
Viona mengerutkan dahinya saat mendengar Aza berbicara tapi berhenti "Tapi kenapa?"
Aza menghela napasnya dan menatap Vio "Gue ngak bisa dateng ke pernikahal lo Vi"
Vio membulatkan matanya lebar begitupun dengan Bryan yang terkejut mendengar penuturan Aza.
"Kenapa?kan masih dua bulan lagi,soalnya udah di undur satu bulan. Ngak dadakan juga! emang lo ada masalah?"Tanya Vio dengan menjelaskan.
"Ngak! gue akan ke London Vi! rancangan gue kepilih sama Miss Elle buat mewakili perusahaan dalam Fashion Show di Paris"jelas Aza.
Vio membelakkan matanya tak percaya "Lo serius?"
Aza menganggukkan kepalanya menatap Vio dengan tersenyum. Vio menghamburkan dirinya kepelukan Aza.
"Selamat,sayang. Aku ngak nyangka apa yang kamu inginkan terjadi juga! aku bangga punya sahabat kayak kamu,Za!"kata Vio di dalam pelukan Aza.
Aza membalas pelukan itu "Thanks yah,Vi!"ucapnya sambil melepaskan pelukannya.
"Gue berangkat tiga hari lagi"imbuhnya
"Berapa lama,Za?"
"Tiga bulan! jadi aku ngak bisa dateng Vi! soalnya Mis Elle udah jelasin semuanya kalau kita di kejar waktu untuk target bajunya. Maaf yah! tapi nanti kalau gue bisa akanku coba"
Vio hanya menghembuskan napasnya dengan menatap Aza sendu "Memang ngak bisa banget yah? ini hari pernikahan gue,Za. Mana mungkin sahabat gue ngak dateng?"
"Akan kucoba nanti Vi!"ucap Aza menenagkan Vio.
Mereka melanjutkan obrolannya walau di dominisi oleh kedua perempuan itu. Sesekali Bryan hanya menanggapi perkataan mereka,dia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan ponsel.
Saat waktu menjelang malam Bryan pamit undur diri kepada Hana dan Vio,karena papanya Vio sedang ada di luar Kota. Jadi tidak terlihat sama sekali.
Aza juga undur diri untuk pulang "Tan,Aza pulang juga yah!"
"No! nginep sini aja,Za"kata Vio dengan tegas.
"Besok gue ke kantor Vi! dua minggu cuti ngak enak sama papa"balas Aza.
"Besok berangkat ke kantor dari sini ajah,Za"titah Hana.
Tapi lagi-lagi Aza kekeh hingga membuat kedua ibu dan anak itu hanya pasrah saat mendengar sangkalan Aza.
"Ya sudah hati-hati"ucap Vio saat mengantar Aza ke pintu depan.
"Thanks yah! kalau mau gue bantu-bantu buat persiapan pernikahan lo bilang aja,Vi! ngak usah sungkan oke"kata Aza sambil membentuk jarinya ok.
Vio mengangguk menyetujui "Siap! nanti tiga hari sebelum lo berangkat kita kumpul-kumpul sama Tania dan Je"
"Tania dan Je?"Tanya Aza bingung dan menyakinkan ucapan Vio.
Vio mengangguk "Iya Tania dan Je..ouh lupa mereka udah saling kenal"
Aza hanya beroh saja dengan mulutnya. Dia benar-benar ketinggalan update tentang teman-temannya "Astaga baru juga dua minggu gue pergi udah kudet banget !apalagi tiga bulan nanti"ap Aza dengan tertawa.
Vio juga ikut tertawa mendengar perkataan sahabatnya itu "Heiii makanya jangan lama-lama"ujar Vio.
Aza mencegat taksi dan pulang kerumah. Sesampainya di rumah dia mengistirahatkan dirinya sesudah memebersihkan dirinya. Tak lama ketukan pintu terdengar membuat dia beranjak dari tidurnya dan membuka pintu.
"Onty makan malam"ucap Qila.
Aza mengangguk dan mengikuti Qila menuju ke meja makan. Di sana sudah berkumpul semua hanya tinggal Aza dan Qila. Menikmati makan malam dengan nikmat hingga makan malam selesai.
Orang satu persatu pergi dari meja makan ke kamar mereka. Saat Wahyu ingin beranjak dia menoleh kearah putrinya yang mencegahnya.
"Pa,Aza mau bicara"Wahyu mengangguk dan membawa Aza ke ruang kerjanya. Aza hanya mengekor di belakang Wahyu.
"Bicaralah,Za"ucap Wahyu saat mereka sudah duduk di sofa ruangan itu.
"Pasti papa sudah tahukan soal Fahion Show,Aza"kata Aza to the point.
Wahyu mengalihkan pandangannya dan mengangguk "Hmm,Papa tahu! papa juga tahu kamu ikut"
"Apa papa mengijinkan Aza?"Tanya Aza was-was dia takut jika papanya melarang dirinya untuk pergi ke London lagi karena takut putrinya akan tinggal disana lama.
"Papa akan mengijinkan. Tapi...asal sesuai target tiga bulan itu"ujar Wahyu dengan penuh ketegasan.
Aza tampak berbinar menatap Wahyu "Papa serius?ahhh makasih pa"ucapnya dan langsung memeluk Wahyu.
"Hmm...berjanjilah dengan itu,sayang"Wahyu sambil mengelus rambut Aza lembut.
Aza mengangguk "Aza janji akan menepati tanpa mengulur waktu!"Aza melepaskan pelukannya.
"Papa juga tahu lho kalau kamu sudah baikan degan Dev! ngak mau cerita apa-apa?"goda Wahyu
Aza membulatkan matanya tak percaya "Karna tadi?"
Wahyu menggelengkan kepalanya"Dev cerita sendiri pada Papa saat kamu di Singapura"jelasnya.
Aza hanya mengangguk dan menatap Wahyu "Apa papa tidak membencinya?"
Wahyu mengerutkan dahinya "Dev? kenapa harus benci?"
"Yah kan dia orang yang sudah membuat anak gadis papa sakit hati"
Wahyu tertawa mendengar perkataan polos anaknya "Haha papa tahu masalah kalian! Dev juga yang cerita. Mana mungkin papa benci pada Dev,saat kamu di London hubungan papa dan Dev aja baik-baik saja! dia menganggap papa seperti saat kamu ada atau tidak"
Hanya wajah terkesiap yang menunjukkan ekspresi Aza saat mendengar penuturan Wahyu,jadi papanya bahkan lebih mengerti Dev dari dirinya. Tapi dia juga bersyukur kalau hubungannya dengan Dev dulu ataupun sekarang mendapat dukungan dari kedua orang tua mereka.
hubungan dengan restu orang tua lebih baik, daripada hubungan yang diam-diam batin Aza sambil mengulas senyummnya
_
_
_
_
Restu nih restu😍