After The Breakup

After The Breakup
BAB 72 Gelang Merah




Sambil berjalan bersisian menyusuri pasar malam. Yah Dev mengajak Aza kesini pasar malam. Aza yang sibuk dengan permen kapasnya dengan pandangan terus menatap orang-orang berlalu lalang disana,senyum yang tidak luntur dari wajahnya. Membuat Dev ikut bahagia melihat kebahagian Aza sendiri.


"Seneng?"Tanya Dev.


Aza mendongak dengan senyuman di wajahnya lalu mengangguk "Hmm...banget"balasnya.


"Mau?"imbuh Aza sambil menyodorkan permen kapas yang sedari tadi menyibukkan dirinya,kearah Dev.


Dev hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak "Kamu aja!"


Aza mendengus kesal karena penolakan itu "Enak kok! buka mulutnya"Dev lagi-lagi menggelengkan kepalanya dengan tangan mengusap rambut Aza.


"Serius?"Tanya Aza memastikan tapi lagi-lagi gelengan dari kepala Dev membuat Aza mengangkat bahunya "Ya sudah"ucapnya sambil memalingkan wajahnya lagi menatap orang-orang.


"Mau naik ngak?"Tanya Dev setelah mereka duduk di salah satu bangku besi berwarna hijau.


"Itu gimana?"ucap Aza sambil menunjuk permainan bundar yang berputar.


"Bianglala?"Aza mengangguk lalu menarik tangan Dev mendekat kearah permainan itu,menatap kagum permainan di atasnya ini.


"Aku beli tiket dulu! tunggu disini"ucap Dev yang diangguki oleh Aza.


Tak butuh waktu lama dua tiket sudah ada di genggaman Dev. Mereka naik di salah satu kurungan bianglala,detik demi detik bianglala mulai bergerak keatas membuat senyum Aza lagi-lagi mengembang sempurna.


"Indah banget"gumam Aza lirih sambil menatap pasar malam dari atas.


"Jadi keinget pas waktu dulu"ujar Aza sambil menatap Dev yang ada di depannya.


"Pas waktu pulang sekolah kamu nyulik aku kesini"lanjutnya.


Dev mengingat seperti di film-film memori yang diputar kembali,lalu senyum tercetak di wajahnya "Beda usia!"


Aza mencibik menatap Dev "Ngak usah bawa-bawa umur! muka aku aja masih belasan"


Dev terkekeh "Masak?? udah ada kerutun juga"tabokan ia dapat di lengannya,membuat tawa tak dapat ia hindari. Siapa lagi jika pun wanitanya Azalea Cavabila.


"Ishh! kamu mah!"


**


Setelah turun dari bianglala Aza masih mengajak Dev untuk mengelilingi pasar malam,hingga langkahnya terhenti di depan toko aksesoris membuat Dev mengrenyitkan dahinya "Kenapa?"Tanya Dev.


Tangannya terhenti di gelang berwarna merah polos.



Tangannya terarah untuk mengambilnya "Bagus ngak?ini gelang yang lagi trend di drakor"ucap Aza sambil meneliti gelang berwarna merah(yang nonton dramanya pasti tahu drakor apa hehe).


Dev hanya memperhatikan Aza lalu mengambil gelang itu dan memasangkannya ke-tangan Aza. Aza menatap apa yang dilakukan Dev lebih tepatnya ia menatap kagum pada laki-laki yang sudah melamarnya beberapa bulan lalu.


"Cocok sama kulut putih kamu!"ucap Dev membuat Aza tersentak kaget lalu memalingkan wajahnya menutupi kegugupannya.


Dev menarik kedua sudut bibirnya "Aku tahu aku tampan"ujarnya bangga sambil berjalan kearah penjual untuk membayar gelang itu.


Arah ekor mata Aza menatap kemana perginya Dev,lalu menunduk menatap tangan kirinya dimana gelang itu terpasang,dan juga dimana cincin ber-ukiran D A juga terpasang.


Mengangkat tangannya ke-langit mengambil ponselnya dan memotret tangannya sendiri.


"Udah?pulang yuk!"Dev mendekat dan merengkuh pinggang ramping Aza. Aza menoleh dan menganggukkan kepalanya berjalan keluar toko itu.


"Berapa?"Tanya Aza saat mereka sudah ada di mobil kearah pulang.


"Apanya?"


"Gelangnya!"


"Lupa"balas Dev singkat tanpa merasa bersalah.


Aza melebarkan matanya "Ini baru kamu bayar! masak sudah lupa,belum juga ada lima belas menit"Dev hanya mengangkat bahunya acuh tak mengindahkan ucapan Aza.


Aza mencibir kesal lalu ia mengambil ponselnya menatap foto tangan tadi,jarinya mengotak-atik ponselnya mengunggah foto itu ke stories ignya dengan hastag @Devanopranata.


Yang ada dipikirannya Biarin netizen panas batinnya dengan senyum kemenangan.


Hareudang...hareudang panas,panas,panassss.


_


_


_


_