
Hening sejenak dengan kata-kata Fredo,Dev lebih memilih masuk kekamar membersihkan diri sekaligus menghindari pertanyaan itu
Di kamar Dev duduk ditepian kamar dengan memandang foto dirinya dengan seorang gadis di ponsel. Yah gadis itu adalah Azalea Cavabila wanita yang berhasil mengobrak-abrik hatinya,wanita yang masih sangat dicintainya.
"Maafkan aku sayang,aku akan jelaskan semuanya,jangan hukum aku seperti ini,ini terlalu sakit 7 tahun sudah kau pergi,aku tahu kau ke London tapi dimana dirimu?jika aku tahu hukuman ini yang kau berikan aku benar-benar tidak sanggup sayang!"lirihnya dengan memandang fotonya
Dev meletakkan ponsellnya keranjang dan memulai membeesihkan dirinya.
Di Singapure
"Apa!lo serius?jangan bercanda!"Aza duduk dikamar dengan gelisah hp yang menempel di telinganya
"Gue pulang besok aja ngak usah lusa!"imbuhnya sambil memijat pelipisnya
"Za bantuin gue ya,gagalin pertunangan itu,lo masak tega sih sama gue,plis"ucap seseorang dari seberang sana
"Lo gila ya!gimana bisa Vi,itu namanya cari mati kita,lo ngak tahu aja bodygard bokap-bokap lo nanti"Aza kepada sahabatnya Vio,yah dia wanita yang ingin dijodohkan orang tuanya bahkan besok dirinya akan bertunangan dengan seorang pengusaha seumuran dengan dirinya
Dia sudah menolak pertunangan itu tapi mau bagaimana lagi. Rencana orang tuanya udah matang dia pulang langsung diberi tahu kalau dia akan dijodohkan. Menolak tak bisa dihindari bhakan ketemu dengan calon suaminyapun dia enggan hanya beberapa kali untuk membeli cincin atau gaun.
"Za gimanapun caranya gue tergantung sama lo gue ngak mau bertunangan sama dia! lo harapan gue Za"
"Tapj gimana gue ngak mau kena masalah Vi apalagi bokap lo galak Vi,emang lo ngak mau jalanin dulu pasti pilihan orang tua baik Vi!"Aza menasehati sahabatnya itu agar tidak melakukan hal bodoh
"Ck..dia itu playboy Za setiap bulan pacarnya aja ganti sampe 7 kali,lo bisa bayangin ngak dia permainin hati wanita,lo mau gue di permainin?"ucap Vio nemelas
"Jangan jadiin itu alasan Vi! shit…"Aza geram
"Gue serius udah suruh orang buat nyelidikin dan bener ceweknya tak terkira,masak lo tega ke gue Za"
"Biklah gue ada rencana tapi kalau gagal gimana?gue balik kesana besok!semoga berjalan baik!"Aza sambil mematap kelangit-langit kamarnya
"Seriously?oky oky besok yah!" sambungan terputus
Aza masih bingung apa bisa besok rencananya akan berjalan baik kalau gagal mati gue,kakak jangan karantina Aza
Aza keluar menemui Mamanya yang sedang duduk di sofa"Ma"panggil Aza
Maya menoleh melihat putrinya yang baru turun dari tangga"Eh- sayang belum tidur?"Maya smabil menepuj-nepuk sofa disampingnya dengan masuk duduk disini
"Belum Ma! Ma besok Aza mau pulang,Aza udah pesen tiketnya pagi"Aza sambil menatap mata cantik milik wanita yang sudah melahirkannya itu
Aza terkejut dengan alis terangkat"Kok besok?katanya lusa?ada masalah apa Za?"ujar mamanya sambil mengelus rambut sang putri
"Besok Aza ada perlu sama Vio Ma! ngak papa kan?"Aza sambil tidur dengan bantal kaki Mamanya
"Ngak macem-macem kan?perasaan Mama ada yang aneh?"ucap Maya dengan filling terhadap putrinya
Aza melebarkan matanya tak percaya felling seorang ibu!apa akan terjadi masalah besok,Ya Allah mudahkanlah rencana hambamu ini besok
"Za!"Panggilan Maya membuyarkan lamunan Aza
Aza tampak gugup dan berusaha setenang mungkin"Ngaklah Ma emang Aza mau ngapain?"
