
Aza berlari memasuki cafe terburu-buru untuk menemui teman-temannya sesuai yang dikatakan Vio waktu itu.
Aza celingukkan untuk melihat dimana teman-temannya duduk,hingga lambaian tangan membuat senyum di bibirnya. Aza melangkahkan kaki lebarnya mendekati meja pojok yang menyajikan pandangan keluar.
"Sorry,nunggu lama yah?"kata Aza tak enak hati kepada ketiga sahabatnya itu dan menarik satu kursi kosong di meja itu.
"No problem,gue juga baru dateng"timpal Vio karena dirinya juga datang terlambat.
"Nasib kita yang terlalu on time buat kalian yang berkarir"kata Tania sambil melirik kearah Jenifer. Je mengangguk setuju.
Yah siang ini Vio mengajak mereka ber-tiga untuk kumpul di salah satu cafe milik Je.
"Apaan sih! kita yang seharusnya minder bisa berkumpul dengan istri-istri CEO"elak Aza melirik Ke arah Vio.
Vio mengangguk "Iya nih"
"Sudah-sudah,ouh ya Je,Justin kemana?"Tanya Aza tak mau memperpanjang perbincangan tak berfaedah yang hanya akan membuat selisih dua kubu nantinya.
"Justin di rumah Omanya,kan gue pengen kumpul-kumpul sama kalian semua...ahhh kangen tahu"ucapnya sambil memeluk Aza.
Aza juga menerima pelukan itu "Apa kabar mama muda?"katanya sambil terkekeh.
Je melepaskan pelukan itu dan menatap Aza "Kenapa ngak pernah ada kabar hah?"cibirnya kesal.
"Entah kemana aja lo"kali ini Tania juga menyauti ucapan Je.
Aza mengaruk leher belakangnya bingung "Gue ada masalah! masak Vio ngak cerita?"Tanyanya sambil melirik kearah Vio yang duduk di sampingnya.
Fokus Je teralihkan kearah tangan kanan Aza,dia langsung menarik tangan Aza menatap cincin yang terpasang disana "Masyallah lo di lamar?sama siapa?"heboh Je membuat Tania dan Vio juga menatapnya.
Mereka ber-tiga menatap Aza mengintimidasi meminta penjelasan.
"Siapa?kenapa ngak cerita kegue?"Tanya Vio sambil menggeser duduknya mendekati Aza,begitupun Tania dan Je memajukkan kursinya mendekat kearah Aza.
Aza benar-benar tersudutkan "Apaan sih! biasa aja kalik,duduk yang bener"titahnya kepada ketiga sahabat somplaknya ini.
"Ishh buruan di tungguin juga!"desis Je kesal.
Aza menghembuskan napasnya kasar dan memalingkan wajahnya "Sepupu lo"jawab Aza singkat membuat ketiga orang itu menganga menutup mulutnya.
"Kak Dev?"Tanya Je meyakinkan ucapan Aza.
Aza berbalik dan melihat kearah mereka dengan heran "Iya,sayangku,cintaku. Sepupu lo yang deket sama gue siapa?"
"Kapan?"pertanyaan itu sekarang dari Vio.
"Kemarin malem"
Tania meraih tangan Aza meneliti cincin itu masih tak percaya "D A...jadi bener Devano mantan lo?"ucapnya setelah melihat ukiran nama di cincin itu.
"Bukan mantan,sekarang lebih tepatnya tunangan gue"ralat Aza mencibikkan perkataannya kesal,karena sedari tadi teman-temannya heran tak percaya.
"Gue masih ngak percaya,Za. Emang lo deket lagi sama Dev?"Tanya Vio menatap wajah Aza.
"Hmm begitulah...udah ah bukannya mau kumpul kenapa jadi mengintimidasi gue sih"dengus Aza kesal.
"Ahhh doa gue terkabul juga,lo akan jadi kakak ipar somplak gue"ucap Je setengah berteriak.
"Berisik Je"ucap mereka bertiga kompak hingga membuat mereka saling pandang kemudian tertawa.
"Gue ikut bahagia juga sayang! setidaknya walau lo gue tinggal nikah lo aman"kata Vio sambil memeluk Aza.
"Iya mak,anak lo akan baik-baik saja!"balas Aza melanedi ucapan absurd sahabatnya itu.
"Jangan jadi anak durhaka! nanti kalau nikah emaknya diundang"Vio sambil memukul lengan Aza pelan.
"Emak tiri cinderela dan cinderela"Je sambil tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu begitupun Tania.
Mereka menghabiskan makam siang ini dengan berkumpul dan tertawa bersama dengan cerita-cerita heboh mereka dari yang berfaedah hingga tak berfaedah.
Itulah perempuan yang selalu lupa waktu dan hanya ingin mengobrol dan mengobrol. Kalau kata orang sih gosip hehe.
_
_
_
_
**Siapa hayo yang suka lupa waktu buat ngegosip?
Readers:otor nih ketua gengnya
Otor:otor masih suci dan berfaedah(sambil tutupan muka dengan kresek**)