
Setelah beberapa hari Yohan bertemu Tuoli, dia berencana untuk membawa Tuoli bersamanya. Dia tidak mau berhubungan dengan Jun dulu, karena dia takut bila mimpi itu akan menjadi kenyataan. Karena itu dia hanya bersembunyi didalam gunung bersama dengan ras naga untuk memperkuat dirinya. Tentunya tuoli terkej00ut dengan adanya naga di dunia ini.
Untuk dua tahun Yohan akan terus bersembunyi didalam gunung bersama mereka dan mempersiapkan segalanya untuk yang terakhir. Memperbanyak kultivasi dan latihan bersama mereka berempat. Sedangkan guan san juga fokus meningkatkan alkemis dan kutivasinya. Alkemis juga memerlukan kultivasi untuk penyulingan pil. Dengan dibantu oleh Tuoli sebagai asisten. Dia juga ingin merasa berguna sedikit.
Guan san juga selalu membuatkan pil pembantu kultivasi untuk mereka berlima. Dia tidak tahu mengapa mereka berlima berlatih begitu keras seperti dikejar waktu. Tapi, melihat mereka yang bekerja keras membuatnya ingin bekerja keras juga. Karena itu, dia semakin semangat meningkatkan kultivasinya untuk bisa menjadi kuat. Tuoli juga sama, dia juga tidak ingin kalah walaupun kultivasinya terhambat di ranah dewa.
Hari ini setelah latihan bersama mereka berempat, Yohan hanya duduk di atas batu memikirkan sesuatu. Dia masih memikirkan tentang mimpinya beberapa hari yang lalu. Walaupun hanya mimpi tapi itu terasa nyata. Karena itu, dia mulai menanamkan didalam hatinya untuk tidak membunuh Jun apapun yang terjadi.
Dari tempat latihan mereka terlihat Shin sedang berdiri melihat Yohan yang hanya duduk melihat mereka latihan, "Apa yang terjadi padanya? kenapa akhir akhir dia sering berpikir?" ujar Shin yang masih melatih Jingmi. 'Apa ada yang mengganggu pikirannya? sejak dia pulang bersama pria besar itu, rasanya ada yang berubah.' pikir Shin dalam hatinya. Meskipun kelihatannya Shin tidak peduli pada lingkuangan sekitar, tapi sebenarnya dia adalah orang yang paling memperhatikan perubahan perubahan kecil disekitarnya.
Jingmi yang masih dalam posisi waspada ikut memperhatikan Yohan dari jauh, "Mungkin Yohan'ge sedang memikirkan akan makan apa hari ini, makanya dia sering melamun!?" ujar Jingmi yang masih polos.
Shin hanya menatap Jingmi, "Itu memang benar jika dirimu. Kau pikir Yohan akan selalu memikirkan makanan setiap hari sepertimu?" ujar Shin kesal. Tapi beberapa detik kemudian dia terlihat senang memikirkan sesuatu yang hebat, "Aah, benar juga. Karena kau selalu memikirkan makanan setiap hari bagaimana jika hari ini aku membedah perutmu dan melihat ada makanan apa saja didalamnya? ini pasti akan menjadi sesuatu yang hebat!?" ujar Shin terlihat sangat senang.
Sedangkan Jingmi sudah bergidik ngeri membayangkan perutnya dibedah oleh Shin. Dia langsung memegangi perutnya untuk keamanan, "Ja jangan!? nanti aku bisa mati!?" ujar Jingmi ketakutan.
Shin tampak bingung dengan pernyataan Jingmi, "Hm? bagaimana kau tahu kau akan mati? bukankah kau memiliki tubuh istimewa? bagini saja, setelah aku membedah perutmu kita lihat apakah kau akan mati atau tidak. Jika kau masih hidup, berarti kau tidak bisa mati. Tapi jika setelah dibedah kau mati berarti ya…… kau mati!?" jelas Shin sambil tersenyum penuh persahabatan.
Jingmi tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shin, "Bukankah itu sama saja bohong?" ujar Jingmi yang sudah syok dari tadi.
Sedetik kemudian Shin memperlihatkan wajah liciknya yang jarang dia perlihatkan. Dia hanya memperlihatkan ekspresi itu ketika akan bersenang senang. "Tentu saja tidak. Ini namanya adalah percobaan eksperimen Jingmi!? Ayolah, sekali saja!? bukankah kau juga penasaran?" bujuk Shin. Hari ini dia tampaknya ingin sekali menyiksa seseorang.
