After The Breakup

After The Breakup
BAB 32 Es Crim



"Nanti ke supermarket terdekat yah!"kata Aza sambil melirik ke Dev yang sedang mengemudi


Sesuai ajakan Dev tadi yang bilang kalau Diana ingin bertemu dengan Aza,maka disinilah mereka dijalan menuju kerumah Dev.


Dev menoleh bertatapan dengan Aza "Kenapa?"


"Mau beli sesuatu"Dev hanya menganggukkan kepalanya dan memberhentikan mobilnya di salah satu Mall,memilih tempat parkir yang mudah untuk dirinya,karena hari ini hari weekend tempat parkir lumayan penuh.


"Kenapa di Mall? kan aku bilangnya supermarket!"kesal Aza menatap horor pria yang sedang melepaskan seatbelt tempat duduknya


"Buruan turun! ngak usah banyak nanya"ucap Dev sambil melepaskan sabuk pengaman Aza. Aza hanya mendengus kesal dengan sikap Dev


Mereka memasuki Mall dengan tangan yang bertautan satu sama lain. Hal itu membuat heboh para pengunjung di Mall,bagaimana tidak pegusaha sukses yang terkenal dingin bahkan tidak pernah ada rumor dekat dengan wanita,sekarang memasuki Mall dengan menggandeng gadis cantik yang imut memakai celana jeans hitam dipadukan dengan kaos putih yang melekat ditubuhnya.


"Astaga itukan Devano pengusaha muda yang sukses"


"Itu ceweknya beruntung banget"


"Aku mau berada di situ"


"Ceweknya cantik,cocok jadi pasangan serasi"


Kira-kira begitulah orang-orang membicarakan mereka. Sekilas perkataan mereka terdengar oleh Aza hingga membuatnya menautkan alisnya


"Aneh banget,mereka kenapa?"Tanya Aza pada Dev dengan pandangan yang masih tertuju pada orang-orang yang masih menatapnya


"Biarin aja!"Aza menoleh kearah Dev dengan bingung dan bersitatap dengannya. Dev mengacak rambut Aza gemas karena melihat kebingungan wajah Aza.


Seperti yang dikatakan Dev,Aza sudah tidak memperdulikan mereka yang menatapnya dan membicarakannya dia melangkahkan kakinya ke toko sayurran dan buah-buahhan.


Dev hanya mengikuti langkah Aza,tapi saat di depan toko itu dia memberhentikan langkahnya,menatap Aza dengan alis yang terangkat.


"Udah ayo!"bukannya menjawab kebingungan wajah Dev, Aza justru menarik tangan Dev memasuki toko


Dia mengambil troli untuk mengambil barang yang ada dipikirannya,sedangkan Dev hanya mengekori Aza memutari toko.


"Beli apa sih,Yang?"Tanyanya pada Aza


"Buah tangan buat tante!"jawab Aza singkat dengan tangan yang memilih sayuran di rak itu


"Bunda?ngak perlu juga"


"Ngak enak kalau ngak bawa apa-apa!"tegas Aza sambil menatap Dev


Aza melanjutkan memilih sayuran dan bahan-bahan dapur,sudah dirasa cukup dia kekasir dan membayarnya walau ada perdebatan dengan sang kekasih dia tetep kekeh kalau dia yang bayar. Dev hanya mendengus kesal menurut apa yang dikatakan Aza.


Saat berjalan keluar Mall,tiba-tiba Aza berhenti dan langsung menarik tangan Dev ke toko es crim. Aza duduk disalah satu bangku,Dev langsung membuka menu dan mengarahkannya ke Aza


"Aku mau yang rasa coklat ajah! jumbo yah!"ucapnya dengan mata yang berbinar-binar


"Hmm"


Dev bangkit dari duduknya untuk memesan,setelah sepuluh menit mengantri akhirnya dia kembali membawa es crim pesenan Aza. Aza menatap es crim itu dengan senyumman


"Terima kasih"ucapnya dengan wajah menggemaskan sambil mengambil es crim dari tangan Dev. Dev hanya tersenyum dan mengacak rambut Aza gemas


Aza mulai menyendokkan es crim ke mulutnya "Kamu ngak pesen Dev?"


"Ngak,kamu aja!"ucapnya sambil menatap Aza yang menikmati es crimnya


Dev mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kameranya kearah Aza tanpa di ketahui sang empu karena keasikkan dengan es crimnya sampai tidak menyadari tindakan Dev.


Menatap hasil foto dengan senyum bangganya mengubah foto itu menjadi walpaper ponselnya dan meletakkan kembali ke meja.


Aza yang masih belum menyadari itu melirik sekilas ponsel Dev dan melototkan matanya melihat ponsel Dev yang masih menyala. Mengambil ponsel itu dan mengamatinya


"Kapan ngambilnya?"Aza sambil menatap horor Dev dan melihatkan ponsel Dev kepada sang pemilik


"Tadi"jawabnya singkat


"Ihhh jelek Dev!"cibirnya sambil menatap dirinya di ponsel


"Jangan di ganti Sing!"tegurnya saat melihat tangan Aza yang sudah menggeser layarnya kesana kemari


Aza megalihkan pandangannya kearah Dev dan mendengus kesal "Ya sudah!"ucapnya sambil meletakkan ponsel Dev di pinggirnya melihat-lihat isi galeri kekasihnya itu. Dev membiarkan apa yang di lakukan Aza tanpa protes apapun.


"Ini keluaran baru yah?"tanyanya sambil memandang Dev


"Hmm"


Aza membuka kamera di ponsel itu dan mengarahkannya ke wajah dirinya,mengambil beberapa pose cantiknya di ponsel Dev,bahkan dia sesekali memotret Dev diam-diam agar sang empu tidak menyadarinya melihat hasil karyanya di mengembangkan senyumnya lebar.


Mengarahkan ponselnya ke arah Dev dengan tersenyum menampilkan gigi putihnya. Dev mengerutkan dahinya bingung melihat tingkah Aza,dia mengambil ponselnya dan membuka galeri,aplikasi yang tadi Aza buka.


Dia hanya tersenyum melihat hasil pose Aza dan dirinya yang diam-diam di potret Aza "Jago juga kamu foto"


"Bolehlah jadi fotografer"balas Aza sambil terkekeh,yang mendapat acakan rambut di kepalanya


_


_


_


_