
SEKARANG
Setelah mengingat kejadian lima tahun lalu badai kecil yang mengelilingi yohan menghilang.Begitupun rantai yang mengikat dirinya saat ini sudah lepas.Dia bangun dengan pebuh kehati hatian karena sudah duduk begitu lama.
Pretek
Suara tulang retak itu membuat yun yang masih ada disana kaget.Yun semakin waspada ketika yohan bangun.Dia merasakan jika ada sesuatu yang salah.Jadi waspada adalah tindakan yang tepat saat ini.
"Aduh,sepertinya tulangku retak!?"ujar yohan yang membuat yun tersentak kaget.
Didalam ruangan yang gelap dengan aura yang mencekam saja sudah menakutkan ditambah lagi dengan lirikan mata yohan yang menyeramkan.Semakin membuat ruangan ini menakutkan.Yohan berjalan mendekat dengan langkah pelan tapi terlihat cepat.
"Minggir!?"ujar yohan dingin.
Tapi sepertinya yun tidak mendengar apa yang yohan katakan.Dia terlalu takut hingga tidak bisa mendengar yohan.Malahan yang dia bayangkan saat ini adalah yohan ingin membunuhnya sekarang.
"Aku tidak akan mengatakannya dua kali!?"ujar yohan melentangkang tangan kanannya kedepan.Lalu……
DUARRR
Refleks yun langsung menghindari serangan yohan yang begitu tiba tiba.Padahal sudah diperingati.Pintu besi yang tadinya tertutup ini terbuka lebar selebar lebarnya.Prajurit yang yang menjaga pintu menghindari serangan yang tiba tiba.Mereka berdua takut melihat seorang pria dengan aura hitam menakutkan berdiri tidak jauh dari hadapan mereka.
"Se sepertinya pangeran kedua akan mengamuk!?" isik salah satu dari mereka.
"Apa yang harus kita lakukan?"tanya yang satu lagi.
"Kau pergilah dan laporkan semua ini pada yang mulia ratu!?"ujar prajurit itu.
"baik!?"prajurit yang satu lagi segera berlari menuju tempat fen berada.
Naasnya,…
Tsuuukk……………Bruk!?
Kepala prajurut itu tertusuk benda hitam mirip jarum menusuk tepat diotaknya.Sedangkan prajurit yang satu lagi masih tercengang melihat temannya mati.Serangan yohan bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
GLEK
Prajurit itu hanya bisa menelan ludah melihat melihat mayat temannya yang kini sudah ambruk dengan mata yang masih terbuka.
"Ah~maaf maaf,aku tidak sengaja melakukannya!? tadinya aku ingin menusuk lalat yang mengganggu di depanku,tapi malah mengenai teman mu yang malang itu.Kau pasti sangat sedih sekarang,iya kan?"jelas yohan dengan ekspresi yang sedih.
Tapi memangnya itu bisa disebut ke tidak sengajaan?Apa kalian pikir itu tidak sengaja?Yohan tersenyum setelah mengatakan itu."Ah!?aku punya ide yang bagus!?"ujar yohan dengan senyum ceria."Bagaimana jika aku juga mengirimmu bersama dengan teman mu agar kalian bisa bersama lagi?bukankah itu akan jauh lebih baik?he he he he he he ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… haaah……aku memang sangat jenius!?"Ujar yohan membanggakan dirinya sendiri.
Prajurit di depan yohan saat ini tidak bisa lari kemana mana sekarang. Karena pilihan apapun yang dia pilih adalah berujung kematian.Maju dia mati dan mundur dia mati.Sekali dalam seumur hidup dia pernah melihat yohan dulu.Saat itu dia melihat yohan dengan sebagai sosok pangeran gila yang sadis.
***
"5…4…3…2…1…0…"Zhu'er bangun dari duduknya yang panjang.Dia langsung menuju pintu keluar.Zhu'er mencoba membuka pintunya,tapi sayangnya saat dia membuka pintu ada beberapa penjaga yang sudah mencapai ranah yuzhou lanjut.Nampaknya para penjaga itu tidak menyangka kalau tahanan yang biasanya diam malah keluar malam ini.
"Nona,sebaiknya anda tetap didalam.Jika tidak maka jangan salahkan kami bila berbuat kasar!?"ujar salah seorang dari mereka.