"Tidak. Eksperimen mu itu terlalu gila untuk disebut eksperimen!?" ujar Jingmi cepat sembari berlari menjauhi Shin. Dia tidak mau dijadikan eksperimen abal abal yang tidak tentu menjamin nyawanya. Bagaimanapun dia masih tetap ingin hidup untuk membalas dendam dan membahagiakan ibu dan adiknya. Dia berlari ke arah Yohan untuk bersembunyi dibelakangnya.
Terlihat Shin yang sedang mengejarnya dengan kecepatan tinggi, 'He~ langkah peringan tubuh bocah itu sudah lebih cepat ternyata. Pantas saja dia berani kabur dariku!?' pikir Shin yang memperhatikan langkah Jingmi yang sudah jauh lebih cepat. Pada akhirnya dia senang karena Jingmi sudah sedikit lebih kuat sekarang. Itu berarti kerja kerasnya untuk mendidik muridnya yang polis ini sudah sedikit berhasil.
Di sisi lain, Yohan hanya melihat mereka berempat berlatih dengan penuh semangat. Jika seperti ini terus, mungkin mereka akan mencapai ranah yuzhou dalam dua tahun. "Yue bagaimana menurutmu tentang perkembangan mereka?" tanya Yohan. Sebenarnya hari ini dia cukup bosan hingga menganak Yue bicara. Terkadang melakukan kegiatan itu itu saja membuatnya sedikit jenuh. Namun itu tidak membuat dirinya malas latihan atau semacamnya. Dia juga ingin mendapatkan sedikit hiburan.
Pertanyaan Yohan membuat Yue bingung. Dia tidak tahu mengapa Yohan tiba tiba mengajaknya bicara. Karena biasanya Yohan hanya diam. Jika Yohan mengajaknya bicara, itu artinya kemungkinan besar ada sesuatu yang disembunyikan Yohan. Walaupun pertanyaannya tidak mengandung kejahilan sama sekali, tapi Yue bisa mencium tanda tanda maksud tertentu. "Perkembangan mereka cukup pesat untuk seukuran manusia. Tapi…" ujar Yue menggantung kata katanya. Sepertinya ada yang membuat Yue penasaran. Namun dia takut untuk mengatakannya.
"Tapi apa?" tanya Yohan pada akhirnya.
"Aku heran dengan wanita bernama Zhu'er itu!? Dia jelas dari klan huaiwu, tapi rasanya dia seperti mayat hidup!? Kemanapun dia pergi selalu ada bayangan kematian yang menyertainya. Bila aku boleh jujur, setiap kali aku dekat dengannya aku selalu merasa takut." jelas Yue. Dia telah mengungkapkan semua yang mengganjal di hatinya.
Apa yang dikatakan Yue benar adanya dan Yohan sudah mengetahuinya sejak lama. Zhu'er adalah adalah mayat yang di hidupkan kembali melalui teknik terlarang. Dulu ternik rahasia itu adalah teknik klan huaiwu yang disembunyikan untuk menghidupkan kembali orang orang yang mereka sayangi. Tapi, karena teknik itu sangat berbahaya dan kecil kemungkinan untuk berhasil akhirnya teknik itu termasuk teknik terlarang. Dan Yohan tahu banyak hal tentang teknik terlarang itu.
Yue menatap diam Yohan yangasih memperhatikan mereka yang sedang berlatih. Dia tidak mengerti kenapa Yohan menanyakan pertanyaan yang sudah jelas. Tapi mungkin saja Yohan memiliki alasan yang menarik mengapa dia menanyakan ini. "Aku pikir menghidupkan kembali seseorang itu sangat tidak mungkin. Kecuali jika ini adalah cerita novel, itu mungkin saja terjadi!?" ujar Yue seadanya yang dia tahu.
Jika menghidupkan orang yang sudah mati itu mungkin, dunia ini akan penuh dengan makhluk hidup. Keseimbangan antara kehidupan dan kematian akan rusak. Kalau sudah begitu, kematian adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan di dunia ini.
"Benarkah? bagaimana jika aku memperlihatkan bukti nyata kalau seorang mayat benar benar hidup kembali!? Apa kau akan percaya?" ujar Yohan yang kali ini menatap Yue dengan mata merahnya yang mempesona namun mematikan.
"Aku tidak akan percaya padamu!? Dulu kau sering membohongiku dengan menagatakan ada burung yang sangat cantik dan lebih hebat dariku. Tapi nyatanya kau hanya mengerjaiku. Aku yakin kali ini kau pasti hanya mengerjaiku lagi, iya kan?" ujar Yue. Meskipun sudah sangat lama tapi dia masih ingat kejahilan yang pernah dilakukan Yohan padanya. Sedangkan Yohan sendiri sudah tidak ingat kapan tepatnya itu terjadi.
