
Saat waktunya pertunangan dilangsungkan Bryan sudah berdiri dipanggung dengan setelan jasnya,para tamu duduk dengan tenang seolah tadi tidak ada adegan kabur-kaburan,yah para tamu tidak ada yang tahu terkecuali keluarga para mempelai dan dua keluarga Pranata dan Hardinata.
Seorang wanita berjalan memasuki ballroom dengan gaun berwarna merah di dampingi dengan sang Ayah dan diikuti oleh dua orang wanita yang tak kalah cantiknya dengan memakai gaun biru muda mengikuti Ayah dan Anak didepannya.
Para tamu menoleh dan melihat sang wanita calon nyonya fredick yang sebentar lagi menggelar nama calon istri Tuan Muda Bryan Fredick itu,mereka berdecak kagum dengan kecantikannya bahkan mereka lebih berdecak dengan dua orang sebagai pengiring Ayah Anak itu
Mereka kebanyakan tahu bahwa salah satu dari mereka anak dari keluarga Pranata lebih tepatnya anak dari adik sang pengusaha sukses Surya Pranata, bahkan dia menikah dengan seorang pengusaha muda yang tak kalah dengan kekayaannya yaitu Fredo Rajendra
Tapi semua orang bingung menatap siapa sosok yang berjalan disamping Jenifer Pranata itu?wanita cantik dengan gaun biru muda dengan rambut digelung dan poni rambut yang tidak terlalu panjang dibiarkan tergerai bergelombang sedikit di sisi kanan dan kiri wajahnya menambah kecantikannya. Wajah yang cantik,hidung yang tidak terlalu kedepan mata yang cantik,body yang pas tidak terlalu triplek menggambarkan kata 'sempurna' pada semua orang yang melihatnya
Yah dia adalah Azalea Cavabila putri Wahyu Hardinata,tidak ada yang tahu bahwa dia adalah putri keluarga Hardinata pengusaha yang cukup sukses.
Dev,Bryan dan Fredo terperangah menatap wanita masing-masingnya tanpa mengalihkan pandangannya sedetikpun,bahkan Diana terperangah melihat ketiga pria yang seolah dunia memang berhenti untuk mereka seperti melihat bidadari turun dari langit
Dari kursi yabg lain terlihat raut wajah bahagia dari gadis cantik melihat wanita yang berdiri di belakang Ayah Anak itu
"Onty"ucapnya dengan rasa kangen kepada sang Bibi adik papanya itu
Yah dia adalah Aqila,sang Papa sudah memberi tahu kalau anak papnya yang satu sudah pulang dan bahkan berusaha membawa kabur sang calon wanita.
Ada rasa terkejut dari ketiga wanita keluarga Hardinata itu bahkan Eva sang kakak ipar tidak menyangka dengan apa yang ada dipikiran adik ipar kesayangannya itu
"Ck!dasar anak tidak tahu diri"Yah hanya kata itu yang keluar dari sang mulut ibu tiri Aza,Tari istri pertama sebelum Mamanya berpisah dari Papanya
pengen peluk dan cium! apa kamu masih marah? batin Dev dengan mata yang setia melihat kepada sosok wanita yang sangat ia rindukan
Mereka berempat sampai didekat panggung dan Nataniel menyerahkan Vio kepada Bryan
Bryan mengulurkan tangannya untuk membawa Vio naik keatas panggung
Nataniel duduk didekat calon besan itu,sedangkan Jenifer langsung menarik tangan Azadan mendudukkannya didekat Devano dia langsung duduk didekat sang suami,hanya itu kursi yang tersisa didepan tak sempat Aza protes Je langsung mendudukannya dengan cepat seolah paham apa kata yang akan diucapkan dirinya dia bahkan langsung pergi duduk didekat suami dan anaknya
Rasa canggung dan gugup menyelimuti hati Aza
Duh sialan tuh si Je bisa-bisanya narik gue kesini batin Aza sambil menggit bibir bawahnya dengan tangan menggegam satu sama lain
Berbeda dengan Aza,Dev tampak tersenyum melihat tingkah licik sang sepupu. Dia memperhatikan wanita yang baru duduk disebelahnya itu dengan tersenyum lebar melihat tingkah gemas gugupnya itu bahkan dengan gigitan bibir bawahnya
