
Malam itu
Dev berdiri dari duduknya melihat Aza yang sedang membeli es crim tidak jauh dari tempatnya. Tiba-tiba pandangannya beralih pada perempuan yang sedang berteriak.
"Tolong..tolong!"ucap perempuan itu.
Dev mendekat dan melihat apa yang terjadi. Perempuan itu menabrak tubuh Dev,dia mendongakkan kepalanya dan melototkan matanya "D-ev"lirihnya sambil terbata-bata.
Dev juga tak kalah terkejutnya melihat siapa wanita yang berteriak tadi "Laura"
"Apa yang terjadi?kenapa teriak?"Tanya Dev.
Laura menjauh dari Dev dan menoleh kebelakang "Tadi ada yang mengikutiku dan mengejarku,aku takut Dev"ucap Laura ketakutan.
Dev menoleh kearah yang dilihat Laura "Siapa? dimana?"
"Itu"tunjuk Laura sambil melihat seseorang bersembunyi di balik semak.
Dev menghampirinya saat pria itu ingin lari,pria itu menggunakan masker dan topinya.
Dev menarik baju belakang pria itu dan membekap tangannya kebelakang "Siapa kau?kenapa kamu mengikutinya!"Tanya Dev.
Pria itu berusaha melepaskan dirinya dari Dev,saat ada kesempatan dia melepaskan diri dan berhadapan dengan Dev.
"Sial"umpat Dev kesal.
"Kau tidak ada urusan denganku,jadi jangan ikut campur!"ucap Pria itu sambil menunjuk Dev.
"Aku kenal dengannya,jadi aku akan membantunya dari orang ngak jelas kayak kamu"terang Dev
Bugh
Satu pukulan mengenai wajah si pria itu sebelum dia memukul Dev "Kurang cepat"ucap Dev sambil menyeringai.
Pria itu berlari dari sana tetapi sebelum benar-benar pergi "Aku akan selalu mengejarmu Laura"ucap pria itu dengan seringai dibalik maskernya dan pergi dari sana.
Laura ketakutan di tempat dengan kaki yang bergetar. Dev membalikkan badannya mencoba menenangkan Laura.
Laura spontan memeluk Dev hingga membuat Dev terkejut dia sama sekali tidak membalas pelukannya.
"Aku takut Dev"Laura sambil menangis.
"Dia sudah pergi Ra! sudah aman"Dev mencoba menenangkan dengan Laura yang memeluknya.
Laura tersadar dan melepaskan pelukannya dia menunduk malu "Maaf"
"It's okay! kamu tenangin diri dulu"
Laura mengangguk dan menghapus air matanya "Aku mau pulang Dev"
Dev menoleh kearah Laura "Aku antar"
"Ngak usah,aku naik taksi aja! lagian deket kok dengan hotel aku,makanya larinya kesini kejalan hotel!"
Dev hanya mangguk-mangguk,dan memberhentikan taksi "Naik ini aja!biar aman langsung kembali kehotel"
Laura mengangguk dan berjalan masuk ke taksi "Makasih yah!aku pergi" Dev hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah Laura pergi dia mencari Aza ke tempat pembelian es crim tadi. Tapi tidak melihat Aza sama sekali malah dia melihat kantong kresek dengan dua es crim terjatuh disana.
"Dia dimana?apa ini es crimnya?shitt"
Dia menghubungi Aza dan tidak bisa mencoba berpikir positif "Apa dia sudah pulang"ucap Dev sambil pergi dari taman menuju rumah Maya.
*
"Ngak penting! yang terpenting sekarang apa kamu sudah percaya sama aku?"Tanya Dev sambil menatap Aza lekat.
Aza mengalihkan pandangannya kepantai "Maafin aku juga yah,aku udah egois ngak dengerin kamu dulu"Aza sambil menatap Dev dengan lekat. Menghamburkan diri kepelukan Dev menyandarkan dagunya di bahu Dev.
Dev menerima pelukan itu dan mengusap lembut punggung Aza "Ngak usah nangis!"goda Dev sambil tersenyum.
Aza terkekeh "Tahu aja kalau udah rembes"jawab Aza
Dev melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Aza yang sudah menetes mengecup kedua mata Aza "Kamu mau menerima aku aja aku sudah benar-benar bahagia,Sing!"
"Kamu adalah perempuan pertama yang mengobrak-abrik hatiku,wanita pertama,sekarang,dan masa depan yang ada disisiku"kata Dev sambil menarik Aza kepelukannya.
Aza tersenyum menyembunyikan wajah merahnya di dada Dev "Aku bersyukur bisa dicintai oleh orang seperti kamu"
Dev tersenyum mendengar penuturan Aza "Love You Azalea Cavabila"bisiknya tepat di telinga Aza.
Aza diam sejenak dan "Love You Too"balas Aza sambil melepaskan pelukannya menatap Dev dengan senyum lebarnya.
Dev mendekatkan bibirnya di bibir Aza menciumnya lembut sambil menekan tengku Aza. Aza menerima ciuman itu dengan kedua tangan yang agak kebelakang menahan tubuhnya.
Menikmati ciuman Dev yang lembut,membiarkannya mengabsen setiap inci di dalam mulutnya. Hingga mereka kehabisan napas dan melepaskannya.
Dev mengusap bibir basah Aza karna ulahnya sambil tersenyum dengan ibu jarinya
Aza menatap lekat manik mata Dev "Dev untuk yang waktu itu,aku menerimanya dan akan pergi tiga hari lagi!"
Dev mendongak menatap Aza "Aku akan selalu mendukungmu,Sing!"
"Berapa lama?"Tanya Dev
"3 bulan nanti acaranya di Paris! sebagian sudah di buat sama Miss Elle,jadi singkat"
"Tiga bulan mana singkat,Sing! LDR lagi dong"ucap Dev dengan wajah menggemaskannya.
Aza terkekeh dan menangkup kedua pipi Dev
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Dev dan mengesekkan hidungnya dengan hidung Dev.
"Gemes jadi pengen gigit"ucapnya sambil terkekeh.
"Ulang tahun aku juga tiga bulan lagi,jangan lupa yah,sayang"ingatkan Aza sambil tertawa.
Dev juga tertawa "Memang mau apa?"
Aza mencoba berpikir "Nanti aja aku kasih tahu,tapi inget jangan lupa! awas aja kalau lupa"Aza sambil menatap tajam Dev
"Ngak akan! setiap tahun aja aku kesini saat ulang tahun kamu! bahkan pin ponsel aku tanggal lahir kamu"Dev sambil bersandar di bahu Aza
"Seriously?"
"Hmm"
Jangan pernah egois dengan pasangan kamu sendiri,bicarakanlah dulu jika kalian ada masalah. Saling percaya adalah salah satu tembok agar hubungan langgeng.
_
_
_
_