanpa mengucapkan kata apapun. Sampai membuat ketiga orang di sana terkejut melihat ekspresi tubuh Aza yang mendadak begitu


"Tante sebenarnya ngak boleh kasih tahu ini ke-kamu Za! tapi tante ngak bisa semuanya terlalu rumit"Lana menghentikan ucapannya dan menghela napas


Aza langsung tersadar dan memalingkan wajahnya agar tidak bertatapan dengan ketiga orang itu,mata Aza merah berkaca-kaca lidahnya seolah kelu untuk mengucapkan sesuatu


"Se-jak kapan tan"Tanya Aza dengan suara bergetar. Vio langsung merangkul Aza dan mengusapnya dan membuat Aza memalingkan wajahnya ke Vio sambil mengusap air mata yabg hampir menatap


"It's okay Vi"lirih Aza dengan mata yang memerah


"Sudah dua hari Za,mama kamu shok dan stres karena skandalnya Za. Yah Maya ada skandal"ujar Lana dari seberang dengan air mata yang sudah menetes


Aza langsung mengusap wajahnya kasar dan menunduk,tangan Vio masih mengusap punggung Aza dia tahu kalau sahabatnya itu ada masalah


"Jadi bener rumor tentang skandal itu tan?"


"Kamu tahu tentang skandal Maya?"


Aza menghela napasnya kasar "Hari ketiga Aza di sini ada salah satu berita memberitkan tentang mama,bahkan saat itu juga Aza menghubungi mama dan apa yang mama katakan hanya it's okay mama baik-baik aja"


"Z-a"ucap Lana gugup


"Aza kesana malam ini!"Aza sambil memberikan berkas Bagas tadi ke Vio. Vio mengernyitkan dahinya bingung


Aza mematikan panggilan dengan asisten mamanya itu dan mencari nama seseorang,dia memencet panggilan dengan nama itu dan tak lama sambungan pun tersambung


"Halo kak,kaka Aza minta tolong pesenin tiket ke Singapura malam ini yah,jamnya kalau ada yang secepatnya kak" Yah Aza menghubungi Aditya kakaknya


"..."


"Nanti Aza cerita di rumah!"ucap Aza sambil mematikan panggilan itu


Semua orang menatap terkejut kepada Aza bahkan Dev langsung melototkan matanya


"Lo jangan gila yah Za! buat apa ke Singapura malam-malam begini"Tanya Vio sewot


"Mama ada masalah Vi,dan dia di rawat di rumah sakit bahkan sudah dua hari dia di sana mana bisa aku diam aja di sini!"Tegas Aza dengan air mata yang mengalir di pipi tanpa ia sadarri


"Tante Maya?ada masalah apa?cerita Za tante Maya ada masalah apa?"Tanya Vio beruntun


Aza tidak menjawab pertanyaan itu dia langsung berdiri dan menatap Vio "Gue serahin ini ke Bagas! gue pergi dulu"ucap Aza langsung pergi dari sana dengan sedikit berlari dan air mata yang terus méngalir


Dev beranjak dari duduknya dan mengejar Aza,saat itu juga Aza baru akan membuka pintu mobilnya dan Dev langsung menghentikannya membuat Aza menoleh ke pada orang yang menahan pintu mobilnya


"Kau mau pergi begitu saja?"Tanya Dev dengan tangan yang masih menahan pintu mobil Aza


"Menjauhlah,aku ingin masuk!"Tegas Aza sambil menatap Dev


"Tidak!"ucap Dev dengan tegas juga


"Apasih mau kamu? mama aku dalam masalah dan aku disini diam aja?apa kau sudah gila"kesal Aza dengan mata yang memerah kesal


"Aku tahu tapi tidak bisakah kamu tenang dulu"ucap Dev menarik Aza ke dalam pelukannya mengelus lembut rambut Aza


Aza menenggalamkan wajahnya di bidang Dev dengan air mata yang masih mengalir membalas pelukan Dev


"Menangislah"ucap Dev lembut menenangkan Aza


"Hiks..hiks mama Dev,apa mama akan baik-baik saja?kenapa mama tidak pernah cerita ke aku?aku putrinya tapi apa,aku bahkan tidak tahu sama sekali"Aza sambil menangis dan merengkuh tubuh Dev menyenderkannya di pundak Dev karena tubuh Aza tidak terlalu kecil,tubuhnya setinggi dagu Dev.


Dev diam mendengarkan keluhan Aza dan memeluk Aza erat memberikan kekuatan kepada wanitanya itu


lima menit sudah berlalu Aza melepaskan pelukannya dari Dev dengan mata yang sudah bengkak dan memerah. Dev mengarahkan tangannya mengusap air mata Aza dan mencium kening Aza agak lama membuat Aza memejamkan matanya menikmati ciuman Dev


"Jangan menangis lagi! kita ke bandara sekarang,aku sudah mengurus semuanya"


Aza menatap lekat mata Dev "Kau ikut?"tanya Aza polos membuat Dev tersenyum tipis dan mengacak rambut Aza gemas


"Kau tahu matamu bengkak jadi jelek!"cibirnya kepada Aza yang membuat Aza langsung memukul lengan Dev


"Jangan dilihat jika jelek"sungut Aza kesal


"Ya sudah siapa juga yang melihatmu ke geeran"


Ucapan itu langsung membuat mata Aza melototkan matanya tak percaya "Cih!dasar narsis"


Dev langsung tertawa mendapatkan wajah kesal Aza "Jangan menangis lagi ada aku Sing!"ucap Dev sambil mencium kening Aza lagi dengan sayang


Aza menatap lekat manik mata Dev "Terima kasih"Aza dengan senyum merekah. Dev yang melihat senyuman Aza ikut tersenyum karena ia sangat membenci wanitanya mengeluarkan air mata kesedihan


_


_


_


_