Return To Being The Mad Antagonist

Return To Being The Mad Antagonist
114. Berlatih



Malam ini terasa sangat dingin dengan berhembusnya angin malam. Saat ini yohan sedang berjalan jalan berkeliling di luar gunung. Didalam sangat pengap, jadi untuk menghilangkan pengap yohan sedikit berjalan jalan tidak jauh dari gunung bersama yue. Sedangkan mereka berempat yang tidak lain shin,jingmi,lingmei dan zhu'er tidak menyianyiakan waktu mereka untuk berlatih.


Jadi dari pada bosan yohan berkeliling sebentar. Tapi dari kejauhan terdengar suara seseorang yang sedang berlatih pedang dari kejauhan. Karena tertarik, yohan langsung mendekati asal suara itu. Terlihat seorang remaja laki laki sekitar umur 16 tahun sedang berlatih dibalik pepohonan.


Yohan tidak tahu kenapa pemuda itu berlatih tengah malam begini, tapi yang pasti ilmu pedangnya sangat buruk. Kuda kudanya juga dan cara dia mengayunkan pedang seperti mengayunkan cangkul,"Aku belum pernah melihat orang berlatih pedang hingga seburuk ini!?" ujar yohan pelan.


"Hm hm, benar benar buruk!?" timpal yue.


Namun suara dapat didengar oleh pemuda itu……


SRAT


Sebuah pisau kecil menancap dibatang pohon sebelah yohan.Pemuda itu menatap yohan was was.


Ketika mata mereka bertemu, yohan langsung mengetahui siapa pemuda yang ada di depannya ini. Mata yang mirip naga dengan telinga yang tidak begitu lancip, Pemuda itu adalah campuran antara manusia dan ras naga. Biasanya, anak campuran hasil persilangan antara manusia dan naga ini tidak akan bisa menggunakan kekuatan naga apalagi berubah menjadi naga. Anak hasil persilangan ini hanya bisa memiliki umur panjang dan ketahanan fisik seperti naga saja.


"Siapa kau?" tanya pemuda itu.


"Aku adalah tamu terhormat raja naga!?" jawab hohan.


"Apa? kalau begitu maafkan aku karena mengerang tiba tiba. Tapi, sedang apa tamu terhormat ini berjalan jalan di tengah malam?" tanya pemuda itu curiga.


"Kau sendiri? sedang apa berada disini tengah malam?" tanya balik yohan.


"Apa kau tidak lihat? aku sedang berlatih pedang!?" jawab pemuda itu.


"Hmm, berlatih ya?! maksudmu berlatih dengan ayunan pedang yang seperti mengayun cankul itu?" ujar yohan asal.


Mendengar ejekan dari yohan, pemuda itu langsung marah."Memangnya kau begitu ahli dalam berpedang?" balas pemuda itu.


"Aku memang bukan ahlinya dalam memahami pedang, tapi siapapun yang melihatnya pasti akan bepikir kalau kau adalah anak kecil yang baru mengenal pedang. Dengan kuda kuda seperti itu dan caramu mengayunkan pedang semuanya salah." Setelah yohan menjelaskan semua padanya, sepertinya pemuda itu mulai mengerti.


"Kalau begitu, bagaimana cara menggunakan pedang dengan benar?" tanya pemuda itu pada yohan.


Mengejutkan mengengetahui pemuda itu bertanya pada yohan. Tapi karena sudah terlanjur terlibat, akhirnya yohan memberitahu sedikit tentang bagaimana berlatih menggunakan pedang. Dari kuda kuda sampai salah satu tehnik berpedang.Tapi tentunya itu tidak gratis,"Kalau dilihat dari dekat, sepertinya aku pernah melihatmu!? siapa namamu?" tanya yohan.


"Wen hou!?" jawab wen hou singkat.


Ah, sekarang yohan ingat. Dia adalah salah satu peserta saat pertandingat berlangsung. Tidak dia sangka kalau wen hou sebenarnya campuran dari ras naga. Wen hou yang yohan kenal dulu adalah seorang master pedang hebat dari negara Chu. Tidak ia sangka bahwa seorang jenius yang bergelar master pedang dulunya adalah pemuda bodoh dan menyedihkan seperti ini.


Setiap hari berlatih tanpa mengetahui tehnik berpedang atau jurus jurus pedang. Mengayun ayunkan pedangnya dengan buruk dan kuda kuda yang salah. Dan yang paling mengejutkan adalah dimasa depan dia adalah seorang jenius master pedang.


