After The Breakup

After The Breakup
BAB 13 Bekerja



Hari ini adalah hari dimana Aza bekerja pertama kali di perusahaan sang papa menjadi direktur perusahaan fashion. Jaminan menjadikan direktur kepada sang putri alasan terutamanya agar dia pulang setelah sekian lama,yah semua itu terwujud dan hari ini sang putri menempati jabatan itu


Menggunakan blazer putih dan celana senada dengan dipadukan kemeja hitam,dan tas slempang berwarna putih senada dengan baju yang digunakan,rambut yang panjang ia biarkan tergerai begitu saja,muka dengan polesan bedak tipis begitupun bibirnya yang ia poles dengan lipstik merah tipis yang menambah kecantikan dirinya. Aza berjalan memasuki mobil yang kemarin ia beli setelah kejadian drama yang membuatnya naik darah


Aza melajukan mobilnya ke perusahaan Nata Fashion. Setelah sampai di perusahaan Aza di perkenalkan oleh sang papa bahwa dirinyalah sekarang yang akan menjadi direktur,sang papa juga mengenalkan bahwa Aza adalah putrinya 'dia putri saya!mungkin juga dia yang akan meneruskan Nata Fashion' ucappan papanya yang mampu membuat Aza mengembangkan senyumnya yang membuat semua karyawan memuji akan kecantikan dirinya


"Astaga itu bener anaknya Pak Wahyu?cantik banget!"


"Putrinya yang dari luar negerikan?soalnyakan anaknya Pak Wahyu cuma dua Pak Adit dan yang satu Bu Aza"


"Bidadari dari surga"


"Masyallah cantiknya"


Begitulah respon-respon dari karyawan saat bos mereka mengenalkan direktur barunya


Setelah pengenalan yang di lakukan papanya Aza keruangannya. Dia meneliti sekitar mengamatinya papan nama yang sudah khusus dibuatkan untuknya bertuliskan Direktur Azalea C. Aza memgangi papan nama itu membacanya dan mengembangkan senyumnya lagi dia mengingat-ngingat pesan papanya sebelum pergi ke kantor Hardinata Corp itu


"Papa ingin yang terbaik buat kamu! Papa tahu kamu suka dunia fashion sedari kecil mungkin nanti perusahaan ini akan Papa berikan ke kamu,yakinkanlah Papa agar kamu bisa layak mendapatkan Nata Fashion nak!"


"Aza janji akan membuat Papa bangga pada Aza! inilah yang Aza inginkan Pa,dunia fashion bagi Aza adalah segalanya"ucap Aza saat mengingat ucapan Papanya itu


Aza menduduki kursinya dan memutarnya menghadap jendela keluar yang menampakkan gedung-gedung perkantoran yang menjulang tinggi dengan cantiknya,sampai suara notif di ponselnya membuyarkan lamunannya


Aza segera mengambil hpnya yang berada di dalam tasnya dan melihat siapa pengirim pesan itu. Dahinya mengkerut saat melihat nomer baru


siapa? kok baru? batinnya dengan tangan yang mengkrol layar ponselnya


+620859---


^^^Cie jadi direktur baru!^^^


^^^Aza^^^


^^^Siapa sih?^^^


Tak menunggu begitu lama tampak sambungan Vidio Call dari nomer barunya itu,Aza masih bingung akan mengangkatnya atau tidak sampai suara notif terdengar lagi dari nomor itu


+620859---


Hey angkat! jika tidak---


Aza membaca sekilas dan layar ponselnya kembali dengan panggilan Vidio Call. Aza ragu-ragu mengangkatnya dan pada akhirnya dia menggeser tombol biru dan melihat siapa orang di seberang sana


Tampak seorang laki-laki mengembangkan senyumannya dengan menggunakan kemeja berwarna putih sambil menaikkan alisnya


"Kenapa"Tanya Dev yups pria itu adalah Devano Yoga Pranata,dengan entengnya dia bertanya sambil alis terangkat


Umpatan lirih Aza masih terdengar oleh Dev "Apa?kau mengumpat padaku hm?"


"Dari mana dapat nomer ponselku?"bukannya malah menjawab Aza malah menanyakan balik kepada Dev


"Bukan hal yang mustahil bagiku hanya mendapatkan nomer ponselmu!" ucapnya dengan bangga dan senyum menggodanya


"Cih! dasar sinting"cibir Aza pada laki-laki di seberang sana. Dev hanya terkekeh mendengar cibiran gadisnya itu sampai-sampai suara ketokan pintu Aza membuat Dev menatap kembali gadisnya yang sedang mendongakkan kepalanya


Setelah mengatakan kata masuk tampak laki-laki berjalan mendekati meja Aza


"Pagi bu,saya Riski sekretaris ibu yang sudah di rekrut oleh Pak Wahyu!"ucap laki-laki itu dan membungkukkan kepalanya


"Ouh…baiklah! saya Aza,mohon bantuannya ya Ki"Aza sambil berdiri dari kursinya dengan tangan kiri yang memegangi ponselnya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan sekretarisnya itu


Riski membalas jabatan tangan dari bosnya itu dengan senyuman "Kalau ibu memerlukan sesuatu atau apapun itu,ibu bisa panggil saya ya bu!"ucapnya sambil melepaskan jabatan tangannya


"Baiklah!kerja samanya ya Ki"Aza sambil mengembangkan senyumnya


"Ya bu…kalau begitu saya permisi ya bu!jadwal ibu hari ini mengerjakan tugas ibu aja!"


"Okey baiklah…silahkan"ucapnya mempersilahkan. Setelah mendapat ijin keluar Riski langsung mengundurkan diri keluar dari sana


Aza kembali ke kursinya dengan ponsel yang masih menunjukkan layar vidio call


"Udah ya,aku mau kerja"ucap Aza sambil mematikan tombol merah tanpa memperdulikan ucapan orang disebrang sana


Aza meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dan melanjutkan pekerjaannya.


**


Sedangkan di kantor yang berbeda seorang laki-laki yang duduk di kursi kerjanya dengan mulut yang masih komat-kamit menungumpat seseorang


"Astaga dia kira apaan,main putussin sambungan aja"


"Cih! lihat aja nanti"ucap Dev dengan wajah kesalnya dan mengusap wajahnya dengab kasar.


_


_


_


_


maaf ya dikit banget,nanti di lanjut lagi ya:)