
"Apa yang membuat anda bicara seperti itu Tuan Agus"tegas Dev tak membuat pria yang duduk di depannya tak gentar atau takut sama sekali.
Agus memutar laptop kearah Dev,membuat Dev mengerutkan dahinya "Apa ini?"Tanya Dev dengan bingung.
Agus mencondongkan badannya ke depan mendekat ke meja "Itu adalah cctv dimana anda pergi dengan putri saya. Bahkan terlihat jelas kalau putri saya lagi mabuk"katanya.
Dev memutar bola matanya jengah "Hanya ini? bukti cctv kayak gini doan? membuat anda menuduh saya menghamili putri anda?"
Agus mengepalkan tangannya di atas pahanya "Putri saya memang benar-benar hamil! setelah kejadian itu!"
Dev tertawa mengejek "Jika saya bilang hanya membantu putri anda! dia ingin bertemu dengan kekasihnya"
"Dia tidak punya kekasih"ucap Agus dengan suara meninggi menatap tajam Dev.
"Saya ingin bertemu dengan putri anda! jadi silahkan anda pergi sekarang dari ruangan saya"kata Dev sambil menyilangkan kakinya dan menyandarkan dirinya di kursi kerjanya.
Agus meninggalkan ruangan itu dengan marah-marah menggebu-gebu dan menutup pintu dengan meras membuat Dev hanya tertawa garing.
Dev mengambil ponselnya dari meja kerjanya dan memencet nomor seseorang "Aku tunggu di ruanganku secepatnya!"ucapnya lalu menutup sambungab telfon itu tanpa mendengarkan jawaban dari seseorang di sebrang sana.
**
"Aku tidak bermaksud melakukan itu Dev"ucap wanita dengan dress berwarna coklat itu dengan menundukkan kepalanya.
Dev menatap wanita itu dan memalingkan wajahnya "Apa yang kau mau?"
Wanita itu dan mendongakkan kepalanya menatap Dev "Aku benar-benar minta maaf. Aku tahu aku salah tapi aku bisa jelaskan semuanya"
Dev tersenyum sumbang lalu mengalihkan pandangannya dan mengambil minuman soda lalu membukanya dan meneguknya "Aku sudah tahu permasalahhannya! tapi aku tidak bilang kepada orang tuamu"
Aggraini yah wanita itu adalah Aggraini. Dia benar-benar gemetaran memeras bajunya gugup "A-ku jan-ji akan membersihkan namamu tapi-"ucapnya sambil menarik napasnya.
"Bicaralah dengan kekasihmu! aku tahubdia bukan laki-laki pengecut yang lari dari tanggung jawab atas apa yang ia lakukan"ucap Dev memotong perkataan Raini.
"Atau aku sendiri yang akan bilang ke orang tuamu sebelum mereka menyebarkan berita ini yang akan mempermalukan keluargamu sendiri"katanya lagi.
Raini gugup sangat-sangat gugup. Ia akui kalau dirinya salah bahkan salah besar karena ia yang memfitnah bahwa anak yang di kandungnya adalah anak dari Devano Yoga Pranata karena memfaatkan rekaman cctv kejadian waktu itu saat di pesta. Membuat Agus sang papa langsung percaya akan ucapannya.
"Aku akan bilang ke Damar,untuk masalah berita ini ku-mohon jangan di sebarkan dulu"
Dev hanya menyilangkan kakinya dan melipat tangannya di dada menatal datar wanita yang duduk di sofa ruang kerjanya dan menghela napasnya "Pergilah"ucap Dev halus dengan mengusir secara sopan.
Raini langsung mengangguk dan berdiri tanpa mengucapkan kata apapun,lidahnya seolah kelu untuk mengeluarkan suara. Jika bilang tidak sopan ia tak peduli,dirinya benar-benar takut akan berhadapan dengan Dev dan membuatnya ingin cepat pergi dari hadapan pria itu.
Dev hanya memandang punggung itu yang sudah menghilang dari balik pintu. Ia sangat-sangat berharap kalau masalah ini cepat berlalu,dia tidak mau jika berita ini sampai ke seseorang jauh di negeri orang hingga membuat huhungannya bermasalah. Bahkan bukan hanya bermaslaah bisa saja mereka berpisah untuk kedua kalinya.
_
_
_
_
...Like,komen,hadiah,votenya...