After The Breakup

After The Breakup
BAB 80 Beda status



...Area dewasa...


...18+...


...Bijak memilih bacaan!...


..._...


..._...


..._...


Aza nampak cantik dengan balitan gaun pengantin berwarna putih yang ia rancang. Berjalan memasuki ballroom dengan mengapit lengan sang suami.


Dev yang tampak gagah memakai setelan jas berwarna senada dengan sang istri berwarna putih. Mereka berdua tampak serasi hingga membuat orang-orang merasa iri ingin meminjam waktu sebentar untuk berjalan berdampingan di sana. Aneh memang....


Acara resepsi berjalan lancar,mamanya Aza datang dengan Lana dan Samuel. Tampak biasa saja hubungannya dengan Wahyu,tapi tidak dengan Tari.


Aza paham gimana posisi mama tirinya itu,ia tak terlalau membenci mama tirinya yang sudah mencaci maki dirinya,mengatai dirinya anak haram,membuat rumah papanya seolah sebagai neraka untuk diri Aza. Tapi itu semua tak sebanding dengan bagaimana rasa sakit mama tirinya,dimana seorang perempuan yang tersakiti karena suaminya menikah lagi apalagi dengan keadaan perempuan itu sedang mengandung.


Mamanya sendiri juga tidak salah,ia kecolongan satu malam hingga membuat dirinya hamil dan menjalani hidup menyakitkan atas apa yang terjadi hanya dengan kata satu malam.


Begitupun papanya yang tak tahu harus berbuat apa,memilih bertanggung jawab dengan resiko ke kecewaan istrinya. Jika ia tidak bertanggung jawab,ia sadar akan posisinya jika Maya mengandung anaknya.


Aza-lah disini yang bersalah. Itulah pikiran yang selalu terngiang di kepala Aza. Kenapa coba dirinya harus ada hanya dengan sekali adonan?? coba aja kalau tidak. Mungkin kedua orang tuanya akan bahagia dengan sendirinya.


Maafin Aza ma! Aza tahu gimana perasaan Mama sekarang batin Aza sambil memandang Mamanya yang sedang berbincang-bincang dengan besannya.


"Ngak usah di pikirin! semua udah takdir dari Allah"kata Dev seolah paham apa yang di rasakan Aza dengan sorot matanya yang menatap Mama mertuanya itu.


Aza melirik ke samping mengembangkan senyumnya masam,dimana Dev sedang menatapnya dalam-dalam.


...**...


Resepsi sudah selesai,belum sepenuhnya para tamu pulang. Masih ada beberapa tamu di sana untuk sekedar bergadang menikmati sisa-sisa makanan pesta.


Tapi kedua pengantin baru sudah berada di kamar mereka. Aza yang merasa capek dengan seharian pesta membuat seluruh tubuhnya serasa remuk semua.


Sambil menunggu suaminya yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi,Aza memijit-mijit kakinya pegal seharian menggunakan high he**els sepuluh sentinya,menyusuaikan tinggi badan Dev yang menurutnya setinggi tiang listrik itu.


Jika di bilang Aza pendek,maka salah!! Aza termasuk perempuan dengan tinggi badan yang tinggi. Tak terlalu pendek saat di dekat Dev! jika ia berada di samping suaminya setinggi dagunya lah dirinya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka,Aza menoleh tampaklah seorang pria yang hanya mengenakan celana pendek selutu dengan dada terbuka tanpa memakai baju sama sekali. Sama sekali!!!


Aza meneguk salivanya susah,menatap pria yang mendekat kearahnya "Kenapa ngak pakai baju?"Tanya Aza gugup dengan pandangan terus menatap Dev.


Dev duduk di sebelah Aza,memgambil kaki Aza meletakkannya di pahanya. Memijit-mijit pelan untuk mengurangi rasa pegal di kaki istrinya.


"Kenapa?takut khilaf?"goda Dev dengan tangab terus memijit kaki Aza.


Aza langsung memukuk lengan laki-laki di depannya "Ngeselin tahu ngak!"


"Udah enakan?"tanya Dev sambil menatap Aza yang menganggukkan kepalanya,ia menurunkan kaki Aza beralih menatap wanita yang masih memakai gaun pengantin itu.


"Aku ganti baju dulu! gerah"ucap Aza sambil berjalan kearah koper,lebih tepatnya menghindari laki-laki itu.


Dev menarik kedua sudut bibirnya gemas dengan ekor mata terus mengikuti gerakan kemana perginya.


30 menit sudah Aza di kamar mandi,ia melangkahkan kakinya keluar dengan ragu. Mau bagaimana pun caranya ia menghindar tidak akan bisa! karena Dev suaminya sudah berhak atas dirinya.


