
Aza berdiri dari duduknya di belakang pintu menuju ranjangnya menelungkapkan badannya menyembunyikan mukanya di bantal
"Shitt"umpat Aza di sela-sela tangisannya,dia membalikkan wajahny menjadi telentang menatap langit-langit kamarnya memikirkan apa yang sudah terjadi 7 tahun lalu
*Flasback on
"Aku nanti malam ada acara sama teman-teman"ujar laki-laki kepada wanita di depannya yang sedang duduk di atas pasir menikmati hamparan ombak pantai menyapu pasir-pasir itu
Aza langsung menoleh dengan senyum kepada pria yang tengah menatapnya itu "Pergi saja!kenapa harus bilang segala?"ucapnya
Dev membalas senyuman gadisnya itu seranya mengusap pucuk kepala Aza "Kan kamu harus tahu segalanya yang akan aku lakukan"
"Apa hubungannya?aku bukan siapa-siapa"Aza sambil memalingkan wajahnya menatap pantai
"Ck..kau gadisku! kau milikku! yang dirimu adalah urusanku! apa yang akan kau lakukan itu juga urusanku"kesal Dev sambil menatap tajam Aza
Aza menoleh sambil tertawa "Haha ouh ya?"
Dev lagi-lagi mendengus kesal karena respon Aza,dia memalingkan wajahnya menatap pantai. Aza langsung berhenti tertawa menggegam tangan Dev membuat sang pemilik tangan menghadap dirinya
Aza mengusap pipi Dev dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggegam tangan Dev "Kau marah?aku tidak akan mengekangmu Dev! aku juga tidak akan mencampuri urusan pribadimu asal.."
Dev menatap lekat gadisnya itu sambil menaikkan alisnya
"Asal kau tidak akan pernah mengecewkanku"imbuh Aza sambil menatap manik Dev. Entah kenapa yang ada dipikiran Aza sampai dia bisa mengatakan hal itu
"Kenapa berbicara seperti itu,aku mencintaimu Sing! kau segalanya mana mungkin aku mengecewakan perempuan yang kucintai"ujar Dev sambil membelai rambut panjang Aza
Aza langaung memeluk Dev terharu dengan perkataan Dev "Aku benar-benar wanita yang beruntung bisa di cintai oleh pria seperti dirimu Devano Yoga Pranata"ucapnya sambil menenggelamkan wajahnya di dada Dev dan menghirup aroma maskulinnya
Dev tersenyum dan menaruh dagunya di pucuk kepala Aza sambil membelai rambut Aza lembut "Aku mencintaimu Azalea Cavabila"
"I Love You"balas Aza sambil mendongakkan kepalanya menatap pria di depannya
**
Malam sudah datang Dev pergi ke salah bar bersama Fredo dan Bryan. Mereka memesan tempat Vip memesan beberapa minuman dan menguk beberapa kali
Hari ini memang hari kelulusan di sekolah makanya mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang merayakannya
"Nikmatin aja"tanggapan santai dari Dev membuat Fredo menggeleng kepalanya
"Lo udah habia beberapa gelas Dev,ntar tante Diana marah gye ngak ikutan yah"Bryan lagi-lagi memperingatkan Dev,tapi sang empu hanya tersenyum dan menegak satu gelas wine lagi
Tiba-tiba pintu ruangan mereka di terobos masuk oleh perempuan ber-empat,mereka duduk tanpa merasa bersalah membuat ketiga pria itu tercengang
"Sialan! siapa yang nguruh kalian masuk hah?ini ruangan Vip"teriak Fredo kepada wanita ke-empat yang sepertinya mabuk itu
Salah satu perempuan yang bernama Angel itu mendekati Fredo dia duduk di dekat Fredo,merapatkan tubuhnya ke Fredo. Fredo langsung menjauh menepis tangan Angel yang berusaha memeganggnya
"Shitt! jangan deket-deket gue"umpat Fredo kepada Angel
"Apa yang lebih dari si cewek gila itu daripada aku Fred?"
"Cih! Jenifer segalanya dari lo!"Tegas Fredo membela sang kekasih
Yah mereka ber-empat satu sekolahan dengan Dev,Fredo dan Bryan. Bahkan mereka ber-empat menggilai ketiga pria itu,tapi hanya satu yang berbeda dari yang lain dia adalah Laura
Laura sangat menyukai Dev tapi secara diam-diam,dia juga tahu kalau Dev sudah memiliki kekasih,berniat menjadi kekasihnya saja hanya angan-angan,apalagi merebutnya itulah yang ada di pikiran Laura. Laura adalah gadis yang cantik,tidak kalah cantik dari mereka ber-empat dia juga berasal dari keluarga yang berada tapi itulah sifatnya walau dia sering berkumpul kepada mereka ber-tiga tidak membuat sifatnya menjadi semena-mena kepada yang lain.Dia cukup tidak terpengaruh oleh mereka. Tetapi ketiga sahabatnya itu mengetahui jika Laura menyukai Dev memanfaatkan itu untuk memjatuhkan Aza musuh bebuyutan karena Aza bisa menarik para pria di sekolahannya dengan kecantikan alami
Karin dan Clara berpura-pura menggeser Laura anggar mendekati Dev
"Ra geser,sempit ini!"ucap Karin yang duduk di pojokan kursi
"Hkemm..itu masih banyak Ra"Clara membenarkan ucapan Karin
Laura kikuk karena dirinya dekat dengan Dev,dia melirik ke arah Dev yang tidak melihatnya sama sekali. Sebenarnya Dev tahu kalau Laura menyukainya bahakn dia juga tahu kalau sahabat-sahabatnya memanfaatkan Laura untuk memanasin kekasihnya yang notabennya musuh mereka
_
_
_
_