After The Breakup

After The Breakup
BAB 35 Penjelasan



Makan siang sudah siap. Diana dan Aza menata makanan ke meja makan "Bunda panggil mereka dulu yah,sayang"


"Iya Tan"


Diana menghampiri mereka dan mengajak kalau makan siang sudah siap. Surya dan Dev mengangguk berdiri dan berjalan di belakang Diana menuju meja makan.


Aza masih mengambil makanan dari dapur dan membawanya ke meja. Melihat semua sudah ada disana,Diana mengajak Aza untuk duduk "Duduk,Za!"


Aza mengangguk dan menarik kursi disamping Dev. Dev tersenyum menatap Aza dan berbisik "Setelah ini kita pergi!"


Aza menoleh menatap Dev "Kemana?"


"Nanti juga tahu"Dev sambil mengusap puncak kepala Aza. Dan tingkah itu tidak luput dari pandangan orang tua Dev,mereka tampak tersenyum dan saling pandang.


Mereka memakan makan siang itu. Setelah selesai makanan itu dibersihkan para pelayan karena Diana melarang ke Aza "Biar pelayan aja,sayang"


Aza mengangguk patuh dan berjalan kearah ruang keluarga.


Sesuai yang tadi dibisikkan Dev. Dev mengajak Aza pergi "Bun,Yah Dev pergi dulu sama Aza"


"Kemana?Aza baru saja disini sudah mau dibawa pergi lagi"Tanya Diana dengan muka yang dibuat sedih.


"Astaga Bun,kenapa nangis sih! toh juga nanti Dev ngak bakal ngapa-ngapain Aza"Rayu Dev


"Ya sudah! tapi besok-besok main kesini yah,Za"ucap Diana sambil mendekati Aza dan memeluknya.


Aza menerima pelukan itu dan mengangguk "Iya Tan,nanti Aza main kesini lagi"balas Aza membenarkan


Mereka berpamitan menyalami telapak kedua orang tua Dev dan berjalan keluar rumah. Aza menghentikan langkahnya saat di dekat mobil memutar badannya kebelakang,karena Dev berada di belakangnya.


"Mau kemana sih?"Tanyanya sambil menatap Dev yang sedang membukakan pintu.


Dev menoleh dan tersenyum "Masuk aja! rahasia"balas Dev sambil mengecup bibir Aza sekilas.


Aza menatap horor Dev "Hish...nanti kalau ada yang lihat gimana?"


"Ngak ada"


Mereka memasuki mobil. Dev menjalankan mobilnya menuju ketempat yang Aza tidak tahu. Setelah menempuh perjalanan 30 menit mobil Dev berhenti di pantai. Yah Dev membawa Aza kepantai.


Aza langsung berbinar menatap Dev yang berada di sampingnya "Aku menyukainya Dev"


Dev mengelus pipi Aza lembut dan menatap manik Aza "Ayo turun!"


Berjalan menuju pantai dengan tangan yang saling bertautan. Wajah yang terlihat menggambarkan kebahagian terpampang jelas disana.


"Aku sangat menyukai pantai Dev,semenjak kau membawaku ke sini"ucap Aza sambil menoleh kesamping menatap pria disampingnya.


"Maafin aku"kata Dev sambil menghadap Aza. Aza mengrenyitkan dahinya bingung.


Menuntun Aza untuk berteduh dibawah pohon dan duduk di pasir.


"Di malam bar itu semuanya salah,Sing! aku ngak tahu kenapa bisa ada mereka ber-empat,bahkan bukan cuma aku Bryan dan Fredo pun tak kalah terkejut. Dan pas waktu kamu datang Laura ingin beranjak dari duduknya dia merasa risih di kerjain temen-temennya untuk mendekat kearahku. Tapi naasnya dia tersandung dan jatuh di pelukankau dan saat kau melihat,kita terjadi seperti ciumman tapi semua itu ngak terjadi,Sing! Semua beda dari cara pandang kamu,sayang"terang Dev sambil menatap lekat manik Aza.


Aza hanya diam mendengarkan sambil menatap Dev


"Untuk waktu kecelakaan itu,aku nyelamatin Laura karena dia lebih dekat dari aku,Sing. Awalanya aku mau narik tangan kamu tapi tidak sampai"


"Setelah kejadian itu aku benar-benar khawatir apalagi mendengar perkataan orang-orang kalau kamu terluka,aku kerumah kamu tapi saat di perjalanan Bunda ngabarin kalau Ayah masuk rumah sakit"


Aza terkejut mendengar perkataan itu "Kenapa ngak bilang?"


Dev tersenyum dan mengelus lembut rambut Aza "Kamu susah dihubungin,dasar!"cibir Dev sambil menyentil dahi Aza.


Aza mengusap dahinya sambil menatap tajam Dev "Bagaimana dengan malam itu?"


Dev mengrenyitkan dahinya "Yang mana lagi?"


"Saat paginya aku mendapat pesan kamu mau pergi,aku ke bandara,Za! tapi aku terlamabat kamu sudah pergi meninggalkanku"imbuhnya


Aza menghela napasnya kasar da menatap kearah pantai "Malam saat kamu ketemu Laura di Singapura. Kamu berpelukan dengannya"ucap Aza sambil memalingkan wajahnya.


Dev meraih dagu Aza dan membuat Aza menatap dirinya "Malam itu?pas kamu tiba-tiba pergi"Tanyanya sambil tersenyum.


_


_


_


_


...Nanti dilanjut kok!...