
Aza sedang menikmati angin malam menerpa tubuhnya dengan sedikit mengelus lengannya yang terhalang jaket Dev
"Kita pulang ya?kamu kedinginan"Pinta Dev ke Aza
Aza langsung menoleh ke laki-laki yang berada di sampingnya "Ngak ah masih ingin di sini,nikmatin angin malam"ucapnya sambil mengulas senyum
Di sinilah mereka duduk di sebuah taman yang cantik,menikmati lampu-lampu jalan dan mobil yang berlalu lalang membiarkan angin malam menerpa tubuh dua sejoli itu
Dev langsung membalas senyuman itu dan mengusap agak kasar rambut Aza sehingga membuat rambutnya sedikit berantakan
"Ihh"kesalnya sambil menatap tajam laki-laki yang membuat rambutnya berantakan. Dev hanya terkekeh mendapati wajah gadis itu
Dev mengalihkan pandangannya ke arah penjual es krim "Dev mau es krim?"Tanyanya kepada Aza
"Jangan gila! ntar kalau sakit gimana? makan es krim di malam-malam begini"tegur Dev
Aza berdehem mendapatkan teguran itu mencoba untuk mencari cara agar dia bisa memakan es krim "Sekali ini aja ya?janji deh satu aja! ya ya ya"ucapnya sambil menatap Dev dengan mata puppy eyesnya
Dev langsung mengalihkan pandangannya kearah lain tidak sanggup jika dirinya melihat mata Aza yang begitu meluluhkan hatinya,dengan berat hati Dev mengijinkannya "Oky,tapi sesuai yang kamu bilang hanya satu jangan lebih!"lirihnya sambil memperingatkan Aza
Dengan mata yang berbinar-binar Aza langsung tersenyum lebar dan berdiri "Ahh terima kasih"ujarnya sambil menatap Dev dengan tersenyum mengembang
Dev ikut tersenyum melihat senyum Aza "Duduk di sini aja,aku beli bentar"
"Ngak usah! aku aja"
"Ta-"belum sempat Dev berbicara Aza sudah menyekanya
"Ngak-papa,sebentar aja kok"ucap Aza dan langsung berjalan ke arah penjual es krim itu. Dev hanya menatap punggung Aza yang menjauh darinya
"Pak saya mau es krimnya dua coklat sama vanila"ucap Aza ke penjual es krim itu
"Baik nona"
Setelah mendapatkan es krimnya Aza berjalan ke tempat tadi dengan senyum yang mengembang,tapi tak lama senyumnya luntur kaget melihat apa yang dia lihat
"La-ura"ucapnya terbata-bata dan
Aza langsung menutup mulutnya matanya yang sudah memerah berkaca-kaca menatap kejadian di depannya. Aza langsung menurunkan tangannya dan memalingkan wajahnya dengan air mata yang sudah luruh
"Kecewa kedua kalinya"ucap Aza sambil tertawa garing
Aza berjalan menjauh dari tempat itu dan berjalan ke bahu jalan menghentikan taksi. Di dalam taksi Aza hanya melihat keluar jendela pikiran yang masih memikirkan kejadian yang membuat hatinya merasa teriris
"Terjadi untuk kedua kalinya"Aza dengan air mata yang sudah membasahi pipinya dan tertawa garing lagi dan lagi
Aza berhenti di depan rumah mamanya,dia langsung turun dari taksi dan memasuki rumah mamanya itu
Lana yang sedang duduk di sofa kaget dan langsung berdiri menatap anak majikannya itu, dia terkejut melihat Aza yang pulang dengan derai air mata "Za apa yang terjadi? apa kamu masih marah sama mama kamu? terus kenapa pulang sendiri?"ucap Lana dengan berbagai pertanyaan dan berjalan ke arah Aza
Aza hanya menatap Lana yang memberinya berbagai pertanyaan tanpa menjawabnya,dia langsung berlari ke arah kamarnya dan menutup pintunya rapat
Lana benar-benar kaget dengan tingkah Aza "Apa dia masih marah?apa dia sekecewa itu sama Maya"lirihnya sambil menatap pintu kamar Aza
Aza langsung mengunci pintunya dia diam di belakang pintu tubuhnya merosot tak kuat menahan rasa sesak di hatinya,ada yang retak tapi bukan kaca itulah yang sekarang di rasakan Aza
Aza duduk dengan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya menggegam erat lututnya,hatinya benar-benar sesak akan kejadian tadi
ini akan terjadi Za! bukan salah paham seperti yang dikatakannya. Mereka semua memang benar bahwa kau hanya di jadikan bahan taruhan olehnya bukan karena cinta batin Aza sambil terisak
_
_
_
_
Duh-duh masalah dateng nih
Jangan lupa like,komen,dan votenya ya😚