"Kenapa kau berlatih pedang tanpa mengetahui apapun?" tanya uohan pada wen hou yang masih berlatih ilmu pedang dari yohan.


"Karena aku ingin membalasnya!?" jawab wen hou tanpa berhenti.


"Kau tahu? pelajaranku tidak gratis!?" ujar yohan.


"Aku tahu!? lalu, apa yang kau minta sebagai bayarannya?" tanya wen hou yang kini sudah berhenti berlatih dan menghadap yohan.


"Aku akan katakan nanti sebagai bayarannya. Sekarang sempurnakanlah jurus yang kuberi padamu!? aku pergi dulu untuk melanjutkan aktivitas berkelilingku!?" ujar yohan yang kemudian pergi dari tempatnya.


"Pria yang aneh!?" ujar wen hou kemudian kembali melanjutkan latihannya.


***


Didalam suatu ruangan yang luas, terlihat empat orang yang sedang berlatih keras. Sudah cukup lama mereka tidak berlatih seperti ini. Rasanya senang sekaligus menyakitkan karena ini seperti pertarungan sepihak.


Sekarang ini jingmi sedang tersungkur tidak berdaya disertai luka dimana mana,"To long, bi arkan a ku berna fas seben tar!? hah hah hah…" Ujar jingmi dengan susah payah.


"ck, baiklah. Kurasa hari ini sudah cukup!?" ujar shin sedikit kesal, kemudian pergi dari tempatnya sekarang.


"Akhirnya…" ujar jingmi lega.


Seberapakali lingmei melihatnya itu akan selalu terlihat memilukan. Tapi dia tetap saja tidak bisa menolong karena saat ini juga dirinya sedang kewalahan,"Apa aku ada peningkatan?" tanya lingmei pada zhu'er.


"Sedikit!?" jawab zhu'er singkat.


Tentu saja. Tapi setidaknya lingnei ada kemajuan sedikit meskipun dia sudah berlatih siang malam sambil membayangkan ada kekasihnya yang menemani latihan. Dia hanya perlu berlatih lebih keras lagi dari biasanya dan jauh lebih keras lagi dari yang lain. Sekarang dia sudah berada di awal ranah surgawi. Kristalnya telah berubah menjadi besi hitam yang lebih kuat.


Tiba tiba zhu'er melempar sesuatu ke lingmei. Sebuah gulungan jurus tingkat menengah,"Ini, bukankah ini gulungan jurus? darimana kau mendapatkannya?" tanya lingmei.


"Pelajarilah!?" Setelah itu zhu'er pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


Masalahnya adalah dari mana zhu'er mendapatkan gulungan jurus ini? Bukankah zhu'er tidak memerlukan jurus atau tehnik? Jadi dari mana dia mendapatkan gulungan jurus ini? Jika terus dipikirkan maka tidak akan ada habisnya. Mungkin lingmei akan mempelajarinua seperti kata zhu'er.


Jingmi yang masih terbaring melepas lelah. Dia memikirkan bagaimana keadaan ibunya yang dia pikir masih berada di kediaman yu. Ada banyak kekhawatiran dan pertanyaan di benaknya. Seperti, apa peiyu berhasil melahirkan adiknya? Jika berhasil, laki laki atau perempuan? Siapa nama adiknya ini? Lalu jika dia bertemu dengan adiknya apakan mereka akan bisa akrab? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang muncul.


"Semoga mereka akan baik baik saja di dunia yang kejam ini." ujar jingmi sembari menutup mata. Dia tidur setelah latihan yang seperti neraka di dunia. Mimpi yang indah bersama keluarga kecilnya.


Di dalam mimpinya dia sedang digendong oleh ibunya. Eh? sejak kapan ibunya sekuat ini? Apa jangan jangan ibunya keturunan samson? otot kawat tulang besi? Itu-tidak-mungkin.Saat jingmi membuka matanya sedikit, terlihat shin sedang menggendongnya. 'Guru?' pikir jingmi dalam hatinya. Ternyata ini yang terjadi. Tapi jingmi tidak menyangka jika shin akan menggendongnya seperti ini.


Shin tidak akan membawa jingmi untuk disiksa, kan? semoga saja tidak. Karena ini momen momen langka, jingmi kembali tidur dan menikmati perhatian yang diberikan shin padanya.


...~~...


1065 kata


...SEMOGA SUKA!?...