"Ya udah,udah semua baju-bajunya?"Maya sambil mengusap rambut sang putri yang ada dipangkuannya
"Udah tinggal berangkat kok!"Aza sambil memjamkan matanya menikmati usapan Mamnya
Di Indonesia
Mereka bertiga Je,Dev,dan Fredo,sedangakan Diana dan Surya membawa Justin ke kamar untuk ditidurkan
"Lo serius kenapa baru cerita bambang"ucap Fredo sambil memukul lengan tengannya itu
"Kampret!gue kira awalnya ngak bakal sampai pertunangan,gue aja baru lihat dia beberapa hari"Bryan sambil mengusap lengannya yang di pukul Fredo tadi
"Terus?"ucap Dev sambil menyilangkan tangan dan kakinya
"Gue akuin dia cantik,dia dokter,dan baru beberapa hari pulang dari London"Bryan sambil mengusap kasar wajahnya
"Dia anaknya Nataniel,tapi masalahnya bagi gue-"imbuhnya sambil menjeda kata
"Bukankah dia hanya memiliki satu anak?gue denger anaknya diluar negeri sih?"Je sambil menyimak kata-kata mereka
"Kalau cantik dan lo suka kenapa lagi?"Dev sambil mengambil minumnya dan menyeruput
"Gue masih muda dan belum mau menikah!"ucap Bryan tegas
"Ya udahlah dijalanin aja dulu. Lo masih main sama cewek-cewek?"Tanya Fredo kepada sahabatnya itu
"Ngak!udah males gue sama mereka-mereka"ucapan Bryan membuat mereka menganga
"Tobat lo?bagus dong semoga lo nemu pawang yang pas!"Dev sambil menepuk pundak sahabatnya itu
"Sialan lo!"Bryan memukul paha Dev
Pagi harinya adalah hari dimana pertunangan sahabatnya Aza,yah sekarang Aza sedang dibandara diantar oleh sang Mama dengan memegangi dua koper di sisi kanan da kiri tangannya
"Hati-hati ya sayang!kasih kabar terus!"ucap Maya sambil mengelus rambut sang putri dengab rasa sedih melepasnya dan mata yang berkaca-kaca
"Ya ampun Ma!Aza akan sering nemuin Mama nanti,Mama jaga diri yah!"Aza sambil memeluk Mamanya dan mengelus punggungnya
"Janji ya!"Maya sambil mencium puncak rambut Aza
"Iya!ya udah Aza pergi dulu jaga kesehatan ya Ma!"Aza sambil melepaskan pelukannya
Maya menganggukkan kepalanya"Bye sayang"lambaian tangan kepada sang anak yang sudah memasuki bandara
"Bye Ma,I Love You"Aza sambil melambaikan tangannya juga dengan senyuman
Setelah menempuh perjalanan dari Singapure ke Indonesia Aza tiba di bandara Indonesia.
Dia langsung memesan taksi untuk menuju kerumahnya dab meletakkan kopernya,dia sudah mengira bahwa dirumah sudah tidak ada siapapun. Keluarganya cukup dekat dengan keluarga Nataniel bahkan Aza sudah dianggap seperti anaknya sendiri oleh Niel dan Hana mama dan papanya Vio.
Seperti dugaannya dirumah sepi hanya ada satpam dan pembantu. Satpam yang berjaga terlihat shok meilhat nona mudanya sudah pulang setelah 7 tahun di luar negeri. Aza menyapa dan menyalami satpamnya yang sudah bekerja lama disana setelah berbincang-bincang Aza memasuki rumahnya
Rumah yang sedari kecil dia tinggali setelah mamanya berpisah denagn papanya disana tak ada pembantu mungkin di dapur pikirnya
Aza menaikki tangga menuju kamarnya,dia melihat sekeliling kamarnya ada rasa senang bertemu kembali dengan kamarnya itu,tak ingin ambil waktu lama Aza meletakkan kedua kopernya di kamar dan pergi dari sana menggunakan taksi setelah melakukan kerja sama dengannya untuk menunggunya di parkiran hotel.
_
_
_
_