Tampak pandangan Dev sudah tertidur di ranjang,Aza melangkahkan kakinya pelan menaikki ranjang. Merebahkan dirinya di samping suaminya yang sudah terlelap. Dengan posisi memiringkan tubuhnya,Aza tampak bisa melihat seberapa gantengnya suaminya ini.


Alis yang tebal,hidung mancung,bulu mata yang lentik,rahang yang keras menandakan kalau laki-laki ini benar-benar tegas.


Tangan Aza terulur meraba setiap wajah suaminya,mengusap rahang tegas suaminya dengan ibu jari mengusap-ngusap jakun suaminya.


Ia terkekeh melihat tingkahnya seperti anak kecil menemukan permainan baru. Ia tersentak tak kala tangannya di genggam oleh tangan pria yang masih memejamkan matanya.


Dev membuka matanya "Tampan?"godanya sambil menaik turunkan alisnya. Aza tak membalas ia masih terkejut dengan perlakuan Dev.


Aza masih diam merapatkan bibirnya rapat-rapat atas perlakuan Dev.


Dengan pasti Dev mendekatkan wajahnya kearah Aza,memiringkan wajahnya mencoba mencium bibir Singa Betinanya.


Aza memjamkam matanya tak kala bibir Dev sudah menyentuh bibirnya,membuka mulutnya membiarkan pria yang entah kapan sudah ada di atasnya,mengukungnya.


Dev langsung menerobos masuk mengabsen setiap rongga mulut Aza. ******* bibir wanitanya pelan tapi lama kelamaan menuntut untuk lebih.


Tangannya mencoba membuka satu-persatu kancing piyama baju tidur Aza dengan bibir masih bertautan.


Menelusuri ke-leher Aza,tapi gerakannya terhenti tak kala suara Aza.


"Dev"


Dev terpaksa menghentikan aktivitasnya menatap Aza yang berada di bawahnya dengan sorot mata penuh gairah "Kenapa?"


"Jangan kasih tanda di leher"Dev langsung terenyum hanya mendengar itu,ia akan sangat mengumpat jika Aza menghentikan aktivitasnya dengan alasan tak siap.


"Iya sayang"ucapnya sambil membukam lagi bibir tipis wanitanya.


Tangannya menelusuri membuka baju Aza,dengan perlahan baju atasan Aza sudah terlepas membuat wanita itu sudah telenjang tanpa sehelai benang.


Menyususri bagian leher,menjilatnya tanpa menggigit sesuai perkataan Singa Betinanya tanpa ada bekas.


Tangannya mempermainkan kedua aset milik Aza,memainkannya membuat Aza mengeluh dengan di sertai desiran di tubuhnya.


Dev melepas celana yang ia pakai,menampakkan adik kecilnya yang sudah siap bertempur menemukan sarangnya.


"Akan terasa sakit di awal"ujarnya pada Aza yang sudah di bakar gairah akibat dirinya.


Aza mengangguk malu memberi izin,mencekram kuat punggung polos Dev saat merasa bagian di paha sana di terobos masuk "D-evv....akkhhh"


Dev tersenyum mendengar keluhan yang sedari tadi di tahan Aza "Keluarrin sayang! jangan di tahan"bisiknya persis di telinga Aza.


Dev terus mencoba menerobos gua sempit dengan perlahan,tak ingin membiarkan wanitanya kesakitan. Hingga hentakan mampu menerobos masuk,mengalir darah segar di sprai berwarna putih.


Dev mengembangkan senyumnya bangga atas wanita di bawahnya,kalau dirinya orang yang pertama dan terakhir untuk Aza.


Sedangkan Aza tampak mencengkram kuat punggung Dev saat merasakan sakit luar biasa.


Melanjutkan permainan dengan terus memompa,berhenti sejenak membiarkan Aza menahan sakitnya.


Hingga pukul lima pagi ia baru membaringkan tubuhnya di samping Aza. Suara Aza untuk membuatnya berhenti tak di hiraukan sama sekali oleh Devv,membuatnya sangat-sangat tak berdaya. Memeluk kulit polos wanita yang sudah berganti status itu.


"Capek tahu"kesal Aza sambil menelusupkan wajahnya di dada polos suaminya.


Dev terkekeh menarik selimut hingga menutupi tubuh polos keduanya "Udah ngak gadis lagi dong"godanya.


Aza mencibik kesal di balik dada Dev "Kamu juga yang merawanin!"


Dev mengelus rambut Aza lembut,mencium kening wanitanya sayang. Mencoba menyelami dunia mimpi akibat lelahnya berolah raga malam yang membuat peluh keduanya mengalir deras.


_


_


_


_


Readers:Kurang hot tor🔥


Otor:Aku geplak online kamu!!☺️


...Like,komem...


...Hadiahnya,votenya yah😋...