
Mereka berempat duduk di salah satu meja restaurant,karena tadi Bryan tidak membiarkan Vio pergi sama sekali dengan berbagai alasan konyol. Sedangkan Aza yang juga tidak bisa pergi karena Vio juga mencegahnya.
Mereka berempat hanya diam setelah beberapa menit berlalu
Vio mendengus kesal "Ck! menyebalkan,kenapa menyuruhku ke sini? untuk diam begini?"
Bryan dan Dev tidak mendengarkam sama sekali ucapan Vio,sampai Vio benar-benar menghela napasnya kasar berkali-kali
"Pulang aja Za,kita ngedate berdua"bisik Vio tepat di telinga Aza
Aza menoleh ke Vio "Gue masih normal Vi,bukan lesby"bisik juga Aza ke telinga Vio
"Bisik-bisik masih kedengeran juga kalik"ucap Bryan menghentikan mereka yang berbisik-bisik tetangga
Aza dan Vio hanya mendengus kesal buat apa juga di suruh duduk kalau hanya berdiam,sekali bicara langsung di hentikan
Vio memutar bola matanya menatap ke sekeliling restaurant banyaknya pengunjung sampai-sampai mata Vio menangkap seorang paruh baya yang sedang duduk di salah satu meja restaurant itu.
Vio menepuk-nepuk tangan Aza pelan "Za nyokap lo!"
Aza langsung menoleh ke Vio dan mengarahkan matanya ke arah yang di lihat Vio
Begitupun dengan Dev dan Bryan melihat ke arah yang di lihat Vio
Yah paruh baya itu adalah mama tirinya Aza yang sedang duduk dengan seorang wanita yang membelakangi meja Aza,sehingga Aza tidak bisa melihat wajahnya
"Dia malem-malem begini keluar Za?"Tanya Viobke Aza
mama sama siapa yah? kok malem-malem keluar tumben? batin Aza sampai-sampai ucapan Vio membuyarkan lamunannya
Aza menoleh ke Vio yang menatapnya penuh tanda tanya "Gue ngak tahu Vi! tadi aja gue berantem sama mama Tari"ujar Vio sambil meminum minumannya
"Berantem?kenapa?"Tanya Vio lagi sambil mendekatkan kursinya ke Aza
"Biasa aja kalik ngak usah deket-deket!"
"Gue serius Za! lo kenapa berantem?"ucap Vio lagi
"Biasalah,lo kan tahu kehidupan gue Vi!"jawab Aza enteng
"Za gue pengen nanya deh,tapi jangan tersinggung ya!"Vio sambil menatap manik Aza
"Apa?"
"Lo pernah ngak berpikir buat hidup sama tante Maya,yang gue lihat memang sih Om sama kak Adit sayang sama lo tapi.."Vio sambil mendekatkan wajahnya ke Aza
"Apaan sih Vi gue bilang biasa aja,ck! ntar lama-lama lo suka beneran sama gue loh!"ucap Aza sambil terrkekeh dan menjauhkan wajah Vio
"Cih! gue perempuan normal yang masih suka lelaki,jawab Za!"
"Haha pernah sering malah,tapi mau gimana lagi papa ngak pernah ngijinin gue. Gue kuliah di London juga karena dapat beasiswa,kak Adit protektif ke gue Vi"jelas Aza sambil menatap Vio
"Bukan karena untuk menjauhhi seseorang lo kuliah?"pancing Vio sambil melirik ke Dev
Dev yang merasa tersindir itu langsung menatap Aza dengan lekat. Aza langsung menoleh ke arah orang yang di lihat Vio,begitupun Bryan yang memandang Dev dan Aza secara bergantian
"Apaan sih lo Vi! kan memang gue ke sana dapat beasiswa"ucap Aza sambil melihat ke arah lain agar tidak bersitatap dengan Dev
"Hmm"Vio sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pura-pura mengerti
"Bukan karena sakit hati lo?"ucap Bryan tiba-tiba untuk mengulik isi hati Aza kepada sahabatnya itu
"Ck! emangnya apa yang terjadi? Laura?"ucap Aza enteng sambil menyeruput minumannya dan mengingat-ngingat dimana dirinya kecewa pada seorang Devano Yoga Pranata
_
_
_
_
Ntar flasback ya!! di tunggu aja ini up dikit doang