
Sinar matahari yang tampak malu-malu memancarkan sinarnya memasuki sela-sela korden kamar pria tampan yang masih tidur dengan lenyapnya di alam mimpi sampai tak lama terdengar suara yang mengharuskannya bangun melakukan aktifitasnya
ceklek
Diana membuka pintu kamar sang putranya menggelengkan kepalanya"Dev bangun udah pagi!"ucapnya sambil membuka korden kamar putranya agar sang mentari bisa dengan mudah memancarkan sinarnya masuk kedalam tanpa penghalang
"Hmm,bentar lagi Bun 5 menit lagi!"Dev sambil menelungkapkan badannya
"Hisss,ngak ada 5 menit lagi!bangun sekarang Dev!kamu ngak ngantor emang?"Tanya sang Bunda sambil berkacak pinggang
"Ngantor Bun,tapi bentar lagi ya!"jawabnya dengan suara khas orang bangun tidur tapi masih enggan membuka matanya
Diana hanya menggelengkan kepalanya sambil mendekati sang putra"Jika tidak bangun dalam hitungan 3,Bunda siram kamu pakai air!kamu anak laki-laki Dev!Ya ampun"Ucapnya dan sang putra melebarkan matanya tapi belum menggerakkan badannya sama sekali
"Satu...dua..t-"
"Ya Dev bangun!"Dev sambil loncat dari keranjang menuju kamar mandi
Diana tersenyum melihat putranya itu"Bunda tunggu kamu dibawah"sambil keluar dari kamar sang putra,dan hanya dibalas deheman oleh sang putra
Di London
Wanita cantik berjalan menuju keruangan dengan tangan membawa sebuah surat,hati yang gugup menyertai.
Dia adalah Azalea Cavabila wanita cantik yang masih berumur 24 tahun putri dari Wahyu Hardinata,seorang yang tengah gugup berjalan menuju keruangan sang atasan menghembuskan napasnya kasar
tenang Za jangan gugup,tarik napas,hembuskan,tarik lagi,hembuskan batinnya sambil berjalan menuju kesuatu ruangan
tok tok tok
Aza mengetuk pintu itu,setelah mendapatkan izin untuk memasuki ruangan itu
"Aza,tumben kesini?ada masalah?"wanita yang sudah paruh baya menatap Aza
"Eh-iya Miss,saya kesini mau nyerahin ini"Aza sambil menyerahkan surat yang digenggamnya menaruhnya keatas meja
Wanita yang tengah duduk mengrenyitkan dahinya bingung"Ini apa?"Tanya sang wanita yang ternyata sang atasan
Aza gugup meremas celana kerja yang dikenakannya sambil menunduk"Saya ingin mengundurkan diri Miss!"Miss Elle langsung melihat Aza dengan tangan yang membuka surat itu
"Ada masalah Za?atau kamu bertengakar dengan karyawan yang lain at-"Ucapnya langsung terpotong oleh Aza
"Ehm bukan Miss,saya ngak bertengkar kok!tapi saya memang ingin mengundurkan diri. Saya ingin pulang Miss,disini saya udah lama juga!"Aza sambil menatap sang Atasan
"Serius?kalau alasan kamu begitu saya bisa apa?tapi yang pasti saya sedih denger kamu bicara tadi,kamu salah satu karyawan cerdas lho Zah desaign kamu bagus-bagus,tapi ya mau gimana lagi!"Elle menunduk sedih
Aza yang melihat itu bingung dan sedih juga,dia merasa beruntung memiliki atasan seperti beliau yang selalu baik pada semua karyawan. Aza sudah bekerja disana selama 3 tahun disana juga dia belajar banyak hal dari sang atasan
"Makasih ya Miss,makasih juga buat bimbingan Miss Elle selama saya disini,saya juga bangga bisa menjadi salah satu orang yang bergabung diperusahaan impian banyak orang"Aza dengan senyum tulusnya
"Kalau begitu saya permisi Miss,mau beres-beres barang"Aza yang di balas anggukan oleh sang atasan
Aza membungkukkan badannya sebelum keluar
Sekarang dia sudah berada diapartemennya setelah tadi ada adegan perpisahan yang mengharukan dengan sesama teman kerjanya. Dia tengah memasukkan baju-bajunya di dalam koper.
Dia tidak pulang sendiri,Vio sahabatnya juga pulang setelah tadi pagi dia juga mengundurkan diri dari rumah sakit dia bekerja. Yah Viona Nataniel seorang dokter kandungan dia bekerja di rumah sakit di London.
Saat sedang mengemas baju-bajunya hpnya bergetar menandakkan telpon masuk,tertera nama 'MAMAY' ia lantas mengambil memencet tombol hijau untuk menyambungkan
"Hallo Ma"Yah yang menelponnya adalah Mama tercintanya,nama yang tertera di hp Aza bernama MAMAY(mama maya)
"Hallo sayang,ihh kamu mah mau pulang kenapa ngak ngabarin mama sih!mau jadi anak durjana kamu?" sang Mama mengomelinya
Aza yang mendengar omongan mamanya melebarkan matanya"Yah ngak lah mah!Aza ngak mau masuk neraka!ihhh Mama ngomongnya gitu, emang Mama doain Aza biar jadi anak durjana?"Aza tak kalah sewotnya mendengar kata-kata sang Mama
Di sebrang sana yang mendengar keluhan putrinya itu terkekeh"Iya iya maaf,kamu kan anak baik tapi kadang-kadang,hahaha"Aza yang mendengar itu hanya mendengus kesal
"Kamu ke Singapure dulu ya sayang,Mama udah bilang ke papa kamu diijinin kok,mama kangen sama kamu Za" imbuhnya
Aza mendengarkan dengan seksama sambil menyusun kembali baju-bajunya untuk dimasukkan di koper dengan hp yang di apit antara pundak dan telinganya"Baiklah Aza kesana dulu lusa Aza berangkatnya sama Vio,dia juga balik tapi pisah di bandara paling"
Maya hanya mangut-mangut"tumben kalian berdua ingin pulang?ngak lagi pada kesambet dedemit sanakan?"ucapnya kepada sang putri Aza tercengang mendengar penuturan sang Mama
"Ishh Mama apaan sih,ntar Aza jelasin kalau udah nyampe sana. Aza lagi beres-beres Ma nanti lagi ya Aza kabarin!tunggu Aza disana Mamay!"ucapnya kepada sang mama tercinta
"Ya udah dilanjut lagi,mama tunggu kamu ya sayang,hati-hati ya Za"
"Ya ma,Aza juga sayang sama mama!"
klik
Aza mematikan panggilannya dan meneruskan mengemasi barang-barangnya.
Sebenarnya Aza anak broken home Mama dan Papanya berpisah saat dia berusia 5 tahun karena alasan
_
_
_
_