
Malam sudah menjelang,langit yang terlihat indah dengan bulan dan bintang-bintang tampak membuat siapa saja akan menatap ke atas hanya untuk melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan.
Bintang yang selalu ada untuk bulan,begitupun bulan yang selalu ada untuk bintang. Kecerahan menerawangi malam yang sejuk karena sepoi-sepoi angin malam.
Di sinilah mereka,di dekat kolam renang di halaman belakang rumah milik pengantin baru.
"Justin mau minum yogurt ngak?"tanya Aza ramah pada anak sahabatnya sekaligus keponakan suaminya,yang sedang sibuk dengan ponsel yang menayangkan kartun si kembar botak.
"Ngak deh Onty Aza! Justin lagi sibuk"jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari ponsel sang mamanya.
"Nanti kalau udah bosen di anggurin tuh hp"sahut Je.
"Udah nih"kata Bryan sambil menaruh sepiring sosis ke meja yang tengah di kerumunin wanita-wanita.
"Gue laburin saos dulu"sahut Aza.
"Dagingnya mana?"Tanya Vio menatap suaminya yang tengah berdiri di depannya.
"Lagi di masak"Bryan mengelus puncak Vio lembut.
Perlakuan Bryan tak luput dari pandangan ketiga wanita yang tengah berada di sekitar mereka. Memang tak tahu tempat !
"Yang dulu benci banget saling menghindar ! eh tau-taunya sekarang bucin banget ! lengket udah ngak bisa jauh satu-sama lain"sindir Aza dengan tangan yang sibuk mengolesi saos ke sosis.
Vio mencibik merasa tersendir oleh ucapan sahabat yang dulu pernah ia minta tolong untuk kabur dari perjodohan dirinya "Terus ungkit terus ! lanjutkan"
Aza tertawa "Ke sindir nih ceritanya"
"Lo ngak tahu aja bucinnya beuhhh ngak ketulungan ! apalagi si Bryan"kata Tania menyudutkan Vio.
"Kalo cinta bisa apa"kali ini Je angkat bicara.
"Ah kampret lo pada"timpal Vio kesal merasa di sudutkan oleh ketiga manusia-manusia tak berakhlak.
"Dari pada lo wanita yang tersangkut di masa lalu"ucap Vio membalikkan keadaan untung memancing menyudutkan Aza.
"Mangan jangan nget-ngettan"kata Tania bernada~
"Gue geplak kalian satu-satu ya"Aza sambil menodongkan kuas yang ada di tangannya.
"Hahahha"mereka tertawa puas melihat kisah cinta mereka masing-masing yang memiliki kisah indah tersendiri.
Cinta ngak akan tahu kapan datang,dan bagaimana prosesnya !
Waktu terus bergulir hingga malam. Acara berbeque-an sudah selesai. Hingga kini rumah sudah kembali sunyi hanya ada sepasang suami istri baru di rumah berlantai dua ini.
Dev yang tiduran dengan bantalan paha istrinya tampak santai dengan ponsel di genggamannya. Sedangkan Aza menatap fokus kearah tv yang menayangkan drama korea. Walau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tak membuat Aza merasa kantuk. Katanya mau maraton drakor !
"Ck! ngak ngantuk,Sing?"desus Dev mematikan ponselnya merasa bosan.
"Usapin"Dev sambil mengarahkan tangan Aza ke rambutnya. Memiringkan tubuhnya menghadap kearah perut Aza,menelusupkan kepalanya ke perut Aza. Mendusel-dusel di sana.
"Ihh geli!"keluh Aza saat Dev menduselkan wajahnya di perut dirinya. Merasa terganggu fokus dirinya terhadap dramanya.
Dev tak menghiraukan ucapan istrinya,menikmati usapan lembut di kepalanya membuat ia mengeratkan pelukan dirinya di perut Aza.
"Mama udah pulang?"Tanya Dev saat mengetahui kalau mertuanya itu masih di sini semenjak pernikahan mereka.
"Belum! besok mau ke sini sekalian pamit pulang"
"Cepet banget,ngak pulang ke jogja?"
Aza menggeleng walau Dev tak melihatnya karena suaminya masih di posisi meneluspkan kepalanya di perutnya "Kemarin kan sudah ketemu sama paman di pernikahan kita"paman kakaknya Maya,karena orang tua mereka sudah ngak ada.
Dev mangguk-mangguk membuat Aza kegelian "Bangun ihh! geli"
"Ya udah ayo main"balas Dev enteng menjauhkan kepalanya dari persembunyiannya untuk melihat ekspresi istrinya.
Aza menunduk "Apa? main apa?"tanya Aza sok polos.
"Cih! sini nunduk! sok pura-pura polos tapi di ranjang aja hot banget"goda Dev.
Aza melayangkan pukulan di lengan suaminya,kesal ! bagaimana bisa laki-laki yang ada di bawahnya ini bisa mengucapkan kata-kata yang sangat ambigu "Mana ada"elaknya.
Dev tertawa kecil "Nanti kamu yang diatas ya?"
Aza melotot "Ogah!"
"Sepuluh ronde sampai pagi! pumpung besok belum kerja"
"Gila aja! bisa remuk ************ aku"desus Aza protes mendengar perkataan Dev.
"Tujuh di atas,sisanya aku yang gagahin kamu! biar cepet jadi,Sing!"
"Diem deh! aku jatuhin kamu kalau masih bicara kayak gitu"amcam Aza,karena posisi mereka berada di sofa depan kasur.
"Mau jadi istri durhaka,hm?"
_
_
_
_
...Like,komennya...