After The Breakup

After The Breakup
BAB 77 Lamaran Resmi




Malam ini adalah malam yang di nantikan kedua keluarga untuk mengikat dua sejoli ke dalam hubungan yang lebih serius.


Tidak ada acara megah,tidak banyak orang,hanya ada acara keluarga,yang di hadiri dari keluarga inti. Sesuai kesepakatan kedua belah keluarga,sebenarnya sih lebih tepat ke calon mempelai pria yang akan membayar tunai sebulan lagi. Catat sebulan lagi!! jan lupa!


Aza yang baru selesai di dandani oleh perias yang di panggil Dev untuknya,tampak cantik dengan balutan gaun berwarna merah di padukan dengan brokat berlengan panjang,yang melekat di tubuhnya benar-benar sangat-sangat cantik.


Tatanan rambut yang di gelung menyisakkan poni se-panjang telinganya yang bergelombang menambah akan kata kecantikkan dirinya malam ini.


"Masyallah,temen gue cantik banget"ucap Vio seraya membuka pintu kamar Aza yang di ikuti Tania di belakangnya.


Aza membalikkan badannya yang tadi menatap kearah kaca meja riasnya,kearah dua sahabatnya "Kapan dateng?"Tanyanya.


Vio dan Tania mendekat berdiri di kedua sisi Aza.


"Barusan! cantik banget sih temen siapa sih"kata Tania sambil menatap sahabatnya itu.


Aza tersipu pura-pura malu "Udah dari dulu baru nyadari nih bumil!"kekehnya.


"Tapi serius lho kata Tania! lo bener-bener cantik banget!"ujar Vio.


Aza membalasnya hanya tersenyum malu! sekrang dirinya benar-benar malu-mulu kucing atas pujian kedua wanita yang sudah berstatus istri orang itu!!


"Tapi selamat ya! bentar lagi nyusul kita-kita"Vio sambil menatap bahagia sahabat yang sudah sedari dulu ia kenal di kampus itu.


"Di mana kisah cinta lo kayak drama korea yang berpisah beberapa tahun dan akhirnya di persatukan lagi hingga jenjang serius"kata Vio lagi.


Aza langsung memegang tangan Vio seraya menggelengkan kepalanya "Ngak usah bikin mewek!"


Tania dan Vio langsung merangkul Aza berpelukan. Merasakan kerinduan karena tidak bisa bertemu karena urusan masing-masing. Rindu di mana dulu mereka selalu menghabiskan waktu bersama,bercanda gurau,tertawa lepas tanpa beban.


Tapi sekarang mereka sadar,mereka sudah punya suami(kecuali Aza),mereka sadar akan tanggung jawab sebagai istri.


Acara berpelukan mereka harus terpaksa terpisah karena Qila masuk memberi tahu kalau keluarga Pranata sudah datang.


Aza turun dengan kedua tangan,yang di pegang oleh kedua sahabat sejatinya,menurunni tangga menuju ke ruang tamu di mana keluarga Dev berada sekarang.


Semua orang langsung menatap takjub ke tiga perempuan itu,tapi fokus mereka lebih tertuju kepada wanita yang ada di tengah.


Dev melihat kearah Aza yang malam ini benar-benar ingin ia kurung di dalam kamar karena kecantikan perempuan itu. Ia tidak rela jika Aza di tatap oleh orang-orang memuja gadisnya,walaupun itu keluarganya sendiri!


Aza menatap pria yang mengenakan batik berwarna merah senada dengan dirinya. Acara ini benar-benar acara keluarga.


Duduk berhadapan walau bersebrangan membuat Aza menundukkan kepalanya,gugup menyertai dirinya saat ini Shit! nervous banget sih batinnya.


Sedangkan Dev juga tak kalah gugupnya yang di rasakan gadisnya,keringat panas dingin menyerta tubuhnya. Tangan yangs udah dingin seperti es membuat Diana tersenyum karena ia sedang menggegam tangan putranya itu.


