
Seperti yang dikatakan oleh Dev tadi,kalau sekarang dia ingin mengajak Aza pergi kesuatu tempat.
"Kemana Ayy?"Tanya Aza sambil bersedekap tangan di dada menatap pria di depannya.
Dev mendekat dan mengecup bibir Aza sekilas "Cantik banget jadi ngak rela pergi"
Aza hanya mendengus mendengar perkataan kekasihnya itu "Serius Ayy"Dev bukannya meladeni perkataan sang kekasih,dia malah menarik Aza masuk kedalam mobilnya.
Aza lagi-lagi mendengus kesal menatap pria yang sedang memasang seatbealt**nya. Mengacak-acak rambut wanita yang sedang mengerucutkan bibirnya itu.
Dia duduk dan memasang sabuk pengamannya sendiri dan menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Aza.
"Ayy"panggil Aza setelah beberapa menit sedari tadi hening.
"Hmm"
"Ayy apa kau ingin melamarku?"ucapan itu spontan langsung membuat Dev melirik kearahnya lalu kembali kedepan fokus mengemudi.
Menarik kedua sudut bibirnya membuat Aza terpana dengan senyum tampannya itu "Ayy!"
"Apa sayang,hm?"kata Dev sambil memegang tangan Aza lalu mengecup punggung tangannya.
"Mau dilamar malam ini?"Tanyanya sambil melirik wanita yang sedang menatapnya.
"Lamar ke papa aja kalau berani!"ucap Aza penuh tantangan.
"Om udah beri lampu hijau,kalau mau aku langsung nikahin kamu malam ini juga"ujar Dev.
Aza melototkan matanya "Apaan sih jadi nglantur gini"
"Katanya mau di lamar?"Tanya Dev menggoda sang kekasih yang sedang melihat keluar jendela.
Aza menoleh kearah Dev "Ayy aku jadi pengen nikah"celetuk Aza tiba-tiba membuat sang kekasih mengerutkan keningnya.
"Ya sudah ke KUA sekarang"
Aza memukul lengan Dev dengan spontan.
"Kenapa sih,Yang?"Tanyanya saat setelah pukulan mendarat di lengannya.
"Bukannya di tanya tumben kek apa kek,buat basa-basi eh-malah spontan ke KUA"cercar Aza kesal karena balasan sang kekasih.
"Mau dikawinin dulu?"Tanya Dev enteng.
Dev memberhentikan mobilnya di depan salah satu cafe terbaik di sana. Melepas sealtbealt dan mendekatti sang kekasih "Ngak jadi romantis kan,Yang! hishh...kamu ini"
Aza menautkan kedua alisnya dan mendekat kearah Dev membuat jarak keduanya hanya beberapa centi "Jadi serius aku mau dilamar?"ucapnya sambil menaik turunkan alisnya menggoda.
"Naik pangkat dong status aku"imbuhnya.
Hanya Azalah perempuan yang tidak ada romantis-romantisnya. Biasanya perempuan lain kalau mau di lamar mereka akan tersipu malu dan bertingkah menggemaskan. Sedangkan Aza wanita yang tiba-tiba menjadi bar-bar merusak keromantisan yang dibuat sang kekasih.
Dev menyenderkan kepalannya ke bahu Aza,menelusupkan kepalanya ke bahu sang kekasih gemas "Ahhh,pake wajah yang terlihat syok atau malu gitu,Yang"
Aza tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Dev "Feeling Ayy feeling,lagian muka kamu kelihatan banget"ucapnya sambil menangkup wajah cemberut sang kekasih.
*Cup
Cup
Cup*
Tiga kali kecupan mendarat di bibir seksi sang kekasih "Ayo keluar!"titahnya.
Dev hanya turun menurut ke sang kekasih. Aza menautkan jemari mereka dan masuk ke dalam. Dev menuntun mereka ke tempat yang sudah di pesen sebelumnya.
Aza menutup mulutnya dan mengerjapkan matanya tak percaya melihat pemandangan di depannya "Ayy"ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca melihat ke sang kekasih.Memeluk tubuh sang kekasih yang sudah membuatnya terharu dan gemas dengan tingkahnya.
Dev membalas pelukan itu sambil mengelus punggung Aza lembut "Terharu boleh,tapi jangan nangis,Sing!"
"Aku terharu beneran bukan dibuat-buat Ayy!"ucapnya melepas pelukan itu dan memukul perut Dev.
_
_
_
_
Ceritanya lamaran yang ketahuan ya babang Dev😂 Muka gemesnya babang Dev😍