
Laura terpaksa menggeser duduknya,dia sebenarnya tahu apa yang akan dilakukan teman-temannya itu. Tapi asal dia tidak terpengaruh maka dia tidak akan masuk dalam permainan mereka
Lagi dan lagi Clara dan Karin terus menggeser Laura agar berdekatan dengan Dev,saat Laura sebentar lagi sampai di dekat Dev. Karin menghubungi Aza dengan mengirim pesan
**
Aza yang saat itu di kamar sedang maraton nonton drama kesukaannya mendapat notif di ponselnya
Karin
Cowok lo lagi di bar!
isi pesan dari Karin sambil mensherlock lokasi bar itu.
Aza panik dan langsung duduk "Dia sudah terbiasa ke bar,apa masalahnya? dia juga ngak main yang di luar batas!" gumam Aza sambil melihat lagi isi pesan dari Karin
"Tapi kenapa Karin tahu?akhh pikiranku kemana-mana"ucap Aza sambil mengacak rambutnya
Aza bergegas mengambil jaket dan juga kunci mobilnya,dia tidak minta diantar oleh Pak Mul(supir yang selalu mengantar kemana saja untuk dia pergi)
Rumah Aza kelihatan sepi jadi Aza tanpa harus menjelaskan dirinya pergi. Apalagi nanti jika kakaknya tahu jika ia akan pergi ke bar,maka dia tidak akan mengampuni adiknya itu jika tidak ada keperluan khusus
Aza melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata,pikirannya benar-benar buruk apa yang akan terjadi kepada Dev
"Ku mohon,kau bukan tidak seperti yang kupikirkan 'kan Dev"lirih Aza dengan wajah cemas
**
Sedangkan di bar Laura memilih pergi dari tempat duduknya menjauh dari sana dia tidak tahan jika berdekatan dengan Dev. Tapi naas di malah kesandung dan menubruk tubuh Dev,dia jatuh tepat di atas tubuhnya
Dev benar-benar terkejut melihat itu,tapi saat melirik wajah Laura yang ada dibayangannya adalah Aza. Mereka saling tatap dengan posisi Laura masih di atas,Dev benar-benar mabuk hingga tak menyadari bahwa wanita yang ada di atas tubuhnya itu Laura bukan Aza
Brak
Tiba-tiba pintu ruangan mereka terbuka,mereka semua menoleh ke arah pintu
Deg
"Dev"lirih Aza sambil menutup mulutnya dengan mata yang berkaca-kaca mematung di tempatnya
"Aza"ucap Dev terus melirik ke arah wanita yang ada di atas tubuhnya dan langsung mendorong tubuh Laura. Laura terkejut dia terjatuh ke lantai,dia juga tak kalah terkejutnya melihat kedatangan Aza
Dev langsung berdiri mendekati Aza dengan menatap Aza. Aza hanya melihat pergerakan Dev yang mendekatinya matanya sudah basah mengeluarkan air mata
"Jangan dekati aku Dev!"
"Aku bisa jelasin semuanya,ini semua tidak seperti apa yang kamu pikirkan!"ucap Dev yang masih terus mendekati Aza
Aza menatap Dev dan tersenyum getir "Ouh ya?"ucapnya sambil memundurkan tubuhnya dan membentur pintu di belakangnya dia melihat kebelakang dan memutar tubuhnya berlari
Dev langsung berlari menyusul Aza
Sedangkan Karin,Clara,dan Angel tersenyum penuh kemenangan
Aza berlari sekencang-kencangnya menuju mobil tanpa memperdulikan teriakan Dev memanggilnya bahkan ia acuh saat melewati orang-orang berjoget ria di sana
Setelah sampai di mobil Aza langsung membukanya dan masuk kedalam menutup pintunya menyalakan mesin mobilnya
"Sing buka! aku bisa jelasin semuanya"ucap Dev menggedor-gedor jendela mobil Aza,tapi sama sekali tidak di gubris oleh Aza dia memundurkan mobilnya melajukannya
Dev masih tak pantang menyerah dia berlari memasuki mobilnya mengejar Aza,tangannya yang sibuk menghubungi Aza
"Shitt!angkat Sing!"umpatnya kesal sambil terus menghubungi Aza
Aza tak memperdulikan panggilan telfonnya dia terus melajukan mobilnya cepat "Ck...rasanya ada yang retak tapi bukan kaca"ucap Aza sambil tersenyum getir
Dev masih terus mensejajarkan mobilnya dia membuka jendela mobilnya "Sing berhenti! aku bisa jelasin semuanya"teriak Dev kepada Aza yang mobilnya berada di sisinya dia bahkan sampai mengklakson beberapa kali agar Aza memberhentikan mobilnya
Aza lagi-lagi tak mempedulikan teriakan Dev dia malah melajukan kecepatan mobilnya menjauh dari Dev. Dev juga masih tidak pantang menyerah dia terus mengejar Aza
Mereka masih kejar-kejarran seperti film action yang ada di televisi-televisi
_
_
_
_
Like,komen ya gaesđ
El sayang kalian,jan lupa jaga kesehatanâ¤