After The Breakup

After The Breakup
BAB 34 Menantu Idaman



Diana mengajak Aza masuk kerumah,di ruang tamu sudah ada Surya dan Devano. Aza memdekati Surya dan mencium telapak tangannya "Om apa kabar?"Tanyanya sambil tersenyum hangat.


Surya membalas dengan mengusap lembut rambut Aza "Om baik! gimana kamu Za?"


"Aza juga baik Om"


"Kamu tambah cantik yah dewasa juga! pantes Dev ngak bisa move on!"celetuk Surya membuat Dev melototkan matanya.


"Ayah apaan sih!"Dev sambil menatap Surya.


Surya menuntun Aza untuk duduk di sampingnya sedangkan Diana duduk disamping Dev.


"Yah kan kenyataan!"Ucap Diana membenarkan sambil terkekeh


"Kamu tahu Za,tujuh tahun dia seperti orang gila! sikap jadi cuek,dingin,kejam bahkan sama orang tua jarang menegur sapa. Apa itu yang namanya bucin"cibir Surya kepada putranya.


Aza dan Diana tertawa terbahak-bahak mendengar cibiran Surya.


Aza menetralkan kembali wajahnya agar tidak tertawa "Serius Dev?ciee..."ucap Aza menggoda


Dev menatap tajam Aza yang ada di sebelah papanya itu "Apanya?"Tanya Dev pura-pura


"Udah biarin aja! Om seneng banget denger hubungan kamu sama Dev membaik,Za"kata Surya


Aza menatap orang yang lebih tua itu dengan tersenyum hangat "Aza aja ngak nyangka Om"


"Mungkin kalian memang ditakdirkan begitu! Bunda berharap kalian akan bahagia hingga maut yang memisahkan. Ouh ya kapan resmiin jadi menantu Bunda Dev?"kata Diana sambil menatap Dev


Dev langsung mengubah wajahnya dengan senyum sumringah sambil menatap Aza "Kalau bisa sekarang kenapa ngak! Bunda tanya calon menantu Bunda aja,apa dia mau sekarang?"


Aza benar-benar melototkan matanya mendengar penuturan Dev "Yah ngak sekarang juga!"ucapnya


"Nunggu Aza Bun,dia masih ada yang harus di capai!"terang Dev membuat semua orang menatapnya


"Apa?bukankah dia sudah menjadi direktur?"Tanya Diana


"Nanti juga kalian tahu"ucap Dev sambil bersedekap tangan di dada


"Tapi janji yah secepatnya"kata Diana sambil menatap serius putra semata wayangnya itu


Dev menaikkan alisnya "Perasaan Bunda ngebet banget"


"Ya iyalah siapa yang ngak mau punya menantu kayak Aza,diakan calon menantu idaman Bunda"ucap Diana menimpali sambil melirik Aza yang sedang kikuk.


Aza langsung melihat belanjaan tadi di meja dan mengambilnya "Ouh ya Tan, Aza lupa ini buat Tante"Aza sambil memberikan belanjaan tadi dengan tersenyum.


Diana menerima itu dan menaikkan alisnya "Kenapa repot-repot sih,sayang. Kamu mau datang aja Bunda seneng banget"


Aza langsung sumringah menatap Diana "Aza kangen masak sama tante"ucapnya.


"Kamu sudah bisa masak?"


"Lumayan,itupun berkat tante yang ngajarin!"Aza sambil tersenyum menampilkan giginya.


Surya dan Dev hanya memandang kedua wanita itu dengan tersenyum Bunda menemukan teman dapurnya lagi batin mereka berdua


Diana mendekati Aza dan mengandeng tangan Aza. Aza menerima uluran tangan itu dengan senang "Kita bertempur lagi di dapur yah,sayang"ucap Diana sambil terkekeh berjalam menuju dapur


"Hahaha Aza selalu buat dapur Tante kayak kapal pecah hehe"


Mereka berjalan kearah dapur tanpa memperdulikan dua pria yang sedang menatap punggung mereka.


*


Sesampainya di dapur Diana mengeluarkan bahan-bahan belanjaan Aza "Kita buat opor ayam,terong balado,ayam goreng sama tumis kangkung aja yah,Za?"Tanya Diana sambil melirik Aza yang sedang mencuci bahan-bahan.


Aza menoleh kearahnya dan mengangguk "Aza kangen opor Tante"


"Gimana kabar Maya,sayang?"Tanya Diana lagi


"Mama baik tan!"balas Aza sambil mengupas bawang merah


"Syukurlah,kalau masalahnya?"Diana sambil mencuci ayam


"Masalahnya juga sudah selesai tan,makanya Aza sudah pulang"terang Aza sambil tersenyum


Mereka memasak dengan bercanda tawa,inilah yang selalu dirindukan Diana ada teman didapur untuk memasak. Dulu dia sering mengajari Aza cara memasak karena Aza dulu sama sekali tidak bisa memasak. Diana sama sekali tidak mengeluh untuk mengajari Aza, bahkan dia sangat senang saat mengajari Aza walau dapurnya menjadi taruhan seperti medan perang.


Begitupun dengan Aza dia sangat bersyukur di pertemukan sosok seperti Diana yang selalu menganggapnya putrinya sendiri. Apalagi saat Diana mengajarinya memasak betapa sabar dan tabahnya dia mengajari semua tentang dapur kepada Aza.


aku bersyukur bisa dipertemukan oleh mertua seperti Bunda, aku tahu betapa susahnya dia mengajariku memasak walau setelahnya dapur menjadi kapal pecah,eh kok mertua sadar Za,sadar batin Aza sambil menggelengkan kepalanya tersenyum.


_


_


_


_


......Like,Komen yah gaes😚......