After The Breakup

After The Breakup
BAB 28 Kekasihku



Aza terkejut mendengar perkataan Dev. Dia menatap manik mata Dev dengan lekat mencoba mencerna perkataan pria di depannya itu.


"Kenapa kamu lupa? kamu masih KEKASIHKU"ucapnya tegas sambil menekankan kata 'kekasihku'


Deg!


"Ja-ngan ber-canda"kata Aza gugup sambil memalingkan wajahnya dengan pipi yang sudah memerah


Dev tampak tersenyum melihat wajah Aza yang blushing. Tangan kirinya menggegam tangan Aza,sedangkan tangan kanannya mengelus pipi Aza lembut.


Aza memalingkan wajahnya menatap Dev,menatapnya dalam mencoba menerka-nerka dengan pikirannya


astaga kan memang aku belum pernah ada kata putus dengannya batin Aza dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya


"Kenapa?sudah ingat hm?"ucap Dev sambil terus mengelus pipi Aza lembut


"Sana pergi! aku harus kerumah sakit!"ujar Aza mengalihkan perbincangan dan mendorong tubuh Dev menjauh


Dev lagi-lagi tersenyum simpul mengacak-acak rambut Aza gemas hingga membuat sang empu menatap tajam kearahnya


"Iya sayang iya! aku pergi! jaga diri baik-baik,jangan nakal!"titahnya terus mengacak rambut Aza


"Dan juga titip salam buat calon mertua! maaf ngak bisa pamit sama tante Maya"imbuhnya


"Hish...emang aku apaan? anak kecil?huuhh...iya nanti aku bilangin Mama"balasnya sambil menurunkan tangan Dev,dan mengerucutkan bibirnya


"Ya sudah aku pergi!"ucapnya sambil mengecup kening Aza lama. Aza hanya diam dan menutup matanya menikmati ciuman di keningnya


"Kalau ada apa-apa kabarin!"


"Iya ihh! udah kayak apa aja ngingetin terus! sana!"tegasnya mendorong tubuh Dev dan melambaikan tangannya


"Bayy...hati-hati"ucap Aza sambil melambaikan tangannya dengan senyum merekah. Dev hanya tersenyum dan terus menatap Aza hingga dia sudah masuk ke bandara


Dia memasuki jet pribadinya yang sudah di siapkan oleh Dimas. Tak lama jet itu mengudara meninggalkan bandara. Dia duduk disalah satu kursi jetnya dengan senyum yang terus mengembang,membayangkan kalau hubungannya dengan Aza dibilang menggemaskan. Itulah yang ada dipikirannya


kau selalu dewasa menghadapi masalah,sayang. Kau telah banyak berubah selalu menurunkan ego demi sebuah hubungan,walau ku tahu kau bukan orang yang mudah terbuka dengan seseorang batinnya sambil menarik napasnya pelan


Aza berjalan keluar ke bandara menuju ke mobil yang tadi mengantar mereka,karena supirnya sudah diperingatkan agar mengantar Aza kerumah sakit lebih dahulu


Aza memasuki mobilnya menuju kerumah sakit dimana mamanya dirawat. Setelah menempuh perjalanan akhirnya Aza sampai dirumah sakit,menyusuri loby rumah sakit menuju ke kamar mamanya.


Membuka handle pintu disana dia langsung melihat ke arah ranjang mamanya. Diruangan itu tampak ada Lana dan Samuel


"Ma"ujar Aza sambil mendekati mamanya


Maya menyambut sang putri dengan senyuman dan merentangkan tangannya. Aza mendekat dan menerima rentangan tangan itu memeluk sang mama erat seolah dia merasa bersalah tanpa bisa mengerti keadaan mamanya itu


"Maaf ya Ma! Aza kemarin ngak dengerin perkataan mama dulu"kata Aza sambil melepaskan pelukan itu


"No problem,sayang. Kamu jugakan memang tidak salah"balasnya sambil mengelus rambut Aza


"Eh-dimana Dev?"Tanya Maya sambil celingukan kearah pintu


Aza tersenyum dan menatap sang mama "Dev udah pulang Ma! tadi titip salam buat mama,minta maaf ngak ngabarin mama"terangnya sambil melirik Samuel yang tidak jauh dari sana. Aza mendekati Samuel dan berdiri di depannya


"Om..Aza minta maaf yah!"ucap Aza


"Iya Za,kamj tenang aja yah soal skandal Mama kamu Om yang urus! kamu jangan mikirin lagi"balsnya sambil memegang pundak Aza


"Aza percaya sama Om!"


_


_


_


_


like,komennya gaes:)