
...Ini masih tentang masalalu ya! agak panjang soalnya...
_
_
Bruk
Aza terjatuh ke jalanan karena kesrempret mobil pick up itu,dia langsung dikerumuni warga dan menolongnya
Sedangkan Dev telah menarik tangan Laura "Apa kau baik-baik saja?"ucap Dev sambil melihat seluruh badan Laura
Laura agak sedikit meringis dan mengusap tangannya saat tadi ditarik dan terjatuh "Aku tidak apa-apa,kamu sendiri?"Tanyanya
"Aku baik"balas Dev yang masih belum menyadari gimana keadaan Aza karena panik akibat kejadian itu
Aza bangkit di bantu oleh orang-orang lengan dan kakinya berdarah karena terkena jalanan kegores. Dia melihat Dev yang masih dengan Laura di sebrang sana
semuanya menunjukkan kebenarannya Dev batin Aza sambil memalingkan wajahnya dan mata yang sudah memerah
"Apa kau baik-baik saja nona?"ucap salah satu orang membuyarkan lamunan Aza
"Ehm...makasih ya! saya baik-baik saja"balas Aza ramah dengan senyum yang agak kecut
"Apa perlu kerumah sakit?kau terluka dan sepertinya kakimu kesleo"ujar pengemudi mobil pick up itu. Mobil itu berhenti dan turun menolong Aza dia merasa bersalah karena melukai orang
"Tidak usah pak! saya mau pulang saja"
"Baiklah,saya berhentikan taksi!"Sopir itu dan menghadang taksi
Aza menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke taksi di bantu oleh warga karena benar kakinya kesleo "Terima kasih" ucapnya kepada orang-orang yang telah menolongnya
"Ke perumahan Sanaya pak!"titah Aza ke sang sopir
"Baik nona"
**
Sedangkan di sebrang sana Dev membantu Laura memasuki mobilnya "Apa kau benar bisa menyetir?"Tanya Dev ke Laura
"Iya,terima kasih sudah menolongku jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi denganku"tutur Laura
"Hmm..baiklah hati-hati"ucap Dev sambil menutup pintu Laura. Laura langsung menjalankan mobilnya menjauhhi tempat itu
Dev berjalan ke arah mobilnya dan mengambil ponselnya saat sudah di pegang dia baru teringat tentang Aza
Aza
Dev langsung menyebrang ke jalan bertanya pada orang-orang yang masih berkumpul disana
"Dimana perempuanbyang tadi hampir tertabrak?"Tanya Dev ke orang-orang
"Dia sudah kesrempet Tuan! kaki dan lengannya terluka,bahkan kakinya kesleo"ujar salah satu orang yang berkumpul
"Apa??terus dia dimana?"Dev panik mendengar penjelasan orang itu
"Dia tadi naik taksi untuk pulang,saat mau di bawa kerumah sakit dia ngak mau!"jelasnya lagi kepada Dev
Dev langsung berlari meninggalkan kerumunan itu menuju mobilnya yang ada di pikirannya sekarang bagaimana dengan keadaan kekasihnya itu apa dia baik-baik saja
**
Aza masih menangis bukan karena terluka melainkan karena kejadian antara mereka bertiga "Aku kesana untuk meminta penjelasan Dev,aku tahu aku egois tidak mendengarkan penjelasanmu lebih dahulu. Tapi dengan melihat kejadian tadi semua sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi"lirihnya sambil mengigit jarinya menatap luar jendela
Sopir itu bingung dengan penumpang itu mungkin dia kesakitan karena terluka batin sopir itu dan melanjutkan perjalanannya fokus
Tak lama Aza sampai di rumahnya dia memasuki rumah dan menghapus air matanya menunduk kebawah
"Astaga nona! apa yang terjadi?"
Aza hanya membalasnya dengan senyuman dan melanjutkan jalan. Saat sudah sampai di rumah di ruang tamu terdapat Mama tirinya dan Kakak iparnya mereka langsung berdiri melihat Aza yang pulang terluka
Eva mendekati adik iparnya "Apa yang terjadi Za?kenapa denganmu"Tanyanya dengan wajah cemas
Aza membalasnya dengan senyum "Aku tidak apa-apa kakak ipar,hanya tadi terjatuh"
Tari langsung mendekat kedua orang itu "Bukankah tadi kau diantar Pak Mul! terus kenapa pulang kayak gitu"ucapnya sinis
"Aku tidak apa-apa Ma! Aza ke kamar dulu"Aza sambil berjalan menuju ke kamarnya di lantai dua
Dia membuka pintunya dan menutupnya lagi mengambil kotak P3k yang ada di kamarnya mengambil kapas untuk membersihkan darah lukanya
Air matanya terus menetes mengingat itu,tapi suara ketokan pintu membuyarkan lamunannya
"Za ini kakak ipar,kakak masuk yah"ucap Eva dari luar
Aza langsung menghapus air matanya "Iya kak masuk aja"
Eva membuka pintu dan berjalan ke arah Aza,mengambil alih kapas yang di pegang Aza "Kita kerumah sakit aja yah Za"
"Ngak usah kak! luka dikit kok"Aza membiarkan kakak iparnya mengobatinya
"Luka dikit bagaimana,bahkan kaki kamu kesleo tadi aja jalannya kayak gitu!"
Aza membalasnya dengan senyuman dengan mata yang melihat kearah tangan kakak iparnya itu mengobatinya
"Ini bukan jatuh kan?kakak tahu jadi jangan bohongin kakak"tutur Eva
Aza langsung mendongakkan kepalanya menatap Eva "Iya terjatuh kak,kan jatuh ke jalanan kalau terbangkan ke atas"Aza sambil terkekeh menutupi kesedihannya. Inilah Aza menutupi kekurangannya dari siapapun,Aza yang selalu menutupi masalah apapun dari siapapun. Mau bercerita dengan siapa?mamanya?dia bahkan jauh dari Aza. Papa dan Kakaknya tidak mungkin ia bercerita,walau nanti terkadang mengerti apa yang dirasakannya. Dengan Jenifer teman SMAnya memang dia suka bercerita tentang apapun tapi tidak dengan semua masalahnya.
"Ihh...kamu mah masih aja bisa bercanda!"tegur Eva
"Iya-iya kakak iparku"Aza dengan senyum simpul
_
_
_
_
Ini belum selesai yah masalalunya,masih ada part masalalu.
Like,komennya gaes El sayang kalean😚