
Menunggu adalah waktu yang paling membosankan seperti saat ini. Gadis dengan rambut terurai bergelombang berwarna green di ujung rambutnya itu tampak menggerutu menatap ponselnya nanar.
"Kalo ngak bisa jemput kenapa ngak dari tadi aja sih bilanganya?! kan jadi lama nunggu disini dari tadi"desisinya kesal saat setelah membaca pesan dari sang suami yang tidak bisa menjemputnya,karena ada meeting dadakan di sore hari ini.
Langkah kakinya ia langkahkan meninggalkan perkarangan kantor. Tapi lagi-lagi Dewi Fortuna tidak memihaknya,sudah dua puluh lima menit ia menunggu taksi tapi nihil sama sekali tidak ada yang lewat.
"Nih tadi bener-bener mogok berjamaah atau gimana sih? apes banget perasaan hari ini"pandangannya ia alihkan ke jam tangan yang bertender manis di tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
Tin...Tin
Pandangan Aza langsung teralhikan pada mobil hitan berhenti tepat di depannya. Nampaklah keluar laki-laki ber-jas hitam tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.
Aza mengerutkan dahinya merasa tak asing dengan wajah dan postur tubuh laki-laki itu.
Dev??bukan dia bukanlah Devano.
"Lupa sama aku?!"ucap laki-laki itu sambil melepas kaca mata hitam yang menghalau matanya.
"Ouh...Astaga gue kira siapa"Aza tersenyum mengembang menatap laki-laki yang sudah lama ia tak jumpa.
"Aku kira kamu lupa"kata laki-laki itu lagi,memastikan.
"Mana ada lah Fal"
Naufal nama laki-laki yang sekarang sedang berbicara dengan Aza tampak tersenyum "Kok belum pulang?"tanyanya sambil meneliti pakaian Aza,ia yakin pasti Aza baru selesai bekerja.
"Nunggu taksi,tapi dari tadi ngak lewat-lewat"
"Bareng aku aja yuk?! udah mau maghrib,dari pada di sini sendiri?!"tanyanya memberi tawaran.
Aza tampak berpikir sebentar,ia celingukan dengan keadaan sekitar. Memang benar sih matahari sudah terbenam,dan langit sudah mulai gelap.
"Tapi--"
"Buruan! aku ngak ada kesempatan kedua nih lho"
"Ya udah deh"ucapnya final untuk ikut dengan Naufal yang ingin mengantarnya.
_
_
"Katanya kamu udah nikah? sama Dev bukan sih?!"tanya Naufal memecah keheningan di dalam mobil.
Aza menoleh dan mengangguk "Iya"jawabnya singkat diiringi senyum tipia di bibirnya.
"Ngak nyangka ya,padahal dulu kamu lanjut kuliah di London yang aku denger. Hubungan kalian juga berakhir kan?"tanyanya dengan pandangan masih fokus menyetir hanya sesekali melirik.
"Iya juga sih,tapi dulu gue sama Dev belum benar-benar berakhir kok. Cuma keadaan yang buat gue sama Dev berakhir"jelasnya.
Naufal tampak kaget dengan penuturan wanita di sampingnya. Setahu yang dia denger dari temen-temen sekolahnya yang masih satu sekolah dengan Aza dan dirinya,kalau hubungan Aza dan Dev berakhir karena Laura.
"Sorry ya aku ngak tahu,asal ceplos aja"ucapnya tak enak sambil mengekspresikan wajah keterkejutannya.
"Eh btw...gimana hubungan lo sama Geby?"tanya Aza memastikan karena setahunya kalau hubungan Naufal sama si Geby itu,sangat langgeng.
Raut wajah Naufal berubah saat mendengar nama wanita yang mengisi hatinya bahkan sampai sekarang "Aku udah ngak bareng lagi sama Geby"balasnya dengan cara halus.
Ucapan Naufal benar-benar membuat Aza menganga "Kok bisa?! kenapa? siapa yang mutusin? bukankah terakhir kali pas reuni lo masih dateng sama Geby,gue denger dari Je"katanya berentet kepada pria yang dulu pernah ia sukai,sukai dalam hal kagum.
Naufal bukan lah cowok sembarangan,dia satu angkatan dan satu kelas dengan Aza dulu semasa SMA. Dia juga tak kalah populer dengan Dev,bisa di katakan saingan dalam hal primadona sekolah. Menjadi incaran semua siswa di sekolah dulu,ia juga musuh bebuyutan Dev dalam hal basket,sesama kapten basket dalam dua tim dulu.
Aza pernah mengangumi cowok yang humble-able kesemua cewek itu,gimana enggak tutur kata darinya aja aku-kamu,benar-benar ngak salah dulu dirinya menganggumi sosok seperti Naufal. Tapi sayang semuanya putus tak kalah mendengar kalau Naufal sudah menemukan pawangnya alias-Geby.
Oke lanjut.
Naufal tampak tersenyum masam "Udah takdir mungkin?"
"Akh! gue kecewa,padahal gue ngeship banget sama kapal kalian. Nufal-Geby,udah cocok tuh"
"Udah nyampe"kata Naufal saat mobilnya terhenti di depan rumah yang di tunjukkan Aza tadi. Rumah Dev dan Aza.
"Eh-gue sampe lupa! hehe sorry ya?"Naufal mengangguk seraya tersenyum.
"Gue masih penasaran kenapa lo bisa putus sama Geby?"sifat kekepoan yang mendarah daging di diri Aza keluar tanpa filter.
"Keadaan Geby gimana? gue ngak pernah denger kabar apapun tentang dia,yang terkahir dia buka cabang toko baju outfit kan?"lanjutnya lagi.
"Salah aku juga dalam hal ini,dia lagi lanjut S2 di luar negeri. Udah setahunan kok"
"Sorry ya gue jadi kepo gini! gue cuma bisa doain semoga bisa balikan,okey?!"
Naufal mengangguk pikirannya menerawang kembali dimana masa-masa dulu ia bersama wanita yang sudah berhasil mengobrak-abrik hatinya.
Lamunannya tersentak tak kala Aza berucap "Gue balik ya! makasih. Pesen gue,kalau masih cinta di kejar,jangan di diemin aja nanti di embat orang lho. Bye"Aza langsung menutup pintu mobil Naufal melambaikan tangannya sebentar sebelum masuk rumah.
Naufal tampak tersenyum singkat mengingat perkataan temennya dulu. Membayangkan bagaimana jika Geby bersanding dengan laki-laki lain? Shit! pikiran itu membuatnya gila.
_
_
_
_
Maaf ya lama update,soalnya bingung mau bikin alur gimana.
Tapu di usaha-in kok buat uodate secepatnya,yang penting di tambah ke FAVORIT aja biar kalian tahu kalau author update:)
Setuju ngak sih kalau author nanti buat cerita Naufal sama Geby??yang setuju komennya ya:)
Love You sekebonš
Jangan lupa jaga kesehatan,sehat selalu