"…………"tapi zhu'er hanya menatap penjaga itu dingin.'ingin menahanku?' pikir zhu'er dalam hati.Zhu'er malah berjalan keluar tanpa mempedulikan penjaga yang kini mulai kesal dengan sikap zhu'er yang mengacuhkan mereka.
Hingga salah satu dari mereka berjalan mendekat menghalangi jalan zhu'er."Nona,sekali lagi aku katakan masuklah lagi kedalam!?jika kau tetap mengacuhkan perkataanku maka aku akan berbuat kasar!?"ujar orang itu lagi.
"…………"Zhu'er menatap orang didepannya datar.
"Aagghhh!?"teriak kesakitan pria itu sambil memegangi tangannya yang sudah patah.
JRET
"Agh!?"pria itu kembali meringis kesakitan ketika zhu'er menginjak perutnya asal dan melewatinya begitu saja.Sekarang dia harus melewati dua kultivator ranah inti yuzhou tahap satu dan tiga orang ranah yuzhou didepannya.Tiga termasuk yang terbanting barusan.
"Serang dia!?"ujar pria yang yang tergeletak dilantai.
Tidak lama dua orang ranah inti yuzhou datang menyerang zhu'er.Sedangkan dua orang yang lainnya hanya melihat.
"Apa kita juga akan ikut menyerang gadis aneh itu,jiangwu?"tanya chang hai.
Jiangwu hanya menatap diam zhu'er yang sedang bertarung melawan dua orang yang menyerangnya barusan.Dia tahu siapa zhu'er,tidak mungkin dia tidak tahu.Karena itu dia mengajukan diri untuk menjaga zhu'er.
"Kalau kau ingin menyerangnya serang saja sendiri!?"jawab niangwu dingin.
"Ya ampum,aku kan hanya bertanya."gerutu chang hai,"Tapi sepertinya menyenangkan."ujar chang hai,akhirnya dia juga ikut menyerang zhu'er.
***
Di tempat kelompok gila
Mereka berenam masih terus mencari tanpa arah tujuan yang jelas.Mau dicari kemanapun tetap tidak ketemu.Termasuk burung juga.
"Sebenarnya kemana mereka pergi?"keluh hao.
"Apa dia mereka masuk lubang cacing?!"timpal jingmi yang mulai lelah mencari.
"Ada pepatah bilang,'tempat persembunyian yang baik adalah berada tidak jauh dari mu' berarti dia berada disekitar sini!?"ujar lingmei dengan bodohnya.
"Jika yohan'ge berada tidak jauh berarti dia benar benar ada dilubang cacing?"tanya jingmi yang tidak kalah bodoh.
Mereka jadi membicarakan hal yang bodoh dan tidak penting.Sedangkan jun terpikirkan omongan lingmei yang barusan,''Tempat persembunyian terbaik adalah tidak jauh darimu',ya?Tapi dimana?' otaknya terus berpikir keras hanya untuk memecahkan teka teki.
Shin memperhatikan gerak gerik jun yang menurutnya mencurigakan.Dia tidak merasakan niat jahat dari jun,hanya saja jun bersikap tahu siapa yohan lebih dari dirinya."Apa kau tinggal disekitar sini?"tanya shin tiba tiba pada jun.
Tersentak dengan jawaban yang diberikan shin,dirinya langsung menatap shin bingung.Kenapa dia tiba tiba bertanya seperti itu?Apa dia peramal."Kenapa memangnya?"tanya jun balik.
"Aku hanya penasaran kenapa kau begitu tahu jelas seluk beluk hutan hitam yang 'berbahaya' ini dengan mudah?Bukankah kau hanya seorang yang diselamatkan oleh teman kami?"ujar shin yang tidak bisa disangkal.
Sejujurnya jun tidak pernah menyangka bila dia akan bertemu manusia yang memiliki ketelitian dalam hal kecil seperti shin.Rata rata manusia yang dia temui paling hanya mengatakan 'wah,hebat,keren,tidak bisa dipercaya' dan lain lain sebagainya.'Apa ini saatnya aku mengungkapkan identitasku?tapi apakah mereka akan percaya?' pikir jun dalam hatinya.
"Aku sebenar_____"
DDUUUAAAAARRRRRR
Belum selesai bicara terjadi ledakan yang tiba tiba dari arah selatan.Itu adalah arah kota klan monster.Dan disaat itulah jun baru menyadari jika tempat persembunyian terbaik adalah tempatnya sendiri.
...~~...
1116 kata
...SEMOGA SUKA!?...