
"Aku akan bertanggung-jawab! ayo pulang,aku akan bicara sama papa kamu"ucap Damar-kekasih Raini.
Raini memang menceritakan apa yang terjadi dari kehamilannya bahkan sampai menyangkutkan nama seorang Devano Yoga Pranata dalam masalah ini.
Raini benar-benar takjub mendengar perkataan kekasihnya. Ia sangat senang,sangat-sangat saat mendengar perkataan bahwa pria di depannya akan beratnggung jawab atas apa yang ia lakukan. Bukan seperti pria-pria yang di luaran sana,yang tidak mau bertanggung-jawab bahkan menyuruh untuk menggugurkannya.
"Apa k-au se-rius"Tanya Raini dengan gugup.
Damar mengangguk meyakinkan perkataan wanitanya "Aku serius! aku mencintaimu dan akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan"
Raini tersenyum hangat kepada kekaishnya "Baiklah! kapan akan bertemu orang tuaku?"
"Sekarang!"
**
Di sinilah mereka duduk di sofa berdampingan dengan di tatap kedua orang paruh baya di sebrang sofa.
"Apa kau hamil anak dia hah?"hardik Agus membuat Raini tersentak kaget dan mengeratkan kaitan tangannya dengan Damar.
Damar berusaha menenangkan kekasihnya saat berhadapan dengan orang tua Raini,walau sebenarnya ia sendiri benar-benar takut dengan keadaan saat ini.
"Jawab Ra!"bentak Agus membuat ketiga orang disana benar-benar tersentak.
Mira mengusap lengan suaminya menenagkan walau bagaimanapun ia masih bingung dengan keadaan saat ini.
Raini mengangguk dengan kepala menunduk "I-ya pa! dia Ayah dari anak yang aku kandung bukan Dev"
Agus mengepalkan tangannya kuat menatap tajam kedua sejoli itu "Papa ngak akan merestui kalian!"ucapnya membuat semua orang di ruangan itu menatap kepala keluarga di rumah itu.
"Papa apa-apaan sih! dia ini calon Ayah anak aku! papa mau cucu papa lahir tanpa seorang Ayah!"ucap Raini dengan geram.
Agus tertawa sumbang "Pap ngak peduli! dia tetap anaknya Devano bukan dia!"Agus sambil menunjuk Damar.
Damar benar-benar emosi mendengar itu tapi ia berusaha mengontrol dirinya karena sebuah tangan yang ada di lengannya. Melirik kearah tangab itu lalu ke Raini si pemilik tangan dan tersenyum simpul.
"Papa ngak peduli yang penting itu anak Dev sebelum semua orang tau termasuk Tuan Surya!"
Raini benar-benar tak habis pikir dengan pikiran papanya "Jika Dev sudah tahu apa yang akan papa lakukan?"
Agus melebarkan matanya menatap putri semata wayangnya "Mungkin Dev tahu tapi tidak dengan Tuan Surya dan Nyonya Diana! apalagi Diana,dia akan sangat suka dengan kehadiran cucu"
"Keluarga Pranata bukan keluarga biasa pa! ingat mereka akan tahu semuanya termasuk hal ini denga secepatnya walau Dev sudah tahu"
Agus tersenyum licik "Boleh saja dia tahu tapi tidak dengan bukti-buktinya"
"Dan untuk kamu"ucap Agus sambil memandang remeh Damar "Aku tak sudi punya menantu yang cuma pebisnis kecil bahkan tidak ada seberapapun dengan keluarga Sanco"ejeknya.
Raini langsung berdiri mendengar perkataan papanya "Papa jangan pernah remehin Damar pa! aku cinta sama dia,dan juga papa jangan ngelakuin apa pun ke mereka karena itu akan berbahaya untuk kita"
Mira memegang lengan suaminya dan mengangguk "Yang di katakan Raini bener pa"
Agus melirik istrinya dan melepaskan tangan Mira lalu berdiri "Jangan harap papa merestui kamu! dan juga jangan ikut campur untu masalah ini"ucapnya lalu pergi meinggalkan ruangan itu.
Mira mendekati putrinya dan mengelus punggung putrinya membuat Raini menengok kearah mamanya "Kamu yang sabar"
Raini mengangguk "Mama merestui aku dengan Damar?"
Mira melirik kearah Damar yang berdiri di samping putrinya meneliti dan tak lama ia mengangguk "Dia calon Ayah anak kamu! dan yang penting dia sudah mau bertanggung-jawab untuk menikahimu"
Raini memeluk mamanya erat "Makasih ma"Mira mengangguk dan membalas pelukan putrinya "Kamu putri mama! mama akan bahagia jika kamu bahagia"
_
_
_
_