Tanpa basa basi lagi Yohan langsung menunjuk Zhu'er dengan tangan kanannya. Senyuman menawan terukir di wajah Yohan yang setiap kali melihatnya tidak akan pernah bosan. "Dia!?…… adalah buktinya!?" ujar Yohan yang benar benar membuat Yue terkejut bukan kepalang. Yohan benar benar senang setiap kali melihat melihatnya Yue terkejut. Karena setiap kali Yue terkejut dia akan merubah warna bulunya menjadi putih atau warna lainnya. Tentunya itu sangat menakjubkan untuk dilihat.
Sekarang Yue tengah terkejut bukan kepalang dan tengah mengubah ubah warna bulunya dengan berbagai macam warna seperti lampu disko."Dia? jangan bercanda!?" ujar Yue yang masih terkejut.
"Itu terserah dirimu ingin percaya atau tidak. Aku hanya ingin membuat rasa penasaranmu hilang. Tapi, rahasia ini…… kau tidak boleh menceritakannya pada orang lain!?" ujar yohan sembari mendekatkan kepalanya pada Yue yang ada disampingnya."Jika kau menceritakannya pada orang lain maka……" Yohan sengaja menggantungkan ucapannya untuk membuat Yue takut.
Namun itu berhasil membuat Yue gemetar. Menatap langsung mata merah Yohan yang terlihat menyeramkan sungguh membuatnya ketakutan. Yue tidak tahu apa yang dikatakan Yohan benar atau tidak. Tapi melihat cara bicara Yohan yang dingin membuatnya tanpa sadar mempercayainya. "M maka apa?" tanya Yue memberanikan diri meskipun takut. Sejak dulu Yue tahu jika Yohan memiliki dua sisi dalam dirinya. Sisi yang pertama adalah kempribadiannya yang dingin dan kejam, sisi yang lainnya adalah kepribadiannya yang menjadi gila dan sifat jahil yang jahat.
Ketika Yohan memasuki mode gila, dia akan mulai hilang akal dan melakukan apapun yang dia suka demi memuaskan diri sendiri. Tapi nanti dia akan waras sendiri dan berubah menjadi orang yang dingin dalam.sekejap seperti disihir. Namun, anehnya dia tidak merasa melakukan hal yang gila dan menganggap itu adalah hal yang wajar. Yue tahu karena dulu dia adalah korban bulli. Tapi entah mengapa walaupun terus dibulli oleh Yohan dia terus tertarik padanya seperti halnya magnet.
"Maka aku akan mencabuti semua bulumu dan merebus tubuhmu menjadi sup burung!? Tidak hanya itu, aku juga akan memakan otak burung mu terlebih dahulu dan bulu bulu cantikmu akan kujadikan sebagai bantal. khi khi khi khi khi khi khi khi…" tanya Yohan sambil tersenyum jahat pada Yue. Dia tidak akan tega melakukan itu, hanya saja membuat Yue ketakutan sangat menyenangkannya. Dia sangat suka mengerjai Yue. Sedetik kemudian… "Apa ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Yohan.
"Hah?" Yue tidak mengerti dengan apa yang Yohan tanyakan. Yah, siapapun pasti akan bingung kenapa Yohan tiba tiba menanyakan pertanyaan yang tidak jelas. "Apa maksudmu?" tanya Yue lagi.
"Aku tidak bicara padamu, bodoh!? Aku bicara pada alkemis di belakangmu" ujar Yohan kemudian. Dia menatap Guan san yang ada dibelakang Yue. Dengan cepat Yue terbang ke bahu Yohan. Sepertinya dia mempersilahkan alkemis itu untuk duduk.
Sedangkan Guan san sendiri berjalan mendekati Yohan. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan pada Yohan. Hanya saja waktunya selalu tidak tepat. Bagaimana tidak? karena akhir akhir ini Ling mei sering menempel padanya, dia jadi tidak punya kesempatan untuk membicarakan hal pribadi ini dengan Yohan. Di saat Pengganggunya sudah tidak ada, tinggal Yohan yang tidak ada. Jadi bisa dibilang ini adalah kesempatan emas untuk bertemu dengan Yohan. "Aku ingin bicara padamu sebentar!?" ujar Guan san serius.
...~~...
1630 kata
...SEMOGA SUKA!?...