After The Breakup

After The Breakup
BAB 84 Bersebelahan




Dev menatap kedua wanita yang sedang berpelukan di depannya ini membuatnya memutar bola matanya malas. Bagaimana tidak,Bundanya menangis hanya karena dirinya dan Aza akan pindah kerumah Dev,lebih tepatnya sekarang rumah mereka.


Jarak dari rumah Bundanya mungkin tidak jauh hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai.


"Udahlah Bun ngapain nangis segala sih? lagian kalau Bunda kangen kan tinggal datang"ucap Dev menatap bingung kearah Bundanya.


Diana melotot menatap putranya "Diam kamu! Bunda kan baru punya menantu,kenapa harus pergi lagi"balasnya sambil mencibik kesal kearah Dev.


"Ngak usah pergi aja ya,sayang!"ucapnya lagi sambil menatap lembut kearah menantunya.


Aza bingung tak tahu harus bagaimana.


"Udah-udah lagian nanti kita main kesana bisa Bun"kata Surya menengahi drama perpisahan menantu dan istrinya.


Dev mengangguk "Iya tuh dengerin kata Ayah,Bun!"


Diana menatap sendu kearah menamtunya,memegangi kedua bahu Aza "Kalau weekend main kesini ya,sayang!"ujarnya.


Aza mengangguk di iringi dengan senyumman yang menghangat "Iya Bun! Aza akan sering main kesini,apalagi kalau weekend"


"Ya sudah. Kamu juga inget ya,Dev"Dev mengangguk menyetujui perkataan Bundanya.


Menyalami tangan Surya dan Diana sebelum pergi kerumah mereka.


...**...


"Ini kita seriusan langsung pindah Ay?"Tanya Aza saat mereka sudah di mobil menempuh perjalanan yang terlihat padat di jam-jam sore di mana para pekerja akan pulang.


Dev menoleh dan menganggukkan kepalanya,menyatukan jari-jari Aza dengan jarinya. Menggegammnya erat "Iya sayang"ucapnya dengan tangan kanan mengemudi.


Aza tersenyum mengelus punggung tangan kiri Dev lembut "Ay"panggil Aza.


"Hm"


Aza memainkan cincin pernikahan mereka dengan memutar-mutarnya membuatnya terkekeh pelan. Ia mengarahkan tangannya mengambil ponsel di pangkuannya mengarahkan kamera kearah tautan tangan mereka.


Dev menatap sekilas apa yang dilakukan Aza membuat sebuah senyum manis terukir di bibirnya.


"Eh inikan jalan ke-perumahan Vio sama Bryan kan?"Tanya Aza heran. Pasalnya ia sangat ingat jalan menuju kerumah baru sahabatnya itu.


Dev mengangguk "Hem,kamu tahu?"


Aza menoleh kearah Dev "Iya aku pernah main kerumah Vio saat ada urusan"jelasnya.


Mobil Dev mengarah memasuki gang perumahan elite yang lagi-lagi membuat Aza heran.


"Dev ini serius gang rumah Vio lho"


"Iya. Satu gang sama mereka,lebih tepatnya bersebelahan"terang Dev sambil terus mengemudikan mobilnya dengan tangan kanan karena tangan kirinya masih di genggam istrinya.


Dev mememcet klakson mobilnya agar seseorang di dalam sana membuka gerbangnya. Tak lama pagar itu di buka oleh pria baruh paya yang sekitar berumur 40 tahunan.


Dev memasukkan mobilnya "Makasih mang"ucapnya kepada pria paruh baya itu.


"Selamat datang kembali Den"sapa pria yang bernama Ujang itu kepada bosnya.


Dev mengangguk dengan seulas senyuman. Ia memakirkan mobilnya di halaman rumahnya,melepas sabuk pengamannya "Ayo turun!"titahnya sambil menatap istrinya yang masih heran.


"Eh-"Aza tersentak,lalu menatap Dev yang sedang menatap dirinya. Ia melepas sabuk pengamannya.


"Ngak usah pusing-pusing"ucap Dev sambil mengacak rambut Aza.


Aza mencibik kesal,bagaimana tidak?ia bahkan tak tahu apa-apa tentang rumah Dev. Bahkan memberi tahu jika rumahnya bersebelahan dengan sahabatnya saja tidak.


Aza membuka pintu mobil setalah Dev turun. Matanya mengamati rumah berlantai dua yang menjulang kokoh,halaman yang luas dengan tanaman-tanaman di sudut pagar tembok perbatasan dengan rumah-rumah sebelahnya.


"Selamat datang juga Nyonya"ucap Ujang saat kedua majikannya sudah turun dari mobil.


Aza menoleh mengutas senyum hangat "Ngak usah panggil Nona,Mang! kesannya gimana gitu. Walau di rumah juga sering di panggil begitu tapi mereka ngak mungkin bisa nolak perintah orang yang udah gaji mereka"ucap Aza mengarah ke-pembantu rumah papanya yang selalu memanggil dirinya dengan sebutan itu.


Ujang menatap bosnya bingung.


"Panggil yang biasa aja,Mang! kayak mbak atau ngak neng aja"titah Aza dengan binaran di matanya.


"Tapi ka-"ucapan Ujang terpotong saat Dev berbicara.


"Iyain aja,Mang! biar cepet"


"Hish"desus Aza menatap Dev sedangkan yang di tatap hanya terkekeh.


Ujang akhirnya mengangguk "Neng aja ya daripada mbak ngak apa-apa kan,Neng?"


Aza tersenyun dan menganggukkan kepalanya "Oky Mang!"


Mereka melangkahkan kakinya memasuki rumah berlantai dua itu. Sedangkan Ujang membereskan koper majikannya masuk kedalam.


Aza benar-benar takjub akan desagn rumah ini. Mengitari rumah dengan sesekali memegangnya dengan senyum yang tak pudar "Aku suka"ucapnya.


Dev tersenyum lalu mendekat kearah istrinya yang sedang berdiri di tengah-tengah ruangan tamu dengan pandangan mengarah keatas,kelantai dua.


_


_


_


_


...Like,komen❤...