
"Apa kau melakukan itu Dev?"perkataan Bundanya membuat Dev mendongak menatap wanita yang sudah melahirkannya dengan wajah memerah karena nangis.
Yah tadi sepulang dari kantor,Dev langsung di introgasi oleh Ayah dan Bundanya langsung di seret di ruang keluarga(yah bukan di seret begitu juga yah😂).
"Ngak Bun! Dev memang nakal tapi tidak pernah melakukan hal di luar kendali"sargas Dev.
Diana menghela napasnya bersyukur kalau putranya tidak terjerumus ke dalam hal-hal pemain wanita. Begitupun Surya dia sangat percaya kalau putranya tidak menghamili anak dari keluarga Sanco.
"Ayah akan bicara pada mereka,apa yang membuat mereka bisa berbicara seperti! jika benar mereka menjebak kamu Ayah tidak akan melepaskan mereka,Dev"ucap Surya dengan tatapan ke depan tajam.
Dev melihat kearah Ayahnya,di lihat dari wajahnya Ayahnya itu benar-benar marah akan hal ini. Dev juga tak habis pikir apa yang mereka pikirkan hingga melakukan itu.
"Dev ke kamar dulu Yah,Bun!"Diana dan Surya mengangguk.
Dev berjalan ke luar dari ruangan itu menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya setelah dari kantor.
Dia baru ingat jika masalah ini sampai ke sebar,mungkin saja keluarga Aza akan mengetahuinya karena keluarga Aza juga pebisnis yang mengenal siapa pun termasuk Agus Sanco.
Bisa saja nanti berita ini ke sebar sebelum mereka membuktikan kalau anak itu bukan anak Dev.
bagaimana nanti kalau Aza tahu dulu sebelum semuanya terbukti batin Dev sambil mengusap wajahnya kasar.
Mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya dari pikira-pikiran yang membuat perasaannya memanas.
**
London 12:20 PM
Aza menangis tersedu-sedu menatap layar laptopnya dengan tisu bertebaran dimana-mana.
"Itu kenapa ceweknya bodoh banget sih! pacar lo di jebak mbak!"
"Buruan dong di buktiin bambang,kalau ngak lo bakalan kehilangan dia!"gerutu Aza saat melihat drama dimana sepasang kekasih yang saling mencintai tiba-tiba harus menghadapi masalah yang begitu berat. Dimana tiba-tiba ada seorang perempuan tiba-tiba datang ketengah-tengah hubungan mereka,bahkan dengan seenak jidatnya bilang kalau dia hamil dari anak pria itu.
Aza menutup laptopnya kasar dan menelantangkan tubuhnya menatap langit-langitvkamar dengan mulut yang menggerutu kesal dengan drama yang ia tonton tadi.
"Ngak kebayang sih kalau laki-laki tadi ngak bisa ngebuktiin! bisa ancur tuh hubungan yang harmonis bersama kekasihnya"gerutunya.
Ia juga tak menyadari bahwa drama yang ia tonton akan menjadi boomerang dalam kisah percintaannya nanti.
Menghela napasnya kasar dan bangun dari tidurnya lalu duduk di tengah-tengah ranjang sambil memeluk gulingnya di taruh di paha "Kenapa juga gue mikirin tuh drama! emosi jiwa gue lama-lama"ucapnya sambil berdiri turun dari ranjang.
Berjalan keluar kamar menuju dapur,membuka kulkas yang ternyata kosong hanya ada dua telur saja.
"Haishh kok bisa kehabisan gini! belanja aja deh ke bawah"ucap Aza sambil berjalan kedalam kamar lagi mengambil jaket long coatnya berwarna merah.
Setelah itu ia berjalan keluar apartemen menuju ke supermarket di lantai bawah apartemen ini. Setelah sampai ia memilih beberapa kebutuhan makanan sampai kebutuhan pribadi yang ia perlukan.
"Masih beberapa hari lagi aku disni dengan urusanku. Eh-tapi nanti seminggu lagi ultah aku pulang ngak sih?"gumam Aza sambil memilih-milih daging di depannya.
"Perasaan aku ngak enak akhir-akhir ini kenapa sih? apa ada sesuatu?"gumamnya lagi sambil mendorong troli berisi barang-barang yang ia pilih dan menghela napasnya pelan.
_
_
_
_
...Like,komen,vote,hadiah😍...