
Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam. Aza sampai di apartemen dulu ia sewa bersama Vio.
Aza meneliti setiap sudut apartemen yang tidak berubah itu "Untung belum disewa sama orang,jadi bisa tinggal disini lagi"ucapnya sambil mengadahkan pandangannya dan tersenyum.
Aza membuka pintu kamarnya meletakkan kopernya di sudut kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang,tangannya mengambil ponselnya dari tas punggung kecilnya.
Melirik jam sekarang pukul 10 AM waktu London "Disana paling pukul 5 sore aku kabarin papa aja dulu,"gumamnya sambil mengetikkan pesan untuk sang papa. Karena selisih jam Indonesia lebih cepat 6 jam dari London.
Setelah mengirim pesan ke papanya Aza memencet nomor menghubungkannya kepanggilan. Tak lama panggilan terjawab dari sana.
"Udah sampai?"Tanya seseorang dari sebrang sana.
"Hmm...baru sampai ini lagi rebahan habis ngabarin papa sekalian ngabarin kamu"balas Aza.
Dev yang di sebrang sana hanya mangguk-mangguk "Istirahat! disana jam sepuluhkan?"
"Iya"
"Bersihin diri dulu baru tidur!selamat malam. Aku matiin yah"
Aza lagi-lagi hanya mengangguk dan berbicara iya. Dev hanya tersenyum melihat itu dari sebrang sana. Dia tahu kalau sang kekasih sangat kelelahan
Aza tak melakukan perintah Dev untuk membersihkan diri,di meletakkan ponselnya ke nakas dan menutup matanya menuju ke alam mimpi.
**
Di Indonesia Dev tersenyum di samping Bundanya.
"Aza?dia sudah sampai?"Tanya Diana saat mendengar percakapan sang putra dengan Aza.
Dev menatap Bundanya dan tersenyum "Iya sudah Bun"
Diana hanya mengangguk "Kamu bersihin diri dulu sana istirahat! nanti turun makan malam"titahnya soalnya Dev baru pulang dari kantor.
Dev mengangguk dan mencium pipi Bundanya sekilas lalu menaikki tangga ke kamarnya. Membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu mengistirahatkan dirinya.
**
Tak terasa dua minggu sudah Aza di London,dia selalu sibuk menyiapkan baju untuk fashion show di Paris. Hari-hari Aza habiskan di kantor bahkan dia sering terlambat pulang karena salju turun. Yah bulan ini akhir tahun dimana musim dingin turun di London.
"Fyuhhh...dingin banget"ucap Aza sambil meniup tangannya menggosokkannya.
"Iya nih padahal pemanas ruangan udah menyala"kata Shinta teman kerja Aza. Aza menoleh dan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Shinta.
Waktu makan siang sudah tiba Aza bersama ketiga timnya yang juga ambil ikut dalam fashion show itu menuju ke kantin perusahaan mengisi perut yang sudah keroncongan.
Mereka duduk di salah satu meja kantin "Rame banget"ucap Shinta sambil mengedarkan pandangannya menatap ruangan yang penuh itu.
"Namanya juga jam makan siang"balas Belinda orang asli London tapi masih memiliki darah Indonesia dari sang nenek.
Sedangkan teman Aza yang satu lagi bernama Kimberly orang asli London. Mereka memesan makanan dan menikmatinya dengan nikmat.
Tring
Ponsel Aza berdering terdapat pesan masuk disana. Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan itu. Aza mengembangkan senyumnya saat membaca pesan hingga membuat ketiga temannya terheran-heran.
"Kekasihnya nih"sindir Shinta.
"Jarinya aja udah pasang cincin tuh"Kimberly juga mengiyakan ucapan Shinta. Belinda hanya menganggukkan kepalanya.
Aza melirik ketiga sahabatnya itu "Apaan sih"ucapnya.
Ayang❤
Lagi ngapain?
Yah Aza sudah mengganti panggilan nama Dev saat dia sudah ada disini tanpa Dev ketahui.
^^^Lagi makan siang,kamu sendiri**?^^^
Aza meletakkan ponselnya kembali dan melanjutkan makan siangnya. Bunyi ponselnya membuat Aza mengalihkan fokusnya lagi.
Ayang❤
Lagi kumpul nih(sambil mengirim foto bersama Bryan,Fredo,Bagas,Tania,Viona,dan Jenifer)
"Udah makannya?kembali yuk mumpung masih ada waktu lima belas menit lagi nyantai-nyantai disana! disini dingin"ucap Belinda yang disetujui ketiganya.
Setelah sampai diruangannya mereka kembali ke meja masing-masing. Aza langsung menghubungi Dev dengan panggilan Vidio Call tak butuh waktu lama terlihat wajah tampan yang sudah dua minggu ini ia rindukan.
"Ayy kangen"ucap Aza manja dengan muka yang menggemaskan,menyenderkan tubuhnya dikursi kerjanya.
"Baru juga dua minggu"balas Dev dari sebrang sambil terkekeh.
*
Viona yang mendengar suara Aza langsung bertanya ke Dev saat dia menatap ponselnya "Aza Dev?"Tanyanya.
Dev melirik Vio dan mengangguk "Iya"
"Pinjem yah"Dev mengangguk dan memberikan ponselnya kepada Vio.
"Zazol"panggil Vio heboh membuat Tania dan Je menoleh kearahnya.
"Ahhh Vi...gue kangen lo"
Vio terkekeh mendengar itu,dia mengalihkan kameranya menjadi kamera belakang "Lagi pada ngumpul,ngak mau pulang emangnya?"Tanya Vio memanas-manasin Aza yang sedang hareudang di sebrang sana.
"Aza"ucap Tania dan Je bersamaan mereka mendekat dan duduk di samping Vio,menjadikan Vio yang duduk di tengah-tengah mereka.
"Ya ampun gue pengen pulang!"rengek Aza.
"Salah sendiri jauh dari kita-kita"ucap Je.
Aza mengerucutkan bibirnya "Ntar gue pulang kalau sudah berhasil menjadi desagner terkenal"
"Aminn"ucap mereka bertiga bersamaan.
Laki-laki yang ada disana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para wanitanya itu.
"Ngak usah pulang,Za. Enakan juga di sonoh dari pada kumpul sama temen-temen somplak lo"kata Bagas membuat ketiga wanita yang sedang menatap ponsel melirik tajam kearahnya
Sedangkan Aza yang disebrang sana tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan sahabat sekaligus suami sahabatnya itu.
"Eh Vi udahan yah,gue lanjut kerja"
Vio hanya menganggukkan kepalanya dan memberikan ponselnya ke Dev. Dev tersenyum menatap wanita cantik yang sedang memakai blazer kerjanya "Udah?"
Aza mengangguk tak rela "Pengen pulang!"lagi-lagi Aza tergoda saat melihat mereka semua berkumpul sedangkan dirinya menatap kertas-kertas di depannya.
"Dasar! sana kerja nanti aki hubungin lagi"Dev sambil menaik turunkan alisnya.
Aza cemberut "Ya sudah,Love You"
"Love You Too"balas Dev sambil terkekeh.
_
_
_
_