
Seminggu sudah berlalu,menjalanni LDR masih dilakukan Dev dan Aza,karena Aza sekarang di London mengurusi masalah-masalah kompetisi kemarin.
LDR tak membuat hubungan mereka renggang menikmati waktu berjauhan dengan senang hati membuat mereka mengerti akan kedewasaan sendiri.
Begitupun Dev yang sekarang duduk di kursi kebesarannya dengan senyum lebar menatap ponselnya.
Singa Betina❤
Ayy
Ayy
Ayy
Jawab aku lagi apa?
Buruan?
Cepet aku itung?
1...
^^^Ayang❤^^^
^^^Ap?^^^
^^^Makn?^^^
Singa Betina❤
Tidak bisakah jawab yang benar dan jelas....
Sesingkat itu?
Cih....meresahkan:(
Dev terkekeh mendapat jawaban Aza lalu mengetikkan jarinya
^^^Ayang❤^^^
^^^Knp?^^^
^^^Ap salh?^^^
Singa Betina❤
Terserah kau bambang😈
Udahlah aku pergi bayyy.....
Jangan kangen sayangku😚
^^^Ayang❤^^^
^^^Kemana?^^^
Tak dapat balasan dari Aza setelah beberapa detik,ia meletakkan ponselnya di meja lalu mengerjakan pekerjaannya lagi. Hingga suara pintu keras membuatnya tersentak kaget munculah sosok pria paruh baya dengan wajah yang memerah menahan amarah.
Dev terkejut lalu merubah raut keterkejutan itu saat pria itu duduk di depannya "Ada apa?"
Agus yah pria itu adalah Agus. Duduk di kursi depan Dev sambil tersenyum mengejek.
Dimas masuk dan menatap bingung kedua orang itu. Dev melihat kearahnya "Maaf Tuan,tadi saya tidak bisa mencegah"ucap Dimas sambil membungkukkan kepalanya.
"Keluar saja Dim,tidak pa-pa"
Lalu Dev menatap pria di depannya bingung. Benar-benar bingung melihat itu bisa-bisanya dia masuk dengan membuka pintu sangat keras lalu diam tanpa suara hanya mengejeknya dengan senyumnya.
Dev masih tak bergeming dengan arah pembicaraan pria di depannya.
"Kau sudah menghamili anakku!"kata Agus membuat Dev langsung menatapnya tak percaya dan
Brak
Dev memukul meja kerjanya keras "Apa kau gila hah?"
"Dia yang bilang kalau dia hamil dan itu anakmu"tegas Agus dengan sikap yang masih tenang sedangkan Dev sudah mengeras rahangnya sambil menatap tajam pria yang baru saja bilang kalau dirinya menghamili putrinya.
Dev menyringai "Menyentuh putrimu saja aku tak sudi! apalagi menghamilinya"
Agus naik pitam mendengar perkataan Dev lalu dia berdiri dari duduknya "Aku akan bilang ke Tuan Pranata,kalau kelakuan anaknya benar-benar tak terduga"ucap Agus sambil melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Dev.
Dev benar-benar mengumpat serapah pria tadi "Sialan dia mau menjebakku?"
Dimas masuk dan melihat kemarahan bosnya dia tak tahu apa yang terjadi tadi,hanya suara marah-marah tidak jelas yang ia dengar dari luar "Ada apa Tuan?"
Dev menoleh kearah Dimas "Dia menjebakku Dim!"
Dimas mengerutkan dahinya bingung "Menjebak?menjebak apa Tuan?"
"Dia bilang kalau aku menghamili anaknya. Menyentuhpun aku tak sudi"umpat Dev dengan mata tajamnya.
Dimas masih tak bergemingbia masih mencerna perkataan Dev setelah sadar akan ucapan bosnya ia menganga tak percaya "Apa Tuan?anda menghamili nona Anggraini?"pekik Dimas.
Dev langsung menatap tajam Dimas karena terikan pria itu "Menjebak bukan menghamili"
Dimas mengangguk tanpa memperdulikan tatapan Dev yang ada di kepalanya sekarang bisa-bisanya ingin bermain-main dengan bosnya itu bahkan menyangkut putrinya sendiri tak habis pikir Dimas tentang Agus.
**
Surya masih tak percaya mendengar perkataan pria yang seumuran dengannya yang sedang duduk dengan istri dan putrinya di depannya.
Tadi Diana langsung menyuruh pulang saat mengatakan kalau keluarga Sanco dirumah. Tanpa pikir panjang ia langsung meninggalkan kantor dan pekerjaannya lalu pulang.
"Saya masih tidak percaya kalau putra saya melakukan hal itu pada putri anda"alibi Surya mencoba bersikap setenang mungkin karena ia tahu siapa pria yang ada di depannya.
"Tapi kenyataannya memang begitu! putra anda menghamili putri saya! dia sedang hamil sekrang"ucap Mira sambil merangkul putrinya yang menunduk takut.
Diana tak bergeming lidahnya kelu saat mendengar perkataan satu keluarga di depannya dan memegangi pelipisnya pusing.
Surya melirik istrinya dia tahu apa yang dirasakan Diana sekrang lalu ia menatap kedepan "Aku akan bicara dulu dengan Dev dulu"
Agus mengangguk dan undur diri bersama istri dan anaknya meninggalkan rumah keluarga Pranata.
Surya mendekat dan mengelus punggung istrinya lembut "Percayalah kalau Dev tidak akan melakukan itu"
Diana mendongak menatap suaminya "Tapi dia benar hamil Yah. Bagaimana kalau itu anak Dev"Surya juga tidak tahu harus apa sekrang,yang ada di pikirannya sekrang hanya ingin mendengar kalau kenyataan itu tidak benar dari mulut Dev sendiri.
_
_
_
_
...Masalah datang yah:)...
...Kalau bilang masalahnya kok gitu banget?ikuti alurnya yah gaes....
Readers:Kok ngak nikah-nikah tor?
Otor:Mau kasih masalah dulu yah,mangap:)_-_