Keluarga Dev datang hanya keluarga inti seperti Iwan Pranata adik Surya sekaligus papa dari Jenifer dan Renita istrinya Iwan dan mamanya Jenifer beserta Jenifer dan Fredo tak lupa Justin anak mereka.


Ada Bryan Dan Bagas yang notabennya sahabat mereka lebih memilih ikut rombongan pria,walau istri mereka di rumah sang perempuan.


Surya berdehem tanda ingin memulai pembicaraan mereka "Tuan Wahyu,kedatangan saya dan keluarga ke sini berniat untuk menjalin silahturahmi dengan keluarga anda"ucapnya sambil menatap semua anggotanya dan kembali menatap Wahyu yang duduk di sebrang dirinya.


"Saya ingin menimang putri anda Azalea Cavabila untuk putra semata wayang saya Devano Yoga Pranata. Apakah anda menerimanya?"katanya lagi. Tapi kali ini ia menyenggol lengan putranya yang duduk di sampingnya memberi kode.


Dev melirik sekilas kode papanya lalu ia menatap kearah depan,berdehem singkat ia menatap sang calon mertuanya yang duduk di samping gadisnya "Om niat saya kesini membawa Ayah sama Bunda untuk menimang putri anda,menjadi calon istri saya mengikat hubungan kearah yang lebih serius"ucapnya tegas mencoba menutupi ke gugupan yang ia alami.


"Terima kasih banyak atas niat baik anda dan keluarga untuk silahturahminya. Dan juga untuk nak Devano atas lamarannya,dengan tangan terbuka saya menerima kedatangan anda Tuan Surya,tapi untuk masalah pinangan anak anda saya serahkan kepada putri saya!"kata Wahyu sambil menatap ke arah samping di mana putrinya duduk.


Aza mendongak saat menyadari semua tatapan mengarah kearah dirinya ia berbalik menatap papanya "Aza jawab?"bisik Aza lirih sangat lirih yang hanya mampu di dengar oleh papanya di ruangan itu.


Tapi tatapan mata semua orang mengerti akan kata-kata Aza membuat mereka tersenyum melihat tingkah wanita bergaun merah itu siapa lagi jika bukan Azalea.


Wahyu mengangguk seraya mengusap punggung putrinya lembut.


Aza lalu menatap kearah depan dimana keluarga Dev duduk,menggigit bibir bawahnya benar-benar gugup dengan situasi ini. Tapi pasti ia anggukkan kepalanya mantap "Aza menerima lamarannya"


Semua orang langsung tersenyum bahagia tak kalah tiga kata keluar dari mulut seorang Azalea.


Dev mendekat kearah Aza membuka sebuah kotak yang di ikuti berdirinya Aza. Mengalungkan kalung berwarna silver ke leher putih Aza,Aza membalikkan badannya gar mempermudah Dev memasangkannya.


"Kok kalung sih lamarannya? bukannya cincin?"komen Bryan saat Dev sudah memakaikan kalung itu ke leher Aza.


Pandangan semua orang mengarah pada pemilik suara,membuat Dev manaikkan alisnya bingung apalagi tatapan tajam mengarah ke dirinya dari sang istri siapa lagi jika bukan Viona Nataniel ralat Viona Fredick sekarang. Bryan hanya membalasnya nyengir dengan tatapan tak bisa si baca.


"Cincinnya udah! pas dulu!"jawab Dev santai.


Tak lama bingkisan-bingkisan dari keluarga Dev yang di bawa beberapa orang suruhan Surya,memasuki rumah keluarga Hardinata. Meletakkan bingkisan-bingkisan itu ke meja hingga memenuhi meja depan semua orang itu.


Ada buah,kue baju,akesesoris dirinya bedak-bedak yang Aza sangat yakinni ia beli tadi bersama calon mertuanya dan pria yang baru beberapa detik itu melamar dirinya secara resmi.


_


_


_


_


...*Like,komen...


...Hadiahnya,votenya jangan lupa😍*...