After The Breakup

After The Breakup
BAB 12 Kiss



Aza menggerutu tidak jelas di dalam mobil,hati yang selalu mengumpat pada pria di sampingnya


buat apa ngajakkin kalau di cuekin begini,hari ini aku paling benci benda pipih itu batin Aza sambil menopang dagu dengan tangannya dan memandang keluar mobil


Dev masih sibuk dengan benda pipih yang di pegangnya,dia memang menyueki Aza sedari tadi tidak ada pembicaraan antar mereka


Dev sibuk dengan banyaknya pekerjaan yang masuk di emailnya,dia melirik gadis yang menatap keluar jendela melihat jalan yang mereka lewati


Dev memasukkan ponselnya kedalam jasnya "Maaf tadi banyak pekerjaan"


"Kemarilah!"Ucap Dev sambil menepuk ke kursi agar agar Aza mendekatinya


Aza menoleh menatap Dev yang masih menggunakan kaca mata hitamnya "Mau kemana sih?"Aza masih tidak bergeming dari tempat duduknya dengan tangan yang bersedekap dada


"Kemari!"ulang Dev lagi


"Ngak mau! tinggal jawab aja kenapa sih?"Aza kekeh dengan pendiriannya


Dev berdecak kesal dia menarik tangan Aza sampai membuat Aza jatuh ke dadanya


Aza sepontan melebarkan matanya berkedip beberapa kali dan linglung seketika,dia mendongakkan kepalanya menatap laki-laki yang memiliki dada pelukable itu


"Ish…lepas Dev"Aza sambil memberontak dari pelukan Dev


"Kenapa hem?salah sendiri ngak mau nurut tadi!"ucap Dev sambil merapatkan badan Aza tanpa celah sedikitpun


Aza lagi-lagi melototkan matanya "Dev…ihh lepas!"Aza sambil melototkan matanya dengan tangan yang terus memberontak


Dev tersenyum yang mampu menghipnotis Aza seketika


shit! jangan senyum-senyum gitu dong! kan jantungku Ya Tuhan jangan lagi batin Aza sambil menarik napasnya


menggemaskan batin Dev dengan masih tersenyum menggodanya


CUP


Satu kecupan mendarat di bibir Aza


Aza kaget saat bibir Dev mendarat dibibirnya dia kaget tidak merespon atau membalanya


Dev masih menempelkan bibirnya di bibir manis gadisnya itu melihat reaksi Aza yang terkejut Dev langsung menggigit bibir bawah Aza agar membukanya


Aza kaget dengan tindakan Dev yang menggigit bibir bawahnya dengan relflek dia membuka mulutnya membiarkan laki-laki di depannya dengan leluasa mengabsen mulut Aza


Dev langsung memainkan lidahnya didalam saat Aza membuka multnya tidak ada respon dari gadisnya Dev menekan tengkuk Aza agar memeperdalam ciumannya dan tangannya lagi mengelus punggung Aza


Aza masih bingung dengan situasi ini,tapi saat tangan Dev menekan tengkukknya dan mengusap punggungnya Aza terbuai dengan perlakuan Dev


Aza mulai membalas ciuman tersebut bahkan tangannya sudah ia kalungkan di leher Dev bahkan Aza memejamkan matanya menikmati ciuman itu,membalas dengan *******-******* dan decakan ciuman mereka


Dev tersenyum melihat Aza membalas ciumannya bahkan gadisnya ini sampai mengalungkan tangannya dilehernya,dia terus mengabsen rongga mulut Aza dengan lidahnya yang lincah


Jangan lupakan orang yang sedang mengemudi di dalam mobil yang sama laki-laki satu anak ini merasa terkejut dengan apa yang dilakukan bosnya itu


Yah Dimas sudah memiliki anak yang berumur 5 tahun umurnya terpaut 6 tahun lebib tua dari Dev


Dimas langsung menekan tombol penutup antara kursi penumpang di belakang dan kemudi agar ia tidak melihat apa yang dilakukan bosnya itu yang mampu membuatnya menginginkan istrinya saat ini juga


kuatkan iman hamba sampai nanti sore Tuhan batinnya dan kembali memfokuskan pandangannya ke jalan menunju ketempat yang di bilang bosnya tadi


Mereka masih terus mengabsen rongga mulut masing-masing dengan lidah yang lincah sampai Aza menepuk-nepuk dada Dev agar melepaskan pangutan mereka


Dev melepaskan ciumannya karena dia tahu gadis di depannya mulai kehabisan oksigennya. Dev mengusap bibirnya lalu mengusap bibir Aza dengan halus dari sisa-sisa saliva ciuman tadi


