
Sang surya nampak malu-malu memancarkan sinarnya,mencoba menerobos melalui korden kamar seorang gadis yang tengah tertidur lelap. Hingga bunyi alarm di ponselnya membuat gadis itu terusik.
Meraba-raba nakas di pinggir ranjangnya mencoba mencari ponselnya yang berbunyi. Setelah menemukan apa yang dicari dia menekan-nekan itu sembarangan dan membuat bunyi itu berhenti.
Aza bangun dan menyandarkan badannya di hearboar ranjang. Mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya.
"Aku harus bekerja"gumamnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah dua puluh menit dia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet untuk memilih bajunya,dia mengambil blazer berwarna biru muda polos dengan celana yang sama dipadukan dengan kemeja putih.
Melangkahkan kakinya ke meja rias dan memoleskan bedak serta lipstik berwarna merah tipis. Rambut yang panjang ia biarkan tergerai "Perfect"ucapnya sambil tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Mengambil tas slempangnya berwarna biru dengan merk terkenal.
Dia menuruni tangga menuju ruang makan. Setelah semuanya menyelesaikan makannya mereka melakukan tugasnya masing-masing. Begitupun Aza melangkahkan kakinya kemobil dan melajukkannya menuju perusahaan.
*
Disisi lain Dev sedang memakai jasnya dan merapikannya. Setelah dirasa cukup dia melangkahkan kakinya keluar kamar menuruni anak tangga.
Menghampiri Ayah dan Bundanya yang sedang sibuk itu "Yah,Bun, Dev berangkat dulu soalnya ada meeting pagi ini!"
Mereka berdua menoleh kearah putranya yang sudah rapi "Sarapan dulu Dev!"titah Diana.
"Ngak usah Bun! nanti di kantor aja,soalnya keburu"balasnya sambil mengecup tangan mereka bergantian.
"Ya sudah tapi makan yah! awas saja kalau tidak"ucap Diana dengan penuh penekanan.
"Hati-hati Dev"kata Surya yang diangguki Dev.
Dia melangkahkan kakinya keluar rumah,berjalan kearah mobil dan menjalankannya menuju perusahaan.
Di dalam mobil ia tampak tersenyum mengambil ponselnya memencet nomor 'Singa Betina' dan mengambil earphone dan memasangkannya ketelinga.
*
Aza yang sedang menyetir mengerutkan dahinya saat ponselnya berbunyi mengambil ponselnya dan memencet tombol hijau,memencet speaker dan meletakkannya di dashboard mobil sampingnya.
"Halo"ucapnya
"Morning"kata Dev dari sebrang sana.
Aza mengulas senyumnya "Pagi juga"
"Kerja?"Tanya Dev dari sebrang sana.
"Iyah! ini lagi di jalan"terangnya
"Love You Too"
Setelah mematikan panggilan itu Aza fokus kembali kejalan menuju perusahaan. Tak lama mobil sudah terparkir di parkiran mobil perusahaan.
Melangkahkan kakinya turun dan berjalan masuk. Banyak karyawan yang menyapa kembalinya direktur perusahaan mereka dengan senyumnya. Aza hanya membalas sapaan karyawan dengan senyuman.
Setelah sampai di ruangannya Aza duduk di kursi kerjanya dan mulai mengerjakan pekerjaan.
Pintu di ketuk membuat fukus Aza langsung mengarah kearah pintu.
"Masuk"ujarnya
Riski masuk dan berjalan kearah Aza "Selamat datang kembali bu"ucapnya dengan ramah.
"Makasih Ki"
"Jadwal ibu sekarang mengerjakan tugas,tidak ada pertemuan"kata Riski mengingatkan jadwal Aza.
Aza hanya mengangguk-angguk mengerti "Baiklah...terima kasih kamu bisa kembali ketempat kamu"Riski mengangguk dan membungkukkan badannya undur diri.
Aza kembali fokus ke perkejaan yang telah ia tinggal beberapa minggu ini "Ini banyak banget yang harus di cek"gumamnya sambil memijit dahinya.
"No problem,Za. Semangat!"ucapnya sambil tersenyum dan mengerjakan tumpukan berkas-berkas itu.
*
Sedangkan di perusahaan YP Compony.
Dev baru saja datang dan disambut Dimas di depan pintu ruangannya "Pagi Tuan"
Dev hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya masuk keruangan "Sekarang meetingkan?apa berkasnya sudah siap?"Tanyanya sambil mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.
Dimas yang masih setia berdiri tidak jauh dari mejanya mengangguk dan berkata "Iya Tuan semuanya sudah siap,begitupun semuanya sudah datang!"
"Baiklah,kita kesana sekarang"balasnya sambil berjalan keluar ruangannya yang diikuti asistennya.
_
_
_
_