menggemaskan,pengen gue cium kan jadinya lihat dia dengan bibirnya batin Dev yang terus melihat tingkah Wanitanya
"Ngak usah digigit!kan jadi pengen aku cium"bisik Dev tepat ditelinga Aza dengan tangan bersedekap di dada dan kaki yang disilangkan
Aza langsung mendongakkan kepalnya dan menatap wajah pria tampan berdarah lokal itu,hatinya berdesir mendengar bisikan dari pria disebelahnya itu
Mereka bertatapan seolah lupa dengan tempat yang akan mengikat sahabat mereka menjadi tunangan itu
Dengan reflek Dev mengusap pipi Aza dengan lembut dan kasih sayang,mata yang masih menatap wanita cantik yang mampu membuat dunianya berfokus pada satu wanita
Aza melirik tangan yang mengusap pipinya dan menatap Dev dengan mata penuh kerinduan yang masih diselimutin kekecewaan itu. Tidak ada penolakan atau balasan dari Aza dia mematung membiarkan Dev mengusap pipinya
"Biarin aja Bi! Bibi juga seneng kan?aku tahu mereka pasti merindukan satu sama lain!"Je sambil menatap Bibinya itu. Diana hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum lebar
jika Aza kembali untuk menjadi jodohmu,Bunda sangat bahagia Dev. Tapi...pesen Bunda hanya satu jangan sakiti dia lagi walau Bunda belum tahu jelas apa yang sebenarnya terjadi Batin Diana sambil menghela napas
Tak jauh dari tempat pria yang masih mengusap lembut pipi adiknya itu
kakak tahu kalau kamu masih mencintainya Za,kakak juga tahu alasan kamu rela jauh dari papa hanya ingin menghindarinya kan?tapi Tuhan berkehandak dengan mempertemukanmu di hari pertama kamu menginjakkan kaki disini,jika Dev jodomu kakak hanya akan berdoa yang terbaik buat kamu batin Adit sambil menatap sang adik sekilas lalu melihat kedepan panggung
Dev masih menatap manik hitam wanita yang ada dihadapannya dengan lekat"Maaf…Maaf…Maaf!" dengan satu tangan menggegam tangan putih yang Aza yang ada di atas pahanya
Aza melihat sekilas genggaman tangan Dev lalu menatap Dev dengan teduh "Buat apa?semuanya udah terjadi! dan udah berbeda"kata Aza yang membuat kelu hati Dev
Dev yang mendengar itu langsung menjauhkan tangannya yang tadi mengusap pipi mulus Aza
"Aku tahu aku salah!aku minta maaf"Dev dengan mata yang memancarkan penyesalan
Aza membuang muka dengan melihat kedepan dia hanya ingin tidak bersitatap dengan Dev
"Semuanya sudah terjadi"ucap Aza sambil melpaskan genggaman tangan Dev dari tangannya
Dev melihat genggaman tangan yang dilepaskan oleh Aza ada rasa bersalah dan rasa rindu sekaligus penyesalan di hatinya
Dia langsung menarik lagi tangan Aza untuk digenggam merapatkannya agar Aza tidak bisa melepaskan genggaman itu
Aza menolak genggaman itu dan berusaha untuk melepaskannya tapj genggaman Dev terlalu kuat
"Apa mau kamu! lepas!"Aza sambil menatap Dev dengan mata yang berkaca-kaca
"Cuma mau kamu dan dimaafkan!"Dev sambil tersenyum manis kepada Aza danrasa menang karena Aza tidak bisa melepaskan genggaman tangannya
"Apa ka--"belum sempat Aza berbicara tapj sudah diputuskan oleh MC bahwa acara pertunangan dengan menyematkan cincin akan segera dimulai
Dia melihat kearah Dev dengan tatapan tajam dan mengalihkannya kedepan dengan tangan yang masih di genggam Dev
Dev lagi-lagi tersenyum kemenangan dan mengelus punggung tangan Aza dengan mata melihat kedepan menyaksikan penyematan cincin sahabatnya itu
_
_
_
_
Gimana ya perasaan Mas Dev?bahagia banget bisa genggam tangan doang!
hahah:)