Aza buru-buru menghirup oksigen dengan napas yang masih belum teratur hingga tangan Dev menyentuh bibirnya mengusap. Aza langsung memalingkan wajahnya keluar jendela pipinya sudah seperti udang yang di rebus bahkan dia sampai malu dengan apa yang terjadi barusan


shit! masak tadi aku balas ciuman dia,Ya Tuhan mau di taruh di mana muka aku batin Aza yang masih memalingkan mukanya


"Kenapa malu hm?"Tanya Dev sambil memgangi dagu Aza agar menatapnya


Aza melototkan matanya mendengarkan perkataan Dev "Apa kau gila! tadi durasi lama banget sampai aku kehabisan napas!"Aza sambil memukul lengan Dev


Dev tersenyum"Masih kalah sama aku!"ucapnya sambil bersedekap tangan di dada


"Ck! terserah sesuka kamu"Aza sambil memalingkan mukanya lagi kesal dengan ucapan Dev tadi


Dev menyenderkan kepalanya kepundak Aza dan memejamkan matanya "Jangan ngambek! tadi lumayan dari pada dulu"ucapnya dengan tangan memeluk pinggang Aza dan menghirup aroma Aza dalam-dalam


"Dev bangun!geli tahu"Aza yang kegelian karena napas Dev yang menyerangi bagian lehernya


"Ngak! aku nyaman begini"Dev sambil merapatkan tubuh Aza lagi dan menelusupkan wajahnya di leher Aza


Aza mendengus kesal,napas Dev yang mengenai kulit-kulit putih leher Aza membuatnya diam mematung bingung harus apa


"Aku merindukanmu"bisik Dev tepat di telinga Aza dengan posisi yang masih sama


Tiba-tiba penyekat antara bagian depan dan belakang terbuka,bahkan Aza tidak menyadari bahwa penyekat itu ada dan tertutup


Aza dan Dev menoleh kedepan merasakan kalau mobil sudah berhenti dengan masih raut keterkejutan Aza


mobil sultan batinnya sambil berdecak kagum


"Maaf tuan,kita sudah sampai"ucap Dimas melirik sekilas ke kaca mobil itu dan keluar dari mobil untuk membukakan pintu Tuannya itu


"Dev ini serius?"Tanya Aza masih dengan rasa keterkejutannya itu


"Apanya?ngak usah norak! buruan turun"Dev sambil melirik menatap kedepan seperti gadisnya itu dan menggelengkan kepalanya


"Ish…kan nanya jawabannya menyindir banget"cibir Aza menatap sinis ke Dev dan bersedekap tangan


Dev turun dari mobil dan menunduk melihat kenapa gadisnya itu masih enggan turun "Mau turun ngak!atau aku tinggal"


Aza yang masih menggerutu kesal dengan bibirnya yang dimajukan lima senti itu terpaksa keluar dari mobil dan membawa tas slempangnya dan memakainya


"Mau kemana sih?"Tanya Aza saat sudah di turun dari mobil dan membenarkan tassnya dan menunduk merapikan dressnya setelah itu mendongakkan menatap ke depan ternyata Dev mengajaknya ke toko mobil


"Ngapain sih?"kesal Aza yang sedari tadi ucapannya diabaikan


Dev lagi-lagi mengabaikan pertanyaannya dan malah berjalan menggandeng tangan Aza dan memasuki toko mobil itu


Setelah selesai membeli mobil yang diinginkan Aza seperti di toko sebelumnya yang sudah di pesenkan Dev lebih dulu


Mereka memasuki mobil Dev dan memberhentikan mobilnya di depan restoran. Yah sekarang sudah menunjukkan waktu makan siang alasan Dev untuk berlama-lama bersama Aza hahaha


"Memang sudah jam makan siang?pantes perut udah minta diisi"Aza sambil nyengir berjalan memasuki restoran. Dev hanya tersenyum simpul


Mereka bertiga duduk di kursi pojok karena restoran penuh saat di jam-jam makan siang begini. Mereka memesan makanan,terlalu ramai sampai-sampai Aza memperhatikan sekitar memang penuh


"Kenapa?ngak nyaman?mau pindah aja?"Tanya Dev saat menyadari Aza menatap sekelilingnya meneliti restoran itu


Aza menoleh "Ngak usah! udah pesen juga makanannya,emang setiap hari ramai begini?"


"Hmm…yakin kamu nyaman?"ucap Dev sekali lagi memastikankannya kalau Aza benar-benar nyaman


Aza mendengus kesal "Iya Devano Yoga Pranata"jawabnya sambil menatap kesal Dev


Tak berapa lama makanan pesanan mereka datang,mereka menyantap makanannya


_


_


_


_