After The Breakup

After The Breakup
BAB 31 Ajakan Diana



Hari ini adalah hari weekend semua orang menghabiskan waktunya di rumah,begitupun dengan Aza setelah pertengkaran kemarin dengan mama tirinya,Aza lebih memilih mengurung dirinya di kamar jika dia keluar hanya untuk sarapan karena perintah papanya. Bahkan dia sama sekali tidak menyentuh ponselnya yang terus berdering di dalam tasnya,begitupun sekarang dia hanya melirik sekilas tas slempangnya dan mengalihkan pandangannya ke depan.


Yah Aza sedang menikmati pemandangan dari balkon kamarnya,pemandangan yang langsung menuju kearah jalanan perumahan itu.


Matanya sembab dan merah karena menangis tidak dihiraukannya,pikirannya melayang keperkataan Tari kemarin


"Kau itu hanya anak haram,yang lahir dari perempuan perusak rumah tangga orang"


"Huuhhh"hembusan napasnya kasar keluar dari hidungnya. Menyandarkan dirinya dikursi balkon dengan tangan kirinya menopang dagunya menatap kedepan.


**


Sedangkan di kediaman Pranata Dev yang duduk diruang tamu bersama Ayah dan Bunda yang sedang menonton televisi. Pikirannya sangat kacau karena Aza benar-benar tidak mengangkat panggilan telfonnya.


"Dia sudah pulang belum sih?kenapa ngak ada kabar"batin Dev dengan pandangan kosong kearah televisi


"Kamu kenapa sih?"Tanya Diana sambil memgangi pundak putranya


Dev menoleh kearah sang Bunda "Dev ngak tahu Bun,dari kemarin Aza ngak ada kabar. Apa dia sudah pulang atau belum?"ucapnya sambil mengusap kasar wajahnya


"Ya elah gitu aja galau,sana samperin kerumahnya!"balas Surya menatap putranya yang gundah gulana


"Ouh ya,bawa Aza kesini aja! Bunda kangen tahu"titah Diana


"Hmm Papa juga kangen sama Aza,biar rame Dev"ucap Surya mengangguk menyetujui


Dev menatap kedua orang tuanya secara bergantian dan mengangguk "Baiklah"ucapnya sambil berdiri menyalami tangan kedua orang tuanya.


Dia keluar dan menuju kearah mobilnya mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju kerumah Aza.


Tiba dirumah Aza,Dev di sambut oleh Wahyu yang sedang berada di ruang tamu "Dev"serunya kepada Dev


Dev mendekat dan menyalami tangan Wahyu "Om!"


"Duduk dulu! Bi buatin minum yah!"titahnya pada pembantu dirumahnya,dan dia hanya menganggukkan kepalanya permisi


"Makasih Om"ucap Dev


"Mau ketemu Aza?"Tanyanya to the point


Dev menoleh menatap Wahyu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum "Aza sudah pulang Om?"


"Hmm"


Tak lama minuman dan cemilan kue itu datang dibawa oleh pembantu itu "Panggilin Aza Bi"


"Baik Tuan"balasnya lalu menundukkan kepalanya permisi


Bibi yang bernama Lasmi itu mengetuk pintu Aza,Aza membukanya dan menampilkan senyumnya "Ada apa Bi?"Tanya Aza


"Ouh baiklah,makasih ya Bi"


"Kalau begitu saya permisi non"setelah mengucapkan itu dia permisi undur diri


Aza menghela napasnya masuk kedalam kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah dirasa cukup segar dia berjalan menurunni tangga kearah papanya.


"Pa"panggilnya kepada orang yang tengah mengobrol itu,dan berjalan kearah mereka


Wahyu dan Dev menoleh kearah Aza yang sedang mendudukkan dirinya di sofa sebrang mereka


"Ada apa?"


"Kamu bicara aja dulu sama Dev,Papa kebelakang dulu"ucapnya sambil berdiri dan menepuk pundak Dev


Dev menatap Aza dengan kaki yang disilangkan sambil meminum minuman yang tadi dibuatkan Lasmi dan menatap Aza dengan insten. Matanya fokus kearah mata Aza yang sembab dia menghela napasnya


Dia habis nangis


Aza masih enggan berbicara dia hanya memandang keluar rumahnya tanpa memandang kearah Dev. Hingga suara Dev membuatnya menoleh


"Bunda kangen"ucap Dev sambil menatap kekasihnya itu


"Bilangin aja aku juga kangen Bunda!"kata Aza sambil mencomot kue yang ada di depannya


"Dia ingin ketemu sama kamu Sing!"Aza mendongakkan kepalanya menatap Dev yang sedang memperhatikannya


"Aku ngak bisa kalau sekarang! aku ngak mau keluar"tegasnya


"Aku ngak maksa kamu untuk cerita,dari mata kamu aku tahu kamu habis menangis! bicaralah jika sudah siap"kata Dev sambil bersedekap tangan di dada


Aza menghela napasnya "Kau selalu tahu dengan wajahku"cibirnya kesal kepada pria yang sedang terkekeh didepannya itu


"Makanlah! tunggu sini aku ganti baju!"Aza sambil berdiri dari duduknya


Dev tersenyum menatap Aza yang sedang berjalan menjauh darinya dengan lekat "Kuenya habis,masuk kemulut kamu semua"ucapnya agak berteriak


Aza menghentikan langkahnya yang baru menginjak satu anak tangga dan membalikkan tubuhnya "Baru masuk satu bukan sepiring"kesalnya dan melanjutkan jalannya lagi.


Dev hanya terkekeh melihat wajah Aza yang menurutnya menggemaskan itu sambil memakan kue didepannya itu.